Nokia C2-03 Dual GSM – moga-moga sesuai harapan

Setelah pasar dibanjiri dengan produk Dual GSM, GSM-CDMA dan bahkan yang terbaru adalah DUAL GSM + CDMA oleh ponsel buatan China, akhirnya Nokia merilis Dual GSM-nya (setelah Samsung sempat menjadi pemain juga).

Tren mempunyai lebih dari 1 nomor GSM tampaknya sudah menjadi hal yang biasa di kalangan bisnis dan juga user biasa. Alasannya macam-macam, mulai dari peruntukan nomor bagi kebutuhan bisnis supaya tidak tercampur dengan nomor lainnya, maupun banyak nomor karena faktor pilihan tarif.

Setelah dulu sempat hampir membeli ponsel ini, dan tertunda, akhirnya saya membeli juga setelah kemaren sempat memegang langsung ponsel ini. Kesan pertama saat pegang built quality cukup bagus, tidak terkesan ringkih, slidingnya juga mantap, di samping touch screen juga yang sangat membantu (meskipun hanya resistive alias harus ditekan dan bukan di sentuh, hehehe).

Di pasaran, ponsel ini dibandrol antara 850 – 1,025 tergantung stok. Dengan harga yang segitu, saya rasa user yang mempertimbangkan fungsi dibandingkan fitur akan sangat tertarik untuk mencoba.

Meski belum banyak review yang ada, saya berharap ponsel ini dapat menjadi pilihan terakhir untuk ponsel Dual GSM dengan berbekal nama besar Nokia, sehingga tidak seperti ponsel Dual GSM ato GSM-CDMA buatan China yang tidak terlalu bagus kualitasnya.

Di situs GSM Arena, ponsel ini hanya mendapat nilai 6,8 pada desain, 6,4 pada fitur, dan 6,4 pada performance. Artinya dari votes yang diberikan oleh user ataupun pengamat, mungkin ponsel ini hanya pada level sedang ke bagus. Tetapi review tetaplah review, semua kembali ke user masing-masing. Prinsip fungsi mengalahkan fitur tetap menjadi pertimbangan utama ketika saya memilih ponsel ini. Sebagai catatan saja, saya sudah punya ponsel lain dengan fitur dan kualitas yang sangat memadai, tetapi membawa banyak ponsel rasanya koq kurang praktis sehingga sekedar mencoba saja menggunakan ponsel ini, semoga nanti sesuai dengan harapan.

Fitur yang dimiliki ponsel ini bisa dibilang cukup standar, dengan kamera 2,0 MP (ga penting, ponsel lain sudah 5MP plus DSLR 15MP) , GPRS/EDGE Clas 12 (ga penting, buat apa kalo udah ada ponsel lain yang 3G), Radio FM, Phonebook 1000 entries, Baterai Stanby s.d 400 jam, dan fitur2 standar lain yang dimiliki oleh ponsel Nokia.

Setelah dicharge hampir 6 jam, ritual pemindahan data dan kontak dimulai, lanjut dengan test sinyal, test call ke kedua SIM Card, dan test sms ke kedua SIM Card. Kesan pertama pengoperasian touch screen, cukup responsif meski hanya resistive, proses buka tutup pesan juga relatif cepat (meski ga instan) sekitar 2 detik. Di bawah cor beton, dimana Blackberry Torch ga dapet sinyal, ponsel ini masih dapet sinyal 3 bar (dari 4 bar). Gengaman di tangan juga cukup nyaman, mudah dioperasikan dengan satu tangan meskipun pas buka slidingnya. Yang blon ditest adalah penerimaan suara saat telepon. Ada yang bilang kualitas penerimaan sinyal saat menerima telepon agak kurang bagus.

So, kita tunggu aja 2-3 bulan pemakaian untuk memberikan penilaian yang komprehensif dari ponsel ini.

 

==== update 2 Des. 2011

Setelah pemakaian 3 hari non-stop, tangan sudah mulai teriasa dengan pencetan touchscreen resistive dan keypadnya. Selain itu bisa dibilang baterai juga lumayan tahan, dengan pemakaian intensive selama durasi 3 hari,  sekarang posisi baterai masih 1 bar, dengan perkiraan besok pagi mungkin baru benar-benar habis.

So, secara umum not bad lah untuk ponsel dengan harga segini.

 

 

 

 

Artikel Paling Banyak Dikomentari

1 Star2 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
234 views

Post a Comment

Your email is never shared. Required fields are marked *

*
*