Pesona Pantai Sendang Biru & Pulau Sempu Malang

Weekend kemaren saya sekeluarga menyempatkan diri untuk berekreasi di Pantai Sendang Biru dan Pulau Sempu, Malang Selatan. Ga tau entah berapa lama kami tidak memiliki waktu untuk melupakan peradaban dan rutinitas pekerjaan sehari-hari. Oleh karenanya momen weekend kemaren benar-benar saya manfaatkan untuk keluarga.

Kami berangkat dari Malang jam 8.00 menggunakan kendaraan pribadi, Daihatsu Xenia Li yang masih berumur beberapa bulan, saya sendiri yang nyetir. Pada mulanya saya sempat ragu dengan kondisi di jalan, karena setelah gogling sana sini dan sempat lihat peta lokasi di gogle map dan google earth agak ngeri juga karena jalannya berkelok-kelok dan di daerah perbukitan.

Namun karena niat yang kuat akhirnya jalan yang belum pernah saya lewati pun terlampaui. Jalur menuju ke Sendang biru sebenarnya cukup mudah, yaitu dari Malang menuju ke Gadang, trus ke arah Turen. Dari Turen menuju ke Sitiarjo, Sumbermanjing Wetan dan Sendang Biru. Kami sampai  di Pantai Sendang Biru sekitar jam 10.30 maklum, belum tahu medan, jadi agak grogi pas mulai masuk perbukitan, belum lagi di jalan yang cuman pas dilalui dua kendaraan itu berkali-kali mobil kami berpapasan dengan truk pengangkut batu kapur dan pengangkut ikan, jadi salah satu harus mepet ke tebing dulu supaya kendaraan lainnya bisa lewat. Otomatis, karena saya pendatang dan baru di medan ini, saya selalu inisiatif untuk mengalah, ha ha ha.

Mobil Xenia yg kecil ini diisi 7 orang + 1 balita, dengan AC dinyalakan penuh sehingga pada saat tanjakan jalannya agak ndut-ndutan, maklmum cuman 1000 cc. Setelah sampai di Sendang Biru, kami berisirahat sebentar, dan tanpa harus bingung dengan apa yang akan kami lakukan selanjutnya, ada Pak tukang ojek yang menanyakan rencana perjalanan kami. Kami sampaikan bahwa kami ingin ke bersantai sebentar di Pulau Sempu tetapi tidak sampai menginap. Akhirnya oleh Pak tukang ojek tersebut, saya diajak ke pos perhutani setempat untuk mengurus perijinan karena Pulau Sempu termasuk kategori cagar alam. Setelah ngisi form dan segala macam, saya membayar Rp 20.000 (sukarela) dari tarif seharusnya Rp 60.000 (untuk yang ingin menginap/camping di Pulau Sempu).

Untuk menuju ke Pulau Sempu, kami naik perahu yang juga dicarikan oleh Pak tukang ojek tadi. Tarif naik perahu ini adalah Rp 100.000, dimana sebelum merapat di pesisir utara Pulau Sempu, kami sempat diajak tur keliling selat.  Sampai di pesisir utama sekitar jam 11.00, selanjutnya kami bersantai sejenak, bermain pasir dengan anak saya yang masih balita, dan yang lainnya menyempatkan diri untuk mandi di pantai.

Sesuai kesepakatan dengan tukang perahu, kami minta dijemput jam 12 siang, dan tepat jam 12 siang, perahu sudah menjemput kami. Kami segera berbenah dan kembali ke Pantai Sendang Biru. Di Pantai, kami membersihkan diri dulu, sholat dan selanjutnya acara inti makan-makan di tepi pantai di bawah pohon yang rindang,  dan setelah itu kami menyempatkan diri untuk ke pasar ikan untuk membeli Ikan Tuna segar.

Setelah kami rasa cukup, kami memutuskan untuk pulang dan sampai di Malang jam 4 sore. Tidak seperti pada saat berangkat, kali ini saya sudah hafal dengan jalanannya sehingga perjalanan cukup singkat. Pada saat sampai di Turen hujan turun dengan deras sampai-sampai wiper mobil harus menggunakan kecepatan tinggi.

Terlepas dari lelah dan capek yang kami rasakan sesampainya di rumah, kami sekeluarga cukup senang dan puas bisa bersantai barang sejenak di pantai setelah rutinitias sehari-hari di kantor dan di rumah. Namun sayang sekali, kami tidak bisa menikmati pemandangan segara anakan dan danau lele yang katanya luar biasa bagus. Mungkin lain kali saya akan kembali ke sana dengan rencana yang berbeda dan menginap di Pulau Sempu.

Berikut foto-fotonya

Mungkin Perlu Dibaca Juga...

