Sebenarnya sudah lama (bahkan sejak saya kecil) saya sangat menyukai dunia fotografi, meski hanya sekedar sebagai hobi dan bukan untuk tujuan komersil. Namun, kiranya bakat, minat dan darah seni kelihatannya tidak mengalir pada diri saya, tidak terkecuali di dunia fotografi. Namun rasa ingin tahu, penasaran dan insting penyuka tantanganlah yang mungkin masih memperkuat keinginan saya untuk terus mengejar dunia fotografi ini.
Kira-kira pada saat saya masih di bangku SMP, itulah pertama kalinya saya memegang kamera Nikon SLR yang merupakan pemicu kesenangan saya terhadap fotografi. Banyak orang bilang bahwa fotografi adalah hobi yang mahal, dan itulah yang sempat menyurutkan semangat saya untuk belajar lebih dalam.
Sampai pada akhirnya beberapa tahun yang lalu (sekitar 2 tahun belakangan), semangat untuk belajar fotografi mulai muncul kembali dengan hadirnya putri pertama di tengah-tengah keluarga kecil saya. Semangat untuk mengabadikan hal-hal lucu yang dilakukan oleh seorang bayi benar-benar menggugah semangat saya, tak lupa pula modal yang harus dipersiapkan untuk hobi yang “mahal” ini sudah bisa saya penuhi sendiri (he he he).
Canon Powershot A640 adalah kamera digital pertama saya sejak mulai menggeluti lagi hobi ini. Tidak lama setelah itu (kurang lebih 10 bulan), ketertarikan dan rasa penasaran saya untuk menjajal kamera digital SLR tidak terbendung lagi. Terbelilah EOS 400D, kamera digital SLR pertama saya.
Meski penggunaan kamera-kamera ini hanya untuk memotret hal-hal yang mungkin dianggap tidak penting oleh orang lain, tapi bagi saya, setiap momen yang berharga harus diabadikan sebelum terlambat. Jujur, saya sempat meratapi nasib ketika mengingat bahwa sampai saya punya anak sekarang ini, bahkan foto pada saat saya masih bayi tidak ada sama sekali, ha ha ha.
Tetapi tidak mengapa, hal seperti ini tidak boleh terulang dan dialami oleh anak-anak saya nanti. Lewat media-media online seperti kaskus, dpreview, mk-photography, dan lain-lain yang tidak saya sebutkan satu per satu, saya akan mulai belajar dan belajar terus sampai keranjingan saya terhadap fotografi terpuaskan, ha ha ha.
Lensa pertama saya selain kit bawaan kamera … EF 100mm macro USM dan EFS 55-250
Mungkin lain waktu akan saya ceritakan pula pengalaman-pengalaman dan mungkin sedikit ilmu yang saya peroleh dari berselancar mengejar ilmu fotografi…















2 Comments
bos, mungkin cocok nek awakmu mampir-mampir nang multiply-ne fadli (bojone evi) ndik http://udelpot.multiply.com
de’e serius karo fotografi ndik kono.
nek aku sih seneng moto tapi gak pingin nambah hobi dengan uthek-uthek .RAW file. jadi ya… kamera digital biasa ae tapi sing zoome 12x dan isok ditambah filter, telephoto, dll hihihi…. dan tentunya ya … sing jauh luwih murah dong
wah, namanya juga keranjingan..
belum tentu hasilnya memuaskan.. ha ha ha