Merakit Sepeda Idaman – susah juga ternyata

Kurang beberapa hari lagi, Polygon Xtrada saya akan berpindah tangan. Sudah sejak beberapa hari yang lalu saya kebingungan mencari pengganti. Waktu itu satu-satunya pilihan ada pada Polygon Cosmic CX 1.0, dan setelah bertanya kesana kemari di dealer polygon, ternyata semua stok kosong sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Akhirnya setelah pusing tujuh keliling, saya mencoba membuka diri untuk melirik merk-merk built up seperti Scott dan Kona. Dari dua merk ini, pilihan ada pada Scott Reflex dan Kona Blast (pilihan yang sesuai budget maksudnya). Namun, setelah saya lihat barang dan cek spesifikasinya, ternyata jauh dari harapan saya. Karena saya sudah pernah merasakan bersepeda menggunakan 24 speed (Polygon Xtrada), wajar dong kalo ketika sekarang akan berganti sepeda, keinginan untuk mencoba 27 speed begitu menggebu-gebu.

Setelah saya pertimbangkan masak-masak, niatan untuk membeli full bike saya urungkan, dan saya mencoba beralih ke rakitan, yaitu memilih sendiri komponen-komponen sepeda sesuai dengan keinginan dan alokasi budget saya. Ternyata tidak mudah juga merakit sepeda . Setelah beberapa hari menyambangi forum-forum sepeda seperti sepedaku.com yang walaupun sempat tersendat-sendat karena ada server maintenance dan gogling informasi terkait dengan komponen-komponen yang akan saya pakai, akhirnya saya mendapatkan gambaran umum pada rencana perakitan sepeda baru ini.

Menurut yang saya dapat dari berbagai sumber, ada beberapa prioritas dalam merakit sepeda misalnya seperti yang saya dapat dari sepedaku.com lagi. Di situ, urutan prioritasnya adalah sebagai berikut:

  1. Frame. Di sini, pemilihan frame akan menentukan tentang seperti apa sepeda tersebut nantinya akan digunakan. Apakah itu XC (cross country), DJ (dirt jump), AM (all mountain), FR (free ride) atau DH (down hill).
  2. Fork atau Shock. Pemilihan fork yang utama adalah menentkan jarak travel  yang akan dipakai (80-110 xc, 125-145mm AM, 140-165mm aggresive AM, 150-180mm FR, 180-200mm DH). Fork juga menentukan kenyamanan, terutama pada saat melibas jalan-jalan yang kurang bersahabat, sehingga tangan tidak pegel.
  3. Wheelset dan ban. Di sini pemilhian ban, velg, hub harus cocok dengan fork dan framenya dan juga penggunaan sepeda tersebut. Misalnya, untuk XC velg lebar kurang pas digunakan demikian pula sebaliknya.
  4. Crankset  dan casssete. Kedua komponen ini menentukan kenyamanan kita saat mengayuh sepeda. Semakin ringan crankset maka semakin nyaman bagi kita.
  5. Control: meliputi pedal, stem, stang, seatpost dan sadel sebagai piranti anggota badan kita dr tangan, pantat dan kaki mengendalikan sepeda
  6. Brake set: pilihan antara V-brake dan disc-brake kadang juga agak dilematis, karena ada yang bilang kalau masih pake disc-brake yang mekanik mending pake V-brake aja. Kecuali kalo ada dana lebih buat disc brake yang hydrolic.
  7. Grupset jadi prioritas terakhir, sesuaikan dgn kebutuhan , nggak harus beli yg terbaik kan (XTR ato X.0) klo sekedar buat muter2 komplek.

Namun, setelah saya pertimbangkan lagi, prioritas-prioritas itu saya balik.

Prioritas 1: Groupset.

Saya lebih mendahulukan Grupset karena ini yang menurut saya memberikan perbedaan terbesar dalam kenyamanan bersepeda. Antara penggunaan 24 speed vs. 27 speed jelas sekali bedanya pada saat menempuh trek menanjak (saya sudah berkali-kali kedodoran pas bareng sama temen yang pake 27 speed). Pertimbangan kedua adalah kemungkinan untuk upgrade komponen groupset bisa dibilang sangat kecil karena jika ingin mengganti salah satu komponen dalam groupset, biasanya harus ada beberapa komponen lain yang harus disesuaikan. Saya tidak mengatakan bahwa setiap komponen dalam groupset tidak bisa menggunakan campuran tipe komponen yang berbeda (seperti Alivio dengan Deoro, atau Deoro dengan XTR), tetapi pertimbangannya adalah dari faktor estetika (ha ha ha) dan juga keserasian (yang pasti udah diperhitungkan dari pabriknya) toh sepeda Scott maupun Kona sekalipun menggunakan campuran komponen groupset. Namun, sangat kurang pas menurut saya kalau dalam grupset terdapat macam-macam komponen yang berbeda. Otomatis, jika groupset memiliki komponen yang sama, maka jika ingin mengupgrade dengan seri yang sama pula, maka dampak terbesar adalah masalah budget.

Prioritas 2: Fork

Urutan kedua adalah fork karena ini mempengaruhi kenyamanan kita pada saat melewati jalan berbatu, makadam, pedesaan dan jalan-jalan yang bergelombang sehingga tangan ga pegel atau kesemutan karena getaran yang timbul dari fork yang kurang empuk. Untuk pertimbangan budget, fork saya rasa masih upgradable di masa mendatang karena sifatnya hanya komponen tunggal, sehingga kalaupun pilihan pertama mungkin dirasa kurang pas pada saat sudah dipakai, saya masih bisa memikirkan untuk menggantinya (dengan pengorbanan yang tidak terlalu besar).

Prioritas 3: Frame

Pilihan ketiga baru ke frame karena saya pikir, untuk penggunaan standar XC, ga perlu lah saya beli frame sekelas Kona yang harganya sampe jutaan itu. Cukup frame generik aja yang penting prosesi mengayuh sepeda tetap nyaman. Memang saya sempat membaca bahwa ada kasus frame generik yang patah saat dipakai. Menurut saya, itu bukan karena salah memilih frame, tetapi murni kesalahan penggunaan. Jelas tidak memungkinkan jika frame XC dipakai nutuk FD dong.

Prioritas berikutnya: Crankset  dan casssete, Control, dan Brake set

Kenapa saya menggabungkan komponen-komponen di atas menjadi satu prioritas terakhir? Jawabannya sederhana: upgradeability. Komponen-komponen tersebut sifatnya adalah komponen tunggal, dan bisa diganti sewaktu-waktu dengan pengorbanan budget yang tidak begitu besar. Namun masalah upgradeability ini mungkin kurang pas untuk break set karena jika ingin atau berencana untuk mengganti breakset tipe V-brake menjadi disc-brake (baik mekanik maupun hidrolik), maka komponen hub otomatis harus diganti. Tetapi ini masih tetap dalam batas toleransi dari sisi pengorbanan.

