Kali ini saya ingin berbagi cerita yang mungkin bisa dibilang agak pahit tapi cukup menggugah kesadaran diri saya dan mungkin juga para pembaca sekalian.
Pagi tadi (selasa, 10/2/2009), sekitar jam 4.30-5.00 rumah saya dibobol maling. Sebuah sepeda motor Yamaha Yupiter Z warna biru tahun 2004 lenyap digondol maling. Kebetulan sepeda motor itu adalah milik saudara saya yang sedang bertamu sejak hari Minggu kemaren. Yang saya sangat heran, maling ini benar-benar sudah bisa membaca situasi (dan mungkin sudah direncanakan sejak malam sebelumnya). Bayangkan saja, kondisi rumah masih ramai sampai jam 4.30 pagi karena anak-anak lagi lembur dan baru berangkat tidur setelah sholat Subuh. Jam 5.00 Ibu saya keluar untuk ke toko ngambil telur kondisi sepeda motor sudah tidak ada.Posisi sepeda motor diparkir di teras rumah, yang dari jalan tidak terlihat karena terhalang toko dan mobil saya. Koq bisa-bisanya maling tahu di situ ada sepeda motor ya.
Dulu pada saat saya masih punya sepeda motor, sepeda motor tersebut selalu saya parkir di teras, namun selalu saya kunci cakram dan rantai di pilar teras. Kebetulan sepeda motor saudara saya tersebut tidak dikunci cakram ataupun dirantai dengan asumsi toh sampai pagi masih ada kegiatan di rumah saya jadi dianggap aman. Ternyata pemikiran ini benar-benar disikapi secara “bijak” oleh si maling. Kalo dipikir-pikir, guyonan di film-film memang benar adanya. Misalnya. guyonan seperti “tempat teraman adalah tempat yang paling berbahaya” benar-benar pas dengan kondisi tadi pagi. Dengan berasumsi bahwa sepeda motor diparkir di teras yang tertutup oleh toko, mobil dan pagar depan juga dirantai kapal lengkap dengan gembol solid 50mm, ternyata amblas juga sepeda motornya. Rantai pagar kelihatannya dipotong oleh si maling karena saya sendiri yang membeli rantai itu. Waktu itu saya beli 1 meter dan saya potong jadi dua untuk 2 pagar. Nah, setelah disandingkan, rantai pagar satunya memang menjadi lebih pendek, kesimpulan saya sepertinya benar bahwa rantai memang dipotong, kemudian gembok dibawa si maling untuk menghilangkan jejak.
Yah, mungkin hari tadi memang hari naas bagi saudara saya, wong biasanya dia main ke sini juga tidak pernah bawa sepeda motor.
Semoga ini bisa menjadi pelajaran dan pengalaman bagi kita semua. Jangan pernah punya pikiran-pikiran seperti “Ah, cuman parkir sebantar aja, ga usah dikunci ganda lah”, “Di sini tempat paling aman untuk pakir, ga perlu dikunci ganda’. Hilangkan semua asumsi tersebut, biasakan untuk kunci ganda bagi sepeda motor dan kunci setir + alarm bagi mobil (dan jangan lupa asuransi, he he he).
Memang kita tidak bisa menjamin 100% bahwa maling tidak bisa mengakali kunci-kunci yang kita pasang, tetapi paling tidak kalau memang toh terjadi kehilangan setelah semua proses pencegahan dilakukan, kita tidak terlalu larut dalam penyesalan dan memang semuanya terjadi karena memang harus terjadi dan kita memang lagi APES.
ASPADALAH!! WASPADALAH!! kejahatan bukan hanya terjadi karena ada niat dari pelakunya tapi juga karena ada kesempatan! Oleh karena itu sebisa mungkin hilangkan kesempatan itu dengan memproteksi secara menyeluruh.













2 Comments
wah, turut berduka cita atas sepeda yang hilang itu… pak, nek mengingat tingkat kekayaanmu, koyoke wis wayahe awakmu duwe cctv… tapi ojok ah… malahan cctvne sing dicolong engkok hehehe… berarti penguncian pagar, meskipun sudah sepagi apapun masih tetep mutlak bos!!!
[Reply]
iyo boss, wingi aq yo lagi ndelok-2 IP Camera… yo paling ga iso dige barang bukti ge isilup he he he .. tapi koq yo larang yo ha ha ha
[Reply]