1 Star2 Stars (2 votes, average: 0.00 out of 5)
Loading ... Loading ...
13,158 views

12 Comments

  1. adamayax
    Posted June 6, 2009 at 10:19 pm | Permalink

    biaya apa ja yang harus d keluarkan kl k pualu sempuh maz…???
    Tq

    [Reply]

  2. eko wah yu.s
    Posted June 7, 2009 at 1:51 pm | Permalink

    @adamayax …

    posisi anda di mana?

    kalo dari malang, dari terminal arjosari, cari aja angkot jurusan gadang, trus oper angkot jurusan turen, lalu dari turen cari angkot yang ke sendang biru, ongkosnya ga lebih dari 20ribu.

    di sendang biru, untuk nyebrang ke sempu bayar perahu max 100rb.

    berhubung waktu itu saya bawa kendaraan jadi ga tau pasti untuk ongkos angkotnya …

    [Reply]

  3. priyo
    Posted June 13, 2009 at 8:34 am | Permalink

    Mas kalo kemah di pulau sempu apa bisa? Trus bagaimana caranya.

    [Reply]

  4. eko wah yu.s
    Posted June 13, 2009 at 8:41 pm | Permalink

    @priyo … sangat bisa boss.. di sekitaran segara anakan biasanya dipake camping…

    [Reply]

  5. Mus
    Posted December 23, 2009 at 3:13 pm | Permalink

    Mas…
    Saya untuk camping di pulau Sempu, aman nggak ketika kita bawa anak-anak..

    [Reply]

  6. ais
    Posted February 1, 2010 at 7:49 am | Permalink

    kalau kita naik dari arah pasar besar leawt mana tuh kl pake kendaraan pribadi??

    [Reply]

    eko wah yu.s Reply:

    dari pasar besar anda ambil jalur ke selatan, menuju pasar gadang, lalu ke arah selatan (turen)

    [Reply]

  7. indra cahyo pss
    Posted March 3, 2010 at 11:50 am | Permalink

    rencanannya kami bersepuluh mau ke sendang biru akhir bulan ini….dari surabaya butuh berapa jam? n apakah malam hari ga berbahaya di jalan???? krena kami pengen tau jika malam hari di sendang biru,,,,,,,,,,,

    [Reply]

    eko wah yu.s Reply:

    surabaya malang paling cepat 2 jam.

    Malang – sendang biru paling cepat 3 jam.

    Di sekitar sendang biru juga ada penginapan minimalis koq.

    masalah keamanan saya belum pernah dengar ada kasus koq di sendang biru

    [Reply]

  8. shasha
    Posted March 17, 2010 at 12:22 pm | Permalink

    pak,posisi saya ada di surabaya..
    akhir pekan ini berencana kesana bersama temen kira-kira 8 orang dengan mengendarai motor.

    untuk parkiran motornya aman tidaknya?kami rencana camping juga soalnya..

    lalu masalah perahu maksimal muatannya berapa orang?

    kalau senadainya sampai sendang birunya sudah mendekati malam,apa perahunya masih ada dan aman tidak saat menyebrang?

    [Reply]

    eko wah yu.s Reply:

    8 orang masih muat koq …

    kalo utuk parkir, sepengetahuan saya di sekitar sendang biru ada tukang parkirnya… plus kalo ga salah juga ada penginapannya meski cuman ala kadarnya…

    [Reply]

  9. alya
    Posted April 7, 2010 at 1:12 pm | Permalink

    Mas mau tanya sewa perahu 100.000/orang ato per perahu???
    uang masuk ke pulau sempu itu 20.000/orang??? makasih yaa

    [Reply]

    eko wah yu.s Reply:

    per perahu…. kalo uang masuknya sebenarnya ga ada tarif pastinya … tar bayarnya di petugas perhutani yang ada di pos.

    [Reply]

  10. benny
    Posted April 26, 2010 at 12:52 pm | Permalink

    mas mau tanya…
    kalau kesana kira2 bus pariwisata besar bisa masuk lokasi gak..??

    [Reply]

    eko wah yu.s Reply:

    kalo bis pariwisata besar kayaknya agak sulit … apalagi pas jalur masuk ke sendang birunya …

    kalo bis kecil mungkin masih bisa…

    informasi terakhir jalan menuju ke sana sih sudah hotmix … tapi untuk lebarnya saya kurang jelas…

    [Reply]

  11. Posted May 8, 2010 at 6:26 pm | Permalink

    jagalah surga itu agar tiada pernah meninggalkan kita!

    [Reply]

  12. dewi
    Posted July 24, 2010 at 9:00 pm | Permalink

    mas salam kenal ya …
    mas , saya dan teman teman rencana ke sana … tapi kalo mau kesegara anakan dan danau lele itu harus nginep di pulau sempu ?? atau gimana ?

    [Reply]

    eko wah yu.s Reply:

    betul … lebih baik menginap di pulai sempu …alias camping …

    nyaman koq di sana ….

    [Reply]

Post a Comment

Your email is never shared. Required fields are marked *

*
*