Nah, setelah mendapatkan gambaran umum seperti di atas, tiba saatnya berpikir masalah budget (ini yang utama). Untuk budget, saat itu saya patok maksimal 6 juta rupiah, baik untuk full bike ataupun untuk rakitan. Sebenarnya sedikit overbudget (banyak juga sih) dari rencana awal memboyong Cosmic CX 1.0 yang seharga Rp. 4,445,000. Namun karena tidak ada pilihan lain di antara range budget segitu dengan komponen yang sesuai harapan saya, akhirnya patokan saya naikkan dan memutuskan untuk merakit saja.

Sebagai gambaran bagi yang mungkin ingin merakit sepeda dengan budget yang hampir sama, list komponen yang sudah saya beli berikut ini mungkin bisa dijadikan pertimbangan:

Frame Scott Generik
Fork SUNTOUR – XCR
Stem Amoeba 310
Steer Bar P2 A3xB
Hand grip Specialized endura
Stem spacer biasa
Headset P300
Sadle Velo
Seat post Falloy 27.2
Seat clamp MT
Rim/velg Araya TM
Karet rim biasa
Spoke SHS – stainless black
Ban luar Maxiss ukuran 1.95
Ban dalam Polygon
Pedal Polygon
As roda depan Shimano Alivio
As roda belakang Shimano Alivio
Rem Shimano Deore
Tuas Rem Shimano Deore
Tuas Persneling Shimano Deore
Gir depan Shimano Deore LX
Gir belakang Shimano Deore
FD Shimano Deore
RD Shimano Deore
Chain Shimano Deore
Kabel rem/grupset biasa

Ditambah komponen-komponen pelengkap, sepeda rakitan di atas saya boyong dengan duit Rp 5.490.000 (harga bervariasi tergantung toko).Nah, tadi sore semuanya sudah siap dan sudah saya bayar, besok sore tinggal ngambil setelah dirakit oleh mekanik di toko. Sebenarnya sih tidak sabar untuk melihat seperti apa sepeda idaman itu jadinya, tapi berhubung kewajiban utama ngantor tidak bisa diabaikan ya harus tetap bersabar, ha ha ha.

Pesan:

  1. “Racun” itu mematikan. Jika tida ingin keracunan upgrade, tentukan budget terlebih dahulu, jangan sampai sudah sampai di toko tetapi tidak memiliki gambaran umum tentang budget yang akan dihabiskan, bisa-bisa malah ikut arusnya penjual dan budget jadi bengkak.
  2. Kalau sudah berkeluarga, bawa istri biar bisa jadi brake set hidrolik yang pakem buat ngerem agar tidak “keracunan”.

Selamat datang sepeda baru dan selamat merakit bagi para pembaca yang berminat.

Mungkin Perlu Dibaca Juga...

1 Star2 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...
32,543 views

105 Comments

  1. Posted November 19, 2008 at 1:58 pm | Permalink

    minggu ini ada acara tour sepeda di malang, ikut….ikut

  2. admin
    Posted November 19, 2008 at 2:01 pm | Permalink

    wah … weekend ini mo keluar kota, nenek berangkat haji

  3. Daniel
    Posted November 26, 2008 at 4:53 pm | Permalink

    om blh tny nga???
    klo frame scott generik yg om pk brp duit???
    fork=shockbreaker kan???
    stem itu bgian mn???
    maklum mci newbie…
    bru pny poly vector…

  4. admin
    Posted November 26, 2008 at 5:11 pm | Permalink

    @Daniel, untuk frame-nya saya dapet sekitar 850an, dan untuk fork (shockbreaker atau garpu) saya dapet sekitar 600rb. Stem itu tangkainya stang kemudi.
    Polygon Vector saya rasa juga sudah bagus.. cuman kalo saya pribadi kurang cocok sepeda yang fullsus (dual suspension)

  5. Daniel
    Posted November 28, 2008 at 2:59 pm | Permalink

    owh…
    klo yg d speda om, yg d stang warna putih y???
    (mngil om krna sy mci klz 3 smp)
    kek gitu brp an??
    klo d vector dy nga pny stem…
    handle na lngsng nyambung….
    truz mau nny om…
    klo gir dpn pny shimano alivio truz gir blkng deore, bs nga???
    hbis deore support 9 speed, klo alivio 8…
    truz klo rantai buat 9 speed d pk buat 8 speed bs nga???
    klo frame generik gmpng patah ato nga???
    maklum dulu speda papa saya (skrng papa sy umur 41 bli pas umur 35) merk canondell asli(bekas bli dr tmn papa sy)dipinjem buat DH ma om saya nga patah…

    nny lg om, seat post ma seat clamp brp an???

  6. admin
    Posted November 28, 2008 at 8:56 pm | Permalink

    @daniel…
    wah, maaf kalo harga pastinya saya udah ga inget naruh notanya di mana.. ada baiknya anda langsung ke toko sepeda aja ato coba ke sepedaku.com, di sana banyak panduan yang bisa diperoleh.

    untuk gear depan dan belakang beda bisa, toh saya depan pake deoer LX, belakang deore tok. yang membedakan nanti rantainya.. soalnya antara rantai untuk gear 8 dan 9 beda.

    kalo urusan gampang patah atau tidak pada frame generik, tergantung pemakaian, soalnya frame Scott ini untuk XC, bukan DJ ato DH.

  7. Daniel
    Posted November 29, 2008 at 6:39 am | Permalink

    owh…
    iy”…
    jdi kalo gear dpn pk alivio, blkng nga bs pk deore???
    ngmng” om emang tngal dmna???
    klo d jakarta mngkin bs saya kunjungungi tmpt beli sepeda nya..

  8. admin
    Posted November 29, 2008 at 9:36 am | Permalink

    untuk lokasi toko sepeda bisa di cek di artikel tentang alamat toko sepeda (http://www.ekowahyu.com/sepeda/alamat-toko-sepeda/) …

  9. Daniel
    Posted December 1, 2008 at 4:43 pm | Permalink

    om eko mau nny…
    klo d handle/steer bar ad tulisan 25,4 atau 31,2 itu maksud na ap???
    contoh:
    amoeba husar 25,4

  10. admin
    Posted December 2, 2008 at 2:26 am | Permalink

    Itu diameter stang. Ada yang bagian tengah stang diameternnya agak besar dan ada juga yang standard alias sama diameternya mulai ujung stang sampai tengahnya.

  11. Posted February 2, 2009 at 2:16 pm | Permalink

    weiew,..
    merakit sepeda sampe segitunya,..
    om ada ngga yang jual second,.?? :D

  12. admin
    Posted February 2, 2009 at 5:44 pm | Permalink

    @angus… itu masih belum seberapa … banyak komponen yang sebenarnya hanya kategori sedang. Di atasnya masih banyak lagi .. ga mampu lah, he he he

  13. Mardefi
    Posted February 3, 2009 at 2:29 pm | Permalink

    Om Eko,
    Kalau list komponen yang diatas, komponen mana yang paling besar menghabiskan anggaran ? Ane ada rencana mau merakit juga, tapi Budget ane hanya 3jt.
    mohon Guide nya dong untuk komponen-komponen yang di recomendasikan untuk budget segitu….

