Kemaren barang pesanan saya, Radio Komunikasi RIG Yaesu FT-2900R sampai di rumah. Dengan penuh semangat, langsung saja saya buka paket tersebut dan langsung memasangnya di ruangan kamar. Seperti tulisan-tulisan saya terdahulu, beberapa waktu belakangan ini saya sedang kembali menekuni hobi lama, yakni berkomunikasi menggunakan radio komunikasi amatir, dan kebetulan saya akhirnya bisa membeli pesawat RIG ini setelah cukup lama mempertimbangkan pilihan-pilihan yang ada.
Jika dibandingkan dengan pesawat lain yang sejenis (IC-2200H, IC-V8000, Kendwood TM-271), pesawat ini tergolong paling besaar untuk ukuran daya pancar (75 wattt!!!), namun dengan harga yang relatif jauh lebih terjangkau.
Fitur lengkapnya adalah sebagai berikut:
75 Watts Power Output
75 Watt Solid RF Power tanpa perlu Kipas Pendingin! Ada empat tingkat pilihan power output: 75/25/10/5 Watt. Pemilihan power bisa disimpan ke dalam memory, sehingga dapat menghemat daya ketika menggunakan repeater yang kuat.
Large LCD Display
LCD backlit 6 digit pada the FT-2900R menjamin tampilan layer yang sempurna
Loud Audio with Internal Speaker
FT-2900R dilengkapi dengan speaker besar 3W untuk pengoperasian di lingkungan yang bising.
Excellent Receiver Performance
Teknologi Advanced Track Tuning RF input filtering pada FT-2900R memungkinkan pesawat ini mencegah distorsi intermodulasi dengan sempurna.
CTCSS and DCS Encode/Decode Built In
Untuk akses repeater yang mudah, atau memonitor busy channels secara sunyi, baik sirkuit Encoder/Decoder CTCSS maupun DCS (Digital Code Squelch) sudah tertanam di dalamnya. Data konfigurasi CTCSS dan DCS dapat disimpan secara terpisah pada setiap kanal memory. Mode “Split Tone” juga memungkinkan pengoperasian system dimana CTCSS dan DCS digunakan secara terpisah pada repeater uplink/downlink.
Extensive Memory System
FT-2900R menyediakan sebanyak 221 kanal memory, termasuk 200 “regular” memory, sepuluh pasang band-limit memory, dan kanal “Home” dengan instant-recall yang dapat dipasang untuk frekuensi yang sering anda gunakan. Memory dapat menyimpan informasi shift, data CTCSS/DCS, tingkat outout power, status pemindaian (“Skip”), dan label Alpha-Numeric.
Alpha-Numeric Channel Display
Kanal memory dapat ditampilkan dengan kanal frekuensi maupun label Alpha-Numeric pilihan anda, untuk memudahkan pengenalan kanal. Andan dapat menggunakan sampai dengan enam huruf, karakter, atau angka untuk memberi label pada kanal.
MH-48A6J DTMF Direct Access Microphone
Mikrofon MH-48A6J yang dilengkapi dengan lampu latar, memungkinkan anda untuk memasukkan frekuensi secara langsung dari tombol mikrofon, atau untuk memanggil kanal memory. Pada saat transmit, MH-48A6J memungkinkan anda untuk memasukkan nada DTMF secara manual, dan FT-2900R juga memiliki sembilan memory nada DMTF, 16-digit DTMF Autodialer. Empat tombol yang dapat diprogram sendiri pada mikrofon dapat digunakan untuk kemudahan kontrol pada sejumlah fitur, dan kunci [A]/[B]/[C]/[D] menggandakan fungsi tombol di depan pesawat sehingga memaksimalkan kenyamanan dalam mengemudi.
Dilengkapi dengan antena Diamond F22, hasil yang dicapai benar-benar memuaskan, apalagi saya berada di Malang, yang notabene cukup tinggi datarannya, meski ada penghalang pegunungan di bagian barat dan selatan. Namun untuk sementara waktu saya belum bisa mengoptimalkan daya pancar seperti yang tertulis dalam spesifikasi karena kebetulan saya masih belum memiliki power supply dengan Amper yang memadai. Saat ini saya menggunakan PSU komputer sebagai power supply, dengan keluaran 12.3Volt dan 14Ampere (spesifikasi yang dibutuhkan adalah keluaran 13.8Volt pada continuous 15Ampere murni). Sehingga tadi malam saya hanya bisa test sampai Low 3 di posisi 25 watt.
Kesan awal menggunakan Yaesy FT-2900R
- PTT sangat empuk … seperti tidak terasa kalo sedang pencet PTT
- Speaker sangat keras meskipun letaknya ada di bagian bawah, namun untuk modulasi cenderung ke treble.. oleh karena itu saya menambahkan speaker bekas creative 5.1. biar terasa lebih empuk dan cenderung ke bass
- Pengoperasionalan pesawat ini sangat mudah, hanya dalam beberapa menit saya sudah bisa memprogram split tx rx karena fasilitas duplex shift diatur dengan selisih tertentu sebesar 0.50 sehingga tidak bisa untuk duplex RPU yang menggunakan angka ganjil, tapi hal ini tidak jadi masalah karena dalam 1 memory kita bisa split tx dan rx (sama saja seperti duplex).
- Hanya dengan berbekal power suplly komputer 12 Volt, 14A Simbada Sim Cool, untuk sementara waktu bisa tx sampe low 3 (25 watt).
- Tx menggunakan low 1 (5 watt), bisa sampai ke Pasuruan (+/- 50km), di terima di sana S5 ke 7
- Selama tx direct menggunakan low 3 (25 watt), pesawat tidak menunjukkan adanya gejala panas… suhu internal pesawat cuman di kisaran 34 derajat celcius (ruangan berAC, di set pada suhu 23 derajat.
