Wisata Roro Kuning Nganjuk – pengembangan yang sempurna

Seminggu yang lalu, saya berkesempatan untuk berkunjung ke kota kelahiran saya di Nganjuk untuk menjenguk adik yang baru melahirkan. Acaranya adalah sepasaran sekaligus aqiqah. Di sela-sela kunjungan tersebut, pada hari Minggu sebelum saya balik ke Malang, saya menyempatkan diri untuk mampir di tempat wisata Roro Kuning, Bajulan Nganjuk.

Dulu sewaktu saya masih kecil, saya sering diajak Bapak ke sana dalam rangka perkemahan pramuka, dan waktu itu suasananya masih asri, air sungainya jernih sekali dan hutan belantaranya masih lebat. Saya terakhir ke sana adalah pada saat SMA kelas 3, sewaktu diklat Pecinta Alam di Gunung Wilis.

Ketika kemaren saya mampir ke sana, banyak sekali hal yang sudah berubah, mulai dari Pesanggrahan Panglima Besar Jendral Sudirman ke atas, yang dulunya hanya jalan setapak sampai ke lokasi Air Terjun Roro Kuning, berubah total menjadi aspal, dengan kanan kirinya dipadati tempat parkir.

Memang, Air Terjun Roro Kuning saat ini sudah menjadi salah satu andalan wisata di Kabupaten Nganjuk. Sehingga pengembangan yang dilakukan oleh pemerintah setempat tampaknya dilakukan sesempurna mungkin.

Jarak lokasi dari pusat kota Nganjuk sebenarnya tidak terlalu jauh, hanya sekitar 17km. Namun karena tempat tinggal saya masih ke arah utara dari Kota Nganjuk, praktis perjalanan memakan waktu lebih dari 30 menit dengan menggunakan mobil xenia Li. Kalopun tidak menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan umum juga tersedia namun hanya pada jam-jam tertentu dan dengan kondisi yang penuh sesak (bahkan ada yang naik di atap angkot).

Begitu sampai di sana, ada loket tiket masuk, Rp 2000 per orang (dulu tidak ada). Setelah loket, saya tengok kanan, pesanggrahan Pak Dirman berubah total dan menjadi lebih wah, di sebelah selatannya, rumah Juru Kunci masih tetap seperti semula saat saya nginep di sana sepulang turun dari Gunung Wilis.

Spot pertama yang saya tuju adalah air terjunnya. Aliran air terjun sudah dibendung, sehingga tidak lagi alami dan jernih seperti dulu. Pembangunan infrastruktur juga dilakukan sesempurna mungkin, mulai dari kolam renang, fasilitas outbond, aula hiburan, tempat perkemahan, mushola sampai kios-kios warung di sekitar air terjun.

Setelah dari spot pertama, saya langsung ambil jalur kanan untuk menuju spot sungai sembari mencoba kamera dan filter baru untuk foto slow speed.

Karena keterbatasan waktu dan harus segera pulang ke Malang, saya hanya melewatkan waktu sekitar 2 jam di sana yang saya rasa sangat kurang karena kubangan tempat saya mandi di sungai dulu masih belum saya kunjungi, dan pesanggrahan Pak Dirman yang ada pancurannya juga belum saya kunjungi. Seminggu lagi saya ke Nganjuk dan saya akan kembali ke sana dengan target waktu yang lebih longgar dan berangkat agak lebih pagi agar matahari lebih bersahabat saat pemotretan.

Kesimpulan saya, jika pembaca mampir ke Kota Nganjuk, akan rugi jika tidak meluangkan waktu untuk mengunjungi obyek wisata ini.

Beberapa foto yang saya peroleh:

roro-kuning

roro-kuning1

roro-kuning2

roro-kuning3

roro-kuning4

Demoga dapat dinikmati …..

Mungkin Perlu Dibaca Juga...

1 Star2 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
2,679 views

8 Comments

  1. Wawan
    Posted August 25, 2009 at 4:16 pm | Permalink

    Boss, sepurane aku lali karo sliramu. Cari foto diri kok ndak ketemu…..

    [Reply]

  2. Posted October 6, 2009 at 4:46 am | Permalink

    Boss, sepurane aku lali karo sliramu. Cari foto diri kok ndak ketemu…..

    [Reply]

  3. eko wah yu.s
    Posted October 6, 2009 at 7:45 am | Permalink

    @CT … silahkan tinggalkan email nanti saya kirim foto diri saya dan keluarga he he he …

    btw CT siapa nih

    [Reply]

  4. Yayuk Endang Wahyuni
    Posted January 26, 2010 at 11:51 am | Permalink

    Ternyata di nganjuk ada wisata sangat indah selain sedudo trim kirimannya, dan mungkin pak Eko ada info Jurang gaduk saya lupa lupa ingat, kecilan saya pernah kesana saat SD bersama teman2 naik sepeda, dan saya pernah jatuh di kali yang ada air terjunnya luka dikaki saya sampai sekarang masih membekas cuma sudah puluhan th saya nggak ingat apa tempat itu masih ada

    [Reply]

    eko wah yu.s Reply:

    @Ibu/Mbak Yayuk, coba nanti kalo saya main ke Nganjuk lagi saya cari info tentang Jurag Gaduk.

    terima kasih sudah mampir…

    [Reply]

  5. ikhyari fatati rodhiana
    Posted April 10, 2010 at 11:29 am | Permalink

    aku adalah anak nganjuk.Aku tinggal di desa sawahan kabupaten nganjuk.Sebenarnya aku tidak pernah datang ke tempat wisata ini.Tapi karena aku adalah anak nganjuk, aku akan mencoba melihat bagaimana sih sebenarnya air terjun roro kuning dari dekat.trimzzzz ea….,,!!!!!

    [Reply]

    eko wah yu.s Reply:

    silahkan dicoba … sekarang sudah representatif koq dibandingkan tahun 90an dulu

    [Reply]

  6. gwibisono
    Posted April 12, 2010 at 11:14 am | Permalink

    Menarik,

    Apakah ada travel dari Surabaya ke Nganjuk PP. penginapan yang nyaman bagi keluarga di sekitar Nganjuk atau Rorokining ada ngga ya? Please advice.

    Terimakasih, salam.

    [Reply]

    eko wah yu.s Reply:

    Ada Pak, silahkan coba Travel jurusan madiun, nanti turun di Nganjuk.

    Di Nganjuk, anda bisa menginap di Hotel Nirwana, sebelum Terminal Kota Nganjuk. Coba tanyaka di hotel tersebut apakah bisa menyediakan kendaraan untuk menuju ke Roro Kuning.

    [Reply]

  7. Posted April 20, 2010 at 9:33 pm | Permalink

    ass wr wb
    untuk dulur2 yg pingin lihat wisata selain roro kuning ada ada lagi “banyu anjok”di desa mager sari bojulan.

    [Reply]

  8. Posted May 18, 2010 at 8:55 am | Permalink

    wah,mantap pak,thx dh mw promosikan Nganjuk..
    salam sukses wt anda sekeluarga

    [Reply]

Post a Comment

Your email is never shared. Required fields are marked *

*
*