  14. Agung
    Posted February 3, 2009 at 3:27 pm | Permalink

    Mo nanya,klo beli bekas biasanya yg harus diperhatikan bagian apanya ya? Utk sepeda xtrada-nya itu laku berapa? Biasanya hrg baru ma second terpaut brp? Thanks bgt..

  15. admin
    Posted February 3, 2009 at 4:30 pm | Permalink

    @mardefi, untuk komponen yang paling menghabiskan anggaran tentu saja groupset yang terdiri dari RD (mekanik gir belakang), FD (mekanik gir depan), gir set, crank, rantai. Karena otomatis pembelian grupset harus sinkron misalnya ga mungkin gir belakang dipasang 9 speed sementara RD nya cuman mampu 8 speed.

    Tetapi, kalau diukur dari itungan 1 komponen, tentu saja Frame adalah komponen yang paling makan biaya (apalagi kalau framenya bukan generik alias original, bisa2 malah dapet sepeda baru merek lokal).

    @Agung..
    Sepeda itu kunci utama pada frame. kalau bekas, asalkan frame masih belum karatan saya rasa masih layak beli. Kalau komponen penggerak, biasanya tergantung perawatan, tetapi kemungkinan rusak parah sangat kecil kecuali tidak pernah diberi pelumas, tidak dibersihkan setelah menempuh jalur basah/lumpur dll sehingga sela2 rantai, gir kotor dan menyebabkan karat juga.

    Untuk Extrada, saya beli dulu Rp 1.995.000, pas saya jual laku Rp 2.000.000 ha ha ha ….

    Kalau untuk ukuran sekarang, kayaknya mendingan beli baru aja soalnya beli bekas harga sekarang sama aja beli baru harga dulu sebelum kenaikan terakhir. terpautnya paling sekitar 20-30 persen (kata penjual)

  16. Agung
    Posted February 3, 2009 at 6:17 pm | Permalink

    Iya thanks infonya, Soalnya aku liat hrg xtrada skrg dah 2,745… Seumpamanya yg Cozmic CX10, ready stock.. Mas tetep milih merakit ato beli cozmic tsb?? Krn dana-ku cuma 4-4,5 jt, aku ragu pingin beli jadi,merakit,ato beli bekas.. Thanks bgt.

  17. admin
    Posted February 3, 2009 at 10:44 pm | Permalink

    @Agung..
    kalau misalnya stok Cozmic 1.0 atau bahkan 2.0 ready stok, pasti saya ambil salah satu dan tidak merakit karena spek cozmic sudah sangat mencukupi. Secara head-to-head, jelas biaya ngrakit akan lebih besar dibanding beli full bike karena full bike dibuat secara massal sehingga bisa mengurangi biaya produksi.

    Namun, dengan merakit, kita bisa menentukan kombinasi komponen sesuai dg budget dan kebutuhan. Jika tidak ada rencana upgrade atau anda kebal racun, pilihan membeli full bike akan sangat tepat.

  18. Agung
    Posted February 4, 2009 at 8:00 am | Permalink

    Ok mas terima kasih bnyk atas informasinya.. Eh mo nanya sekali lg.. Klo-pun nti mau dijual kembali, hrg jual antara rakitan ma full bike tinggi mana yg kira2?? (yg gak turun2 amat gitu loh) Thanks bgt.

  19. admin
    Posted February 5, 2009 at 12:12 am | Permalink

    @agung, mengenai purna jual, saya kurang tahu pasti mana yang lebih punya nilai jual tinggi antara rakitan dan full bike.

    Tapi kalo pangsa pasarnya adalah hobbyst kemungkinan rakitan lebih potensial namun kalo pangsa pasarnya adalah user biasa, mungkin full bike lebih potensial karena biasanya mindset orang pada umumnya cenderung lebih percaya produk pabrikan daripada rakitan.

    kalo pengalaman kemaren sih jual Xtradanya kepada bukan hobbyst sih jadi ga bisa bandingin head-to-head, apalagi yg rakitan ini juga masih blon ada rencana kejual.

  20. Agung
    Posted February 5, 2009 at 6:25 am | Permalink

    Ok,thanks bgt ya.. Maju terus mas.

  21. Hugo
    Posted February 6, 2009 at 4:56 pm | Permalink

    Siang pak, maksudnya Polygon seri Cozmic CX sama DX apa ya? Kok kayaknya mahal yg CX..Kalau dipakai harian dijalan2 biasa enakan mana? Makasih.

  22. admin
    Posted February 6, 2009 at 10:07 pm | Permalink

    @Hugo ..
    inisial CX dg DX menujukkan perutukan utama sepeda. CX merujuk pada Cross Country alias aspal dan sedikit offroad, sedangkan DX lebih ke offroad.

    apa ga salah lihat? bukannya mahalan DX daripada CX (untuk seri terendah)? dari websitenya polygon CX1.0 dihargai 3.9jt, sedangkan DX2.0 dihargai 4.5jt… padahal CX udah pake full Deore, sedangkan DX masih pake kombinasi Deore dan lain2..

    Kalo jalan harian saya sarankan milih CX saja, karena secara bobot total lebih ringan dibanding DX. DX lebih cocok untuk trek yang ekstrim kalo kebanyakan di jalan raya sih malah cepet capek katanya…

  23. Hugo
    Posted February 7, 2009 at 12:52 pm | Permalink

    Terimakasih mas.. Maklum baru mau nyoba bersepeda,utk full deore itu maksudnya apa? Beda ma yg gak full itu apa ya? Maaf kalau nanya terus..

  24. Hugo
    Posted February 7, 2009 at 12:56 pm | Permalink

    Maaf kalau nanya ini itu,biar nanti kalau ke toko sepeda gak mati kutu.. Habis gak tau apa2.. Hehehe..Salam.

  25. admin
    Posted February 7, 2009 at 4:35 pm | Permalink

    @Hugo … deore itu kasta Shimano yang termasuk atas tapi paling bawah. Di atasnya Deore ada Deore LX, Deore XT, dan yang tertinggi adalah Deore XTR.

    Di bawahnya Deore ada altus, alivio, turney dll. Untuk lengkapnya silahkan cek websitenya shimano.