- Awal menggunakan dengan settingan pabrik, mic gain ada di posisi 5, diterima direct agak terlambat untuk modulasi sehingga saya ubah ke angka 7, modulasi menjadi ciamik (sudah saya monitor lewat RPU menggunakan V68), dan modulasi cenderung middle ke treeble.
- Colokan extra speaker agak susah untuk dijangkau, tapi bagi yang sudah pengalaman mencari lubang dalam kegelapan hal ini tidak jadi soal
- Dibandingkan dengan V68, gejala hujan spleteran jauh berkurang meski masih tetap ada (mungkin karena faktor sensitifitas antena).
- Pada saat menyalakan pesawat untuk pertama kali, ada indikator voltase sehingga sangat membantu dalam memonitor kondisi voltase.
- Untuk sementara waktu masih belum berani tx High Power 75 wattt dikarenakan keterbatasan PSU. Saat saya coba tx High Power, UPS APC 600va langsung menyala indikator merahnya, alias tanda kalo overload. Rencana nanti akan saya bypass dan liat seberapa mampu PSU komputer untuk ngangkat 75 watt…
Semoga jika nanti untuk masalah power supply sudah terasi, kemampuan pesawat ini bisa benar-benar maksimal. Kan enak kalo bisa berkomunikasi tanpa pulsa ke hampir seluruh wilayah di Jawa Timur, he he he
berikut gambar-gambarnya.




















9 Comments
awas nyeplenteri aq yo……hahahaha..
wes tak siap – siap naikin perangkat lagi.
Kasian anten ku
eko wah yu.s Reply:
May 7th, 2010 at 8:51 am
ha ha ha ha …..
wah.. marai pengen rig pisan..
eko wah yu.s Reply:
May 7th, 2010 at 10:57 am
bungkussssssssssss
Salam kenal Mas Eko (ataw Wahyu?) beruntung rasanya ketemu site nya mas Eko ini, tadinya saya gogling cari “nikon d3000 vs canon 1000d, maklum baru punya canon 1000d, cuma ngeyakinin diri aja kalo tuh barang bener2 mumpuni, minimal untuk saya yang pemula, hasilnya ketemu deh di salah satu hasil reviewnya mas Eko, eee… penasaran buka-buka halaman web-nya, ternyata sampeyan juga doyan ngutak-ngatik “rakom”. That’s my another hobby (baca: keisengan) too.. ha ha… jadi inget saya dulu pernah punya Yaesu FT 7900R, dual band, tapi cuma bertahan gak sampe 6 bulan terus dilepas (gara2 pasangan protes, lebih seneng ngelonin yaesunya daripada dia). Tapi secara “diem2″ skrg saya jg masih megang Yaesu VX 6r, yah… lumayan lah buat monitor doank… he he…
eko wah yu.s Reply:
July 16th, 2010 at 10:21 am
ya memang harus bisa tau sikon… biar 10.2 dengan keluarga he he he he
kalo vs dg 2600 gmna ?
eko wah yu.s Reply:
October 12th, 2010 at 7:41 am
FT-2600 kalo tidak salah versi terdahulu … di atasnya masih ada FT-2700 dan FT-2800 … jadi ya menurut saya mendingan FT-2900 lah… ato setidak-tidaknya FT-2800 (dengan perbedaan pada output power).
mantap om reviewnya saya jadi beli yaesu ini sudah dicoba power output 80watt pada 13,8volt di frek 144.000 sampai 145300mhz apa benar ini power outputnya? saya malah mau tuneup power outputnya jadi 100watt an apakah ada yg sudah coba modif ,seperti icom ic-2200H saya keluar power 110watt pada 15volt ps30A
eko wah yu.s Reply:
November 17th, 2010 at 12:50 am
betul … memang segitu … kadang bisa sampai 90 kalo pas matching bener.
Kalo soal tune up saya tidak tahu menahu, dan tidak berani, hi hi hi hi
Bisa monitor airband,nggak Gan…?
eko wah yu.s Reply:
November 20th, 2010 at 3:48 pm
ga bisa….
kalo pengin montor airband.. Icom IC-2200H
Barusan telp ke M (JKT) harga hari ini 24 Nov 2010 = Rp 1,4 jt..
Kok harga terjun bebas ya…?
Ada apa..?
eko wah yu.s Reply:
November 24th, 2010 at 1:34 pm
wajar koq… emang naik turun… dulu saya dapet 1.7 … bahkan yaesu ini pernah di angka 2jt lebih loh…
salam kenal dr saya.nama adhi.tinggal di magelang jateng.hobi amatir radio.rig 2 meteran yaesu ft 2800 m.11 meteran cobra 148 GTL.Antena 2 meter pake cubic quad 7 elemen dan antena 11 meter pake sigma four bikinan pak HENDRO SUPRIYANTO MALANG
eko wah yu.s Reply:
November 24th, 2010 at 1:36 pm
terima kasih sudah mampir, wah sudah beriprah di 11 meter ya… nice
Waaaah saya juga lg intip tuh FT2900…terima kasih 1014nya mas…pake directional jg? atau omni saja?
eko wah yu.s Reply:
November 25th, 2010 at 8:37 pm
saya pake 3 antena… :
F23H untuk transmit
V2R lokal (Gazden) untuk monitor
Directional (homebrew) untuk transmit juga….
untuk monitor saya gunakan Icom IC-25H, untuk transmit vertikal (F23H) saya gunakan Yeasu FT-2900R, untuk transmit directional saya gunakan Icom IC-2GXAT … cuma kadang switch dengan Yaesu juga….