Susahnya jadi tukang ledeng

Pagi ini tambah satu lagi pengalaman saya, ya jadi tukang ledeng. Namun kali ini bukan tukang ledeng biasa, melainkan memasang pemanas air yang menggunakan gas sebagai sumber pemanasnya. Dengan percaya dirinya, saya persiapkan semua perkakas mulai bor beton, obeng, kunci pipa, palu dan lain-lain yang nantinya diperlukan.

Pemanas air yang saya gunakan adalah merk Paloma buatan Jepang seharga Rp 1.450.000. Saya memilih pemanas ini atas anjuran teman-teman yang sudah memakainya. Karena menggunakan bahan bakar gas, pemanas ini bisa dibilang lebih irit dibandingkan pemanas listrik (apalagi untuk rumah yang listriknya kelas bisnis, bisa bangkrut tar).

Nah, pemasangan dimulai dengan memasang alat pemanas di tembok kamar mandi. Selanjutnya  bor beton digunakan untuk melubangi porselen yang digunakan untuk memasang sekrup menggunakan penjepit sekrup (saya lupa namanya). Nah setelah pemasangan alat pemanas, kegiatan berikutnya adalah memasang

jalur pipa air masuk, air keluar dan jalur gas. Kebetulan di sini terjadi kebingungan dimana pertama saya memasang jalur pipa air masuk secara terbalik dengan jalur gas. Setelah bersusah-payah memasang pipa fleksible pada alat dan pada shower, akhirnya semua selesai. Karena pemasangan yang salah, alhasil alat pemanas tidak mau jalan, air juga tidak mau keluar, ha ha ha.

Akhirnya saya menghubungi teman saya yang sudah pernah memasang dan menanyakan tentang jalur air masuk dan keluar dan memang benar, apa yang saya lakukan pada awal tadi memang salah, ha ha ha. Setelah dibongkar ulang dan dibalik pemasangannya, akhirnya shower air panas bisa berfungsi dengan baik meski harus menunggu sampai jalur gas mengering terlebih dulu karena sebelumnya terisi air :( .

Tamiplan pemanas air secara utuh.

Tampilan jalur air masuk (kanan), air keluar (tengah) dan saluran gas (kiri)

Seharusnya drat kuningan adalah untuk air, sementara tadi pas pemasangan pertama, air masuk lewat jalur pipa putih (yang harusnya untuk gas, ha ha ha).

Setelah uji coba penggunaan.. ternyata masih ada yang kurang… Pemanas tidak mau menyala jika kontrol panas tidak diposisikan pada HOT karena semburan air PDAM ternyata masih kurang kencang, dan otomatis ini mengakibatkan shower tidak bisa dipergunakan secara langsung, melainkan harus dicampur dulu dengan air dingin :(

Kemungkinan masih harus dilakukan modifikasi lagi yaitu dengan memasang kran ganda panas dan dingin  sebelum masuk ke shower sehingga campuran air hangat bisa diperoleh… Yah, masih harus bersabar untuk bisa mandi malam-malam :)

Mungkin Perlu Dibaca Juga...

1 Star2 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
1,908 views

7 Comments

  1. Posted November 2, 2008 at 7:15 am | Permalink

    hehehehe… ternyata…
    Baru tahu gw…

    Tukang Komputer mau jadi Tukang Ledeng.. bisa-bisa tukang ledeng ga dapat kerja lagi…

    [Reply]

  2. pakwie
    Posted October 28, 2009 at 11:20 am | Permalink

    Gimana caranya ngebor/melubangi tegelnya? apa menggunakan bor beton cukup? atau pakai sirkel? Makasih

    [Reply]

  3. eko wah yu.s
    Posted October 28, 2009 at 12:21 pm | Permalink

    @pakwie.. bor yang untuk melubangi itu apa ya namanya … he he he saya ga tau namanya … tapi yg jelas pake itu buat ngikis porselin ..

    kalo langsung bor beton ya bisa pecah semua ….

    [Reply]

  4. didik
    Posted December 2, 2009 at 9:18 pm | Permalink

    kalau tekanan air pdam kurang bagus gimana ya? apa perlu booster?

    [Reply]

  5. eko wah yu.s
    Posted December 2, 2009 at 9:21 pm | Permalink

    @didik…

    betul … teman saya ada yang pake booster untuk menambah tekanan air PDAM.

    Kalo saya sendiri sih tidak pake, karena selain PDAMnya cukup kenceng, frekuensi penggunaan air justru saat2 off-peak, macam pagi hari saat subuh dan malam hari setelah isya’ (pas air lagi dingin-2nya)

    [Reply]

  6. taufiq
    Posted February 15, 2010 at 2:14 pm | Permalink

    untuk regulator/ kran yng masuk ke tabung gas yang cocok pake merk apa ya, karena sering error, mohon dibantu

    [Reply]

    eko wah yu.s Reply:

    @taufiq, saya kurang tahu merknya… coba nanti saya cek. Yang jelas saya belinya di toko pemanas tersebut, dan itu anjuran dari toko. Alhamdulillah sampai sekarang tidak pernah trouble.

    [Reply]

  7. agra
    Posted April 1, 2010 at 10:00 am | Permalink

    Pak, ini sebenarnya pertanyaannya gak begitu nyambung sih, tapi kira2 bapak tau pusat servis dan penjualan water heat er Paloma?

    [Reply]

    eko wah yu.s Reply:

    saya pas beli ga mikir sampe segitu … soalnya tokonya bilang kalo ada trouble suruh menghubungi toko .. dia ada tukang servisnya….

    [Reply]

Post a Comment

Your email is never shared. Required fields are marked *

*
*