    Biasanya pabrikan polygon mengkombinasi komponennya sehingga jatuhnya total harga bisa lebih murah. Misalnya mekanis gir depan dan belakang pake Deore, tapi shifter dan girbox nya pake Alivio, trus brake-nya jg pake Alivio, dsb. Intinya kalo full deore berarti semua komponen dari transmisi sampe rem pake Deore semua.

    ijunk Reply:

    bisa di cek disini juga kasta shimano..
    http://en.wikipedia.org/wiki/Shimano#Road_bicycle_groupsets

    saya juga newbie nih baru mo coba rakit sepeda, blognya om wahyu sangat membantu (“,)v

  26. Hugo
    Posted February 7, 2009 at 6:15 pm | Permalink

    Terima kasih bnyk Pak.. Jd agak PD nih ke toko sepeda.. Thanks.

  27. Hugo
    Posted February 14, 2009 at 12:37 pm | Permalink

    Frame generik ama original bedainnya gimana pak?? Seumpamanya org bilang original padahal generik? Eh generik itu bisa dibilang palsu gak ya? Thanks..

  28. Zul
    Posted February 15, 2009 at 10:44 pm | Permalink

    Tanya om,maklum newbie yg tertarik buat rakit speda.
    Saya pingin punya speda XC/AM singkat nya buat d pake route sentul gn pancar, saya bingung milih frame stelah liat2 k bbrapa toko ada ploygon,giant,kona,specilized, etc.
    Saran nya apa om kalo budget 1-2jt untuk frame, gak tertutup kmungkinan frame yg << 1jt asal berat nya gak amit2,..Tx om atas saran nya

  29. admin
    Posted February 15, 2009 at 11:11 pm | Permalink

    @zul … kalo untuk XC frame generik saya rasa cukup memadai.. tapi kalo ud AM ato DX/DJ … mendingan pake yang ori deh… masalahnya frame ori sekelas Kona harganya bisa sama dengan full bike polygon he he he

  30. Hugo
    Posted February 21, 2009 at 10:57 am | Permalink

    Bedanya hard tail ma hybrid bike apa ya? Maksudnya polygon Xtrada ma polygon Heist.. Diliat digambarnya kok mirip bgt.? Tp mahal yg hybrid.. Trims Pak.

  31. admin
    Posted February 22, 2009 at 7:55 pm | Permalink

    @hugo…
    hybrid kalo diterjemahkan bebas adalah hibrida… mirip kelapa hibrida, jagung hibrida, dsb…

    jadi sepeda hybrid ini pada dasarnya memiliki fitur-fitur gabungan dari sepeda-sepeda yang ada sehingga memunculkan sebuah produk baru yang benar-benar beda dan otomatis lebih mahal

  32. Hugo
    Posted February 23, 2009 at 10:16 am | Permalink

    Thanks.. Umpamanya bapak disuruh ambil tanpa harus bayar,alias gratis, enak pilih yg xtrada atau hybrid Heist? Thanks pencerahannya.

  33. Hugo
    Posted February 25, 2009 at 10:52 am | Permalink

    Siang pak Eko, mau nanya nih,cranks, gir dpn itu yg isi 3,itu seumpamanya yg tengah ma yg terkecil dicopot dan diganti baru bisa gak ya? Ato harus ganti semua?? Aku punya xtr bekas,tp gir tengah dah cuil dikit,mau tak ganti pake yg murah,deore biasa,beli gir tengah aja bisa gak ya? Thanks.

  34. admin
    Posted February 27, 2009 at 11:46 pm | Permalink

    @Hugo … maaf aga lama responsnya… lg sibuk di darat… :)

    kalo disuruh milih, saya tetep prefer ke salah satu tipe, mountain atau roadbike… karena secara spek, masing-masing punya tujuan yang pasti sedangkan hybrid menggabungkan keduanya… mirip2 dengan printer all-in-one, kita tidak akan mendapatkan fungsi masing-masing secara maksimal, lebih baik membeli printer, scanner, fotocopy, scanner dan fax secara terpisah daripada membelinya dalam satu paket all-in-one karena secara fungsi dan durability jelas lebih maksimal fungsi printer secara sendirian daripada digabung dengan fungsi lain.

    untuk crank, biasanya paket dari sononya rata2 3 gir, kecuali crank untuk roadbike, ada yang hanya 2 gir. Tentang apakah bisa diganti salah satu, pada prinsipnya di situ sistemnya pake baut jadi bukan sambungan paten, jadi kemungkinan bisa dicopot dan diganti, cuman sampe sekarang saya belum pernah tahu apakah kanibaliasasi komponen bisa diterapkan.

  35. Hugo
    Posted February 28, 2009 at 10:44 am | Permalink

    Ok pak.. Terimakasih bnyk atas informasinya,nti kalau ada pertanyaan,tak mampir lg.. Thanks & sukses selalu.. Oh iya,tampilan sepeda baru hasil rakitan dgn komponen diatas gimana pak? Diceritain dong,puas,sedang ato biasa..?? Dibandingkan dgn xtradanya dulu,

  36. Hugo
    Posted February 28, 2009 at 12:40 pm | Permalink

    Nanya lg nih.. Bpk pernah tahu toko yg jual frame sepeda mtb lama??thn 90-an,lbh klasik katanya,hehe.. Nyari diinternet kebanyakan produk baru.. Maaf tmbh pertanyaannya,thanks..

  37. admin
    Posted February 28, 2009 at 9:27 pm | Permalink

    wah… kalo frame lama apa ga nyesel tar… ? lagian jarang-2 masih ada yang bagus luar dalamnya… tar luarnya bagus ternyata dalemnya udah keropos? mendingan baru aja lah…

  38. Hugo
    Posted February 28, 2009 at 11:53 pm | Permalink

    Begitu ya… Thanks atas masukkannya, utk sepeda baru-nya gimana pak? Dah sesuai harapan ato ada yg kurang puas? Wah punya bapak 5 jt lebih… Klo dibawah 3,5jt bisa gak ya dpt rakitan bagus? Yg sesuai harapan bapak?? Tentunya bagi saya jg,thanks.

  39. Hugo
    Posted March 12, 2009 at 3:53 pm | Permalink

    Siang pak,ini masalah rantai,klo posisi depan di gir luar(paling besar) dan blkng di gir terbesar, apakah posisi rantai mesti gak bisa lurus?? klo diliat dr atas/dpn(agak miring) dibanding klo gir blkng diposisi terkecil?? Begitu jg sebaliknya? Gir dpn ditengah blkng digir terkecil,rantai kok kadang2 menyentuh/menggesek gir dpn terbesar,jd bunyi.. Apa perlu penyetelan? Ato emang begitu,thanks alot..

  40. Archit
    Posted March 12, 2009 at 4:43 pm | Permalink

    wew…
    da yang tau bli sepeda ducati tuh dmn ya??
    pa ad kolektor yg puna??
    klo ad tolong ri tau ak kakak…

    ku ru punya frame folker spesial edisi..
    cuma ad satu d kota ku… ku pgen bli
    ducati skr…

    tlong infornya…

  41. admin
    Posted March 13, 2009 at 1:24 am | Permalink

    @hugo….
    sebenarnya konfigurasi gir itu ada rumusnya…. secara logika saja, penggunaan gir depan besar biasanya diikuti dengan penggunaan gir belakang paling kecil (untuk trek lurus dan untuk mendapatkan kecepatan bersepeda dengan perputaran kayuhan rendah), dan penggunaan gir depan besar diikuti dengan penggunaan gir belakang paling besar untuk trek nanjak.

    Jadi, rumus sederhana ini kalau bisa dikuti, jika tidak maka tidak akan didapatkan kayuhan yang maksimal

    Istilah kerennya adalah “rasio gigi”

  42. husen
    Posted March 14, 2009 at 6:07 pm | Permalink

    Om mau nanya nih, kalau ada budget 5 jt mana lebih baik beli full bike atau rakitan seperti yang punya om diatas? mau saya pakai ke kantor bukan off road sih, apa cukup dengan cosmic CX 2.0 aja om? makasih infonya.

  43. admin
    Posted March 15, 2009 at 7:47 pm | Permalink

    @husen…

    dulu pas saya mo beli, dengan budget segitu saya pasti pilih Cosmix CX 2.0 …

    berhubung ga ada barang, bahkan CX 1.0 pun jg ga ada, akhirnya saya memutuskan untuk merakit saja…

    CX 2.0 speknya sudah seperti sepeda yang saya rakit, cuman beda crank saja … enaknya lagi, CX 2.0 kan garansi resmi polygon, jadi kalo ada apa2 ga khawatir…

  44. husen
    Posted March 15, 2009 at 9:26 pm | Permalink

    Makasih banget om infonya, mau nanya lagi nih habis masih pemula, kalau beli CX2.0 bisa di upgrade gak ya? THX

  45. admin
    Posted March 15, 2009 at 9:28 pm | Permalink

    @husen… baik full-bike maupun rakitan sama-sama bisa diupgrade.

    komponen sepeda itu sifatnya standalone alias berdiri sendiri-2, asal konfigurasi tepat setiap komponen bisa disandingkan antara satu seri dengan seri lain .. misal deore LX untuk crank disandingkan dengan deore XTR untuk FD/RD .. tetep bisa jalan… :)

  46. Hugo
    Posted March 16, 2009 at 7:33 pm | Permalink

    Terima kasih pak atas infonya.. Habis taunya genjot aja sih,hehehe.. Jd bnyk pelajaran nih.. Thanks bgt.

  47. admin
    Posted March 17, 2009 at 1:09 pm | Permalink

    @Hugo .. seneng bisa bantu :)

  48. Hugo
    Posted March 19, 2009 at 3:07 pm | Permalink

    Pak,sepatu sepeda yg murah apa ya? Hrg sekitar berapaan? Terimakasih informasinya.

  49. admin
    Posted March 20, 2009 at 7:55 am | Permalink

    @hugo …
    untuk sepatu bersepeda.. sebenarnya ga teralu susah milihnya.

    syarat utama sepatu sepeda adalah solnya keras sehingga saat ente tumpuan pake ujung telapak kaki maupun tengah telapak kaki, sol tidak melengkung.

    saya sendiri sampai sekarang belum pernah membeli sepatu yang khusus untuk bersepeda, cukup dengan sepatu casual FILA yang solnya keras. Pertimbangannya, selain lebih murah (sekitar 300rb), toh pedal tidak pakai clip.

    Kalo anda mau beli sepatu sepeda, shimano memiliki jajaran produk sepatu yang sangat banyak, harga termurah sekitar 500rb, semuanya sudah dilengkapi clip untuk pedal.

  50. Hugo
    Posted March 21, 2009 at 9:23 pm | Permalink

    Wah klo dah nyampe 500,bagiku itu mahal pak,hehehe… Aku coba deh nyari sepatu yg bersol keras.. Dan yg murmer tentunya.. Terimakasih informasinya pak..

  51. admin
    Posted March 23, 2009 at 10:08 am | Permalink

    @hugo, iya… saya dulu jg mikir gitu, lagian pedalnya kan ga pake clip jd percuma pake sepatu yang ada clipnya…

  52. Budiman Sutanto
    Posted April 16, 2009 at 12:16 am | Permalink

    om. frame generik yg ada merk ternama spt scott, specialized, kona dll bisa dpt di mana? thx

  53. Budiman Sutanto
    Posted April 16, 2009 at 12:18 am | Permalink

    Mau cari frame generik tapi modelnya harus sama dgn yg ori. jd bukan asal design tapi tempel merk ternama.

  54. admin
    Posted April 18, 2009 at 9:59 pm | Permalink

    @budiman…
    harusnya di toko2 sepeda terkenal pasti ada..

    kalo model sih saya yakin pasti sama dengan yang ori..

  55. Darta
    Posted April 23, 2009 at 5:32 pm | Permalink

    Saya pemula soal sepeda, saya mau nanya apa yg di maksud jarak travel pada fork atau suspensi depan?

  56. admin
    Posted April 26, 2009 at 12:54 am | Permalink

    @darta…
    jarak travel fork itu adalah seberapa panjang jarak yang bisa dicapai ketika fork dalam kondisi normal dan pada saat mengalamai tekanan penuh, yakni misalnya pada saat jumping off maupun melewati trek yang bergelombang.

    jarak travel fork ini sangat penting jika digunakan pada sepeda untuk dirt jump maupun extreme bike karena biasanya perlakuannya lebih ekstreme (sering loncat menuruni bukit, dsb).

  57. Posted May 5, 2009 at 10:25 pm | Permalink

    om2 dan mas2
    ada ygv punya info alpinestar almega ga ya…?
    ane mo cari tuh sepeda….
    kalo ada yg mo jual ya…
    hub: 081226020100

  58. tatang kusumah
    Posted June 1, 2009 at 12:18 am | Permalink

    oom salam kenal nih, mau tanya kalau trexia 24 speed bisa di upgrade jadi 27 sp

  59. eko wah yu.s
    Posted June 1, 2009 at 2:16 pm | Permalink

    @tatang..
    pada prinsipnya semua sepeda bisa diupgrade groupsetnya masalahnya adalah apakah upgrade sebagian atau total.

  60. tatang kusumah
    Posted June 4, 2009 at 11:27 am | Permalink

    maaf oom yg dimaksud upgrade sebagian atau total itu bagaimana maklum new be makasih

  61. eko wah yu.s
    Posted June 4, 2009 at 6:44 pm | Permalink

    @tatang…

    upgrade sebagian tuh gini…
    anggap saja crankshaft masih kompatibel dipake dengan gir 9 di belakang, jadi kan ga perlu ganti crankshaft…

    yang jelas, kalo ganti ke 27 speed, shifter pasti ganti…

    kalo upgrade total tuh maksudnya mulai FD, RD, shifter, gir, crank semuanya diganti…

  62. Posted June 8, 2009 at 5:41 am | Permalink

    salam kenal mas eko

    Mo nanya.. untuk harga frame generik berada pada kisaran berapa neh? untuk scott generik yang mas eko punya harga berapaan ya? tq

  63. eko wah yu.s
    Posted June 8, 2009 at 2:58 pm | Permalink

    @saptana,

    kalo frame generik yang saya dapet mah cuman 450rb .. he he he …

  64. Posted June 8, 2009 at 8:06 pm | Permalink

    wow murah banget ya mas… tapi oke banget kok. frame penting tapi gak penting banget. yang pasti orang pasti cuman ngeliat sepintas. n ada logo scott dah komentar… busyeet…

    Hehehe…
    Umur dah brp bulan ne mas framenya? n gimana kondisi skr? masih OK? atau dah mulai kelihatan ada yg gak beres ne framenya? hehehehe

  65. Agrinegara
    Posted June 11, 2009 at 1:50 pm | Permalink

    Salam kenal buat mas Eko, mas mhn advicenya mnurut mas gmana dgn spec speda yg akan saya rakit ini dgn budget 4.3j specnya :

    Bugdet 4.28j frame united dominate/XCP, fork XCM lock, Group set alivio, Rem Cakram HYDROLIC Alivio, tire kenda STANDAR, Handle Set United Alloy, Rim Mavic black Double wall, Sadel Vello, Pedal biasa, Brake lever Alivio.

    Sementara utk kompetitor Fullbikenya dgn harga yg sama,saya rada condong ke Polygon Cozmic CX 1.0 yg sdh deore tapi masih pake V-Brake.

  66. eko wah yu.s
    Posted June 11, 2009 at 3:37 pm | Permalink

    @agri…

    sebenarnya perbedaan antara rem cakram hydrolis sama v-brake ga terlalu signifikan jika penggunaannya bukan masuk kategori extreme.

    Saya aja pake v-brake selama ini pakem2 aja … pengin jg upgrade ke disc brake tapi kalo ga deore sekalian nanggung …

    sebenarnya yang paling menentukan pada sebuah sepeda dalam kondisi normal adalah groupsetnya … 24 speed vs. 27 speed jauh lho perbedaannya… apalagi kalo treknya naik turunnya tajam …

    kalo rentang budget segitu mendingan condong ke CX 1.0 secara dia pabrikan yang bergaransi … toh kalo kuran nyaman bisa diganti gruopsetnya, he he he

  67. Agrinegara
    Posted June 12, 2009 at 8:34 am | Permalink

    Thanks atas sarannya mas.., sekarang saya jadi lebih PD utk cari ke Fullbike dgn groupset yg uptodate.
    Soal upgrade part lainnya menurut beberapa rekan saya (yg juga bikermania) lebih gampang dan banyak yg jual seken ketimbang “upgrade group set” .

  68. eko wah yu.s
    Posted June 12, 2009 at 9:03 am | Permalink

    @agri… betul sekali … namanya aja groupset.. jadi harus satu grup ha ha ha .. kalo pretelan repot

  69. uut
    Posted June 12, 2009 at 1:31 pm | Permalink

    kok mahal ya Mas?? saya ngrakit cuman abis 3jtan. tapi emg frame nya polygon xtrada murah siih. groupset pake Deore. kecuali stem dkk pake bawaan ritchey sma. he he. gpp emg harga bervariasi

  70. eko wah yu.s
    Posted June 12, 2009 at 2:18 pm | Permalink

    @uut … jangan lupa, crank deore LX aja ud 800rb lebih lho … :)

  71. koko
    Posted June 12, 2009 at 4:22 pm | Permalink

    hi mas eko,

    slam kenal yach.

    aq interest dengan sepeda saat ini, ternyata ,menarik banget yach untuk di pelajari.

  72. Dedik
    Posted June 16, 2009 at 7:45 am | Permalink

    Salam kenal mas eko
    Saya mau nanya harga groupset shimano alivio,shimano deore,shimano slx,shimano xt,shimano xtr.
    Thx

  73. eko wah yu.s
    Posted June 16, 2009 at 9:38 pm | Permalink

    @dedik, harga parts tersebut bervariasi antar toko .. sekedar patokan saja:

    Groupset Alivio = Rp. 1.500.000,-
    Groupset Deore v-Brake = Rp. 2.400.000,-
    Groupset Deore Disc Hidrolyc = Rp. 3.500.000,-

    yg lazim di pasaran ya 2 itu .. kalo untuk SLX, XT sampe XTR kayaknya susah pak .. (susah nyari dan susah dompet, he he he)

  74. Dedik
    Posted June 17, 2009 at 6:07 am | Permalink

    Terimakasih infonya mas eko,mau nanya lagi apa bedanya frame giant xtc ama giant xtc team?bahan alloy embos ama non embos apa maksudnya dan apa bedanya?
    Thx

  75. Eric
    Posted July 15, 2009 at 11:07 am | Permalink

    siang om,

    salam kenal nama saya eric.

    mau tanya nih…
    di toko sepeda mana yang biasa jual group set shimano XT?
    emang kalo beli group set jatuhnya lebih murah dari pada beli satuan ya?

    terima kasih

  76. eko wah yu.s
    Posted July 15, 2009 at 11:27 am | Permalink

    kalo belinya satu paket groupset saya kira akan jauh lebih murah daripada bijian … silahkan ke daftar alamat toko2 sepeda pada artikel sebelumnya untuk mengetahui lokasi toko sepeda sesuai dengan kota anda.

    Terima kasih

  77. Darta
    Posted July 19, 2009 at 10:11 pm | Permalink

    Trims om eko atas jawabn terdahulu, saya mau nanya, sy sudah up grade speda dr 7 speed ke 9 speed, selama ini sy pake RD alivio, stelah ganti shfter,chain dan sproket deore speda sy jika di tanjakan posisi chain berpindah sendiri ke gir yg lbih kecil dan strusnya, saya masih pake RD alivio.apakah RD alivio tdk dpt menangani 9 speed? Trims atas bantuannya om .!

  78. emirald
    Posted July 21, 2009 at 3:57 pm | Permalink

    salam kenal mas eko, minta ijin buat nanya, dirumah ada sepeda yang saya gak tahu ini 24 ato 27 speed. cara bedain 24 speed ato 27 speed gimana mas? trims sebelumnya.

  79. Heru
    Posted July 23, 2009 at 12:06 am | Permalink

    Salam kenal mas Eko….aku mau cari sepeda pertamaku,setelah lihat dan browsing tambah bingung cari type yang mana,sepedanya mo ta pake buat on road dan off road ringan mungkin sesekali touring luar kota/pegunungan,tinggi 168cm berat 40kg,aku bingung milih mas antara cosmic 1.0 atau heist 5.0,menurut mas Eko mana yang paling cocok atau mas Eko mungkin punya opsi lainnya,sorry mas masih baru,makasih sebelumnya.

  80. eko wah yu.s
    Posted July 29, 2009 at 8:44 pm | Permalink

    Heist setahu saya adalah hybrid… dan saya kurang begitu tau informasi tentang sepeda hybrid.

    Kalo menurut saya, Cosmic 1.0 sangat tepat (impian saya dulu nih), baik untuk on maupun off-road.

  81. Eric
    Posted July 30, 2009 at 9:08 am | Permalink

    Om, minta rekomendasi toko sepeda yang jual komponen drive train murah dan yang penjaga tokonya ramah donk di daerah jakarta sampai bogor.

    Thanks

  82. wawan
    Posted August 4, 2009 at 4:03 pm | Permalink

    kmaren ikut ga da event d.malang

  83. Rizky Ramon
    Posted August 18, 2009 at 10:25 pm | Permalink

    salam kenal..
    pak eko terimakasih atas kisahnya.bisa dijadikan sebagai panduan..pas Eko, mau tanya, kira2 untuk shock absorber penggunaan xc range travel dan merek apa yang cocok?
    terimakasih

  84. fajar
    Posted November 21, 2009 at 12:10 pm | Permalink

    salam kenal pak ecko..

    berguna sekali postnya.. saya sedang cari sepeda pertama nih, baca-baca dari postingan kayaknya jatuh ke cosmic cx 2.0, namun barusan saya buka2 lagi ada win cycle , link nya dapat disini : http://www.sepedaku.com/forum/vbclassified.php?do=ad&id=13444

    kalau dilihat spek nya mirip2 dengan cosmic cx 2.0 cuman mungkin beda frame…. gimana menurut pak eko frame produksi wim cycle ?

  85. eko wah yu.s
    Posted November 23, 2009 at 5:12 pm | Permalink

    @Fajar…

    kalo head-to-head antar Polygon vs. WimCycle, saya tidak berani ngomong karena selama ini setahu saya, Polygon masih unggul (bukan promosi atau afiliasi), dan lebih menang dari sisi marketing.

    Bahkan polygon sudah diekspor, jadi secara QC saya rasa sudah sangat bagus.

    thanks

  86. Posted November 24, 2009 at 8:31 am | Permalink

    makasih infonya…. yang MTB thrill ini memang saya lihat baru di produksi, review-nya masih belum banyak. Jadi sekarang masih mencari tahu dulu sebelum memutuskan ..

  87. budy
    Posted December 26, 2009 at 8:15 pm | Permalink

    mas eko, saya punya polygon xinder saya mau ganti fork punyanya downhill apa bisa masuk mas. trima kasih

  88. Posted December 28, 2009 at 8:37 am | Permalink

    @budy .. coba cek head tubenya dulu … cuman setahu saya, head tube tuh universal, alias semua fork bisa masuk …

    yg perlu dipertimbangkan adalah jarak travel fork itu, kira-2 bakalan mentok ke frame ga kalo dipake downhill…

    tapi kalo saya lihat bentuk frame xinder, saya rasa bisa masuk tuh …

  89. eri
    Posted January 15, 2010 at 10:31 am | Permalink

    Mas, salam kenal ya, saya seneng jg baca-baca mengenai sepeda, tp tdk begitu faham mengenai hal ini, sy pernah beli speda mtb dari kapal (asli jepang) cuma merk tdk ada, tp bagus n sangat ringan, satu lagi speda balap merk panasonic astu lagi speda balap jg tp tdk ada merk, sy sebut asli jepang krn ditempat kami ada pelabuhan yg dulu masih bebas, sehingga ketika kapal dari jepang masuk mrk bw speda dll, tp sekarang gak bisa lagi, sy mo nanya beda 24 speed atw 27 speed itu gimana ya

    eko wah yu.s Reply:

    wah… kalo merek panasonic saya kurang tahu .. he he he

    24 speed vs. 27 speed bisa dilihat dari jumlah gir belakang..24 speed menggunakan 8 gir sementara 27 speed menggunakan 9 gir.

    perbedaan ini sangat singnifikan jika digunakan pada kondisi track menanjak

    terima kasih

  90. yandi
    Posted January 19, 2010 at 10:33 pm | Permalink

    Gan, tanya donk gw uda beli kOna blast 2009.. gw beli kredit sich tapi harga cash tokonya 6,6 jt.. girnya sich uda 9 speed kok.. gw tanya tukang jualnya bagusan kona dari cosmic CX2.0 cs uda dapet REm cakram minyak kyk motor gtuu!! nah skrg gw tnya gan nie barang mantep ga?? Kemahalan ga gw belinya??.. cz loe ngomong ga jadi beli kona blast gr2 ga sesuai harapan… apa salah pilih ya gw gan.. tadinya sie maw beli cosmic CX2.0 hrgnya 6 jt.. hehe.. mohon sarannya gan!! hehe

    eko wah yu.s Reply:

    Nah, kalo gini beda masalah .. pas waktu saya mo beli itu, gir belakang Kona masih 8 …

    kalo Kona vs. Cosmic dengan harga segitu saya jelas pilih Kona, asal bener lho, gir ud 9 …

  91. ivan
    Posted January 24, 2010 at 12:02 am | Permalink

    salam kenal, sy pengen sepeda untuk dj/am en pilihannya polygon cozmic dx4 2010 vs specialized P2/AM 2010, mohon pencerahan …

    eko wah yu.s Reply:

    mas ivan,

    untuk DJ/AM saya kurang begitu paham karena belum pernah terjun ke wilayah itu.

    Tetapi, asalkan Specialized ini bukan specialized rakitan/lokal alias fullbike macem Kona, Scott, saya rasa lebih worth, meski Polygon sebagai produk lokal juga patut dipertimbangkan.

  92. ivan
    Posted February 9, 2010 at 12:53 pm | Permalink

    untuk sepeda rakitan type freeride, mohon arahan pemilihan merk & type (frame, fork, grup set) dgn budjet total sekitar 10 jt

    eko wah yu.s Reply:

    kayaknya kalo budget 10jt mepet banget… harap diketahui, untuk sepeda freeride yg bener2 untuk tujuan ekstrim partsnya harus benar-benar ekstra kuat kecuali kalo cuman mo dipake tampilan doang…

    Hub sepeda freeride harus kuat, karena pembebanannya besar.

    Rims khusus yang harus lebih kuat dari tipe xc.

    Crank depan lebih baik menggukanan single chainring, atau maksimal 2 karena biasanya ada tambahan bash guard yg mengisi chainring ketiga.

    Frame pun juga demikian, harus yang kuat meredam goncangan waktu anjrut-anjrutan.

    Selanjutnya fork: Untuk fork pemilihannya juga harus ekstra hati-hati. Apakah sekedar untuk light usage ato extreme. Untuk light bisa dipertimbangkan macem RST Storm, untuk budget lebih, tentu marzocchi bisa dipertimbangkan.

    Untuk grupset, silahkan kombinasikan secara maksimal dengan pertimbangkan crank depan tadi…

    Tapi yang harus diingat, biaya membangun sepeda freeride/downhill yang layak kira2 bisa sampe 15 juta. Itupun kombinasi parts bekas dan baru

    Apa tidak lebih baik beli yg full bike aja .. tuh COLLOSUS AX 2.0 bisa dilirik he he he

  93. pinturiccio
    Posted February 18, 2010 at 7:19 am | Permalink

    mo upgrade sepeda nie, sebaiknya bikin disk brake atau ganti cassete 9 kecepatan dulu?? mohon saran.

    eko wah yu.s Reply:

    @pinturiccio,

    Kalo saya jadi anda, saya tidak akan melirik disc brake sama sekali. Apalagi yang mekanis.

    Akan jauh lebih terasa langsung manfaatnya jika anda mengganti grupset menjadi 9 speed (27speed) daripada mengganti disc brake sementara v-brake pun masih sangat layak untuk menghentikan laju sepeda kita meski pada kecepatan 45km/jam.

    Disc brake tidak akan banyak membantu saat anda menempuh trek menanjak he he he

    otong Reply:

    kenapa emang kalau disc untuk tanjakan…

    eko wah yu.s Reply:

    tidak ada hubungannya disc brake dengan tanjakan… yang saya maksud adalah daripada menggunmakan disc brake mekanik mending menggnuakan v-brake saja karena dari sisi kemampuan v-brake dan disc brake mekanik tidak jauh beda (dan mungkin lebih mantab v-brake). Kecuali ada dana untuk disc brake hidrolis… baru mantab….

  94. Sis
    Posted March 26, 2010 at 12:44 pm | Permalink

    Sy beli sepeda awalnya cuma buat olahraga. Gak tau sama sekali tentang sepeda. Akhirnya dpt United Monza(murah hehehe).
    Setelah lama pake kok kayak kurang nyaman.
    Pingin ganti fork yg ada suspensi-nya biar gak terlalu getar.
    Kebanyakan dipake on road.
    Bisa ga diganti n mohon saran fork yg standart tp cukup nyaman plus murah hehehehe

    eko wah yu.s Reply:

    coba cek fork RST .. ada banyak pilihan mulai yg harga 300rb sampe di atas 2jt…

    cukup nyaman buat cross country bahkan downhill…

  95. jamal
    Posted June 3, 2010 at 9:45 am | Permalink

    boss eko,
    kalo sepeda polygon vector itu bagus ga dan perkiraan harga secondnya berapa?soalnya gw dah beli second merk polygon vector. maklum ga tau barang, thanks.

  96. andik
    Posted June 15, 2010 at 12:41 am | Permalink

    Mohon masukannya abang2 semua. Saya mau rakit sepeda XC atau offroad. Budget yg tersedia hanya 2,5 jt. Sebaiknya pakai frame,groupset,dan fork merk apa.
    Thanks semua..

  97. Ujang Sukiman
    Posted July 22, 2010 at 10:56 pm | Permalink

    Mas Sy mau tanya bedanya antara 9 speed dg 10 speed dari segi kegunaan ? trima kasih.

    eko wah yu.s Reply:

    setahu saya saat ini hanya 9 speed (belum tahu pasti apakah ada 10 speed yang sudah ready stock di Indonesia).

  98. Suga
    Posted August 8, 2010 at 8:52 pm | Permalink

    Artikel yg bagus, tnks infonya..

  99. konang
    Posted August 9, 2010 at 4:15 pm | Permalink

    mas,

    sy lagi cari sepeda untuk seputar komplek n jalan raya. pertanyaan:
    1. apakah benar sy beli type mtb?
    2. skg sedang di tawarin frame scott full carbon size S, kalo harga ok, apakah terlalu memaksakan dari segi size kalo sy ambil mengingat tinggi sy 180cm.
    3. diluar frame, sy ada budget 5-6jt, apakah cukup untuk merakit complete?
    terima kasih

  100. herman priyono
    Posted October 18, 2010 at 8:52 am | Permalink

    Untuk cari frame bekas misalnya Bianchi (17) gitu dimana ya mas eko saya tinggal di solo, terima kasih

    eko wah yu.s Reply:

    waduh kalo frame bekas saya kurang tahu… coba ke http://www.sepedaku.com

  101. Posted December 8, 2010 at 4:55 pm | Permalink

    nice inpoh mas eko,
    sepeda saya cosmic cx.1.0, rencana mo ganti cakram hidrolik, cuman ga tau nih punya alivio atau diore, trus hub nya jg, cuman ga tau budgetnya, mohon pencerahannya. . .salam sepeda

    eko wah yu.s Reply:

    ya langsung hajar punya deore aja lah… tanggung kalo alivio… he he he

  102. wayanadit
    Posted December 20, 2010 at 7:55 pm | Permalink

    mas, kalo frame frame generik bisa nyari dmn ya?, di bengkel tempat mas bikin sepeda ada jual juga?
    thanks

  103. Posted May 12, 2011 at 6:11 pm | Permalink

    bang,.tolong bantu,aku mo beli sepeda MTB,antara polygon cosmix 2.0 (2011) dan Thrill agent XC 2..Pilih mana?
    1.Cosmix 2.0 menang di frame n finising catnya bgus tp group set nya msh blom full deore…
    2.Thrill Agent xc 2,udah full deore tp kok framenya agak gmn gtu ya..
    Knp ya cosmic cx 2.0 gak full deore? Sdangkan thrill agent xc 2 udah full deore dg harga sgitu,membingungkan pembeli saja ya,hehehehe…
    Klo ngrakit kyke enggak deh,uang cma 5,5 juta.. Hehehe,dah trlanjur 2 pilihan itu..

  104. Posted May 13, 2011 at 1:22 pm | Permalink

    ya itulah … opsi yang diberikan oleh produsen suka membingungkan.. intinya cosmic masih blom full deore dan pake kombinasi tujuannya untuk memangkas harga…

    kalo merakit sendiri memang lebih gampang tapi biasanya habisnya lebih banyak (kecuali sistem tambal sulam main barang second dan baru)…

  105. otong
    Posted May 15, 2011 at 2:38 pm | Permalink

    kalau boleh tahu berat sepedanya berapa yaa. bisa g kalau ya depan diganti dengan fork standart tanpa shock

2 Trackbacks

  1. [...] merakit sepeda idaman hampir dua tahun yang lalu, tampaknya perkembangan demi perkembangan terus berlangsung. Demikian [...]

  2. By Bersepeda « Kang Isun on March 18, 2011 at 9:54 am

    [...] nanti setelah punya dana lumayan besar saya akan mencoba membangun sepeda idaman seperti Mas Eko (Referensi) . Hari itu saya berkunjung ke rumah adik yang berada di Majalaya yah sekedar melepas [...]