Hari minggu kemarin, saya bersama keluarga menyempatkan untuk mengunjungi Kebun Teh Wonosari, Lawang, Malang. Keputusan untuk pergi ke sana sebenarnya hanya keputusan iseng saja daripada tidak ada acara di hari Minggu, siapa tahu ada spot yang bagus untuk difoto. Meski sebenarnya acara ini kurang begitu pas mengingat pada saat kami berangkat, kondisi cuaca sudah mendung.
Kebun Teh ini dapat ditempuh kurang lebih dalam waktu 1,5 jam dari Kota Malang. Perjalanannya cukup mudah meski pada saat berbelok dari Lawang menuju Kebun Teh, jalanan sudah mulai agak sulit. Di samping sempit, jalanan yang ditempuh juga berliku-liku dan menanjak. Pada saat berpapasan dengan kendaraan lain, salah satu harus mengalah supaya bisa lewat. Banyak jalan yang mengharuskan kita menggunakan gigi persneling 1 karena tanjakan yang curam dan belokannya yang tajam.

perjalanan dari Malang yang sudah mendung
Setelah sampai di pntu masuk Kebun Teh, kita disambut oleh hamparan kebun teh yang hijau, namun sayang sekali pada saat kami sampai di sana, hujan telah turun dengan derasnya, sehingga pemandangan hijau yang asri ini tidak dapat kami abadikan dengan sempurna. Selanjutnya kami melewati loket masuk dan membayar Rp 20.000 untuk 4 orang. Setelah masuk kami langsung menuju ke tempat parkir utama. Di sebelah tempat parkir utama ini ada kolam renang air panas, dan juga arena ATV (All Terrain Vehicle). Untuk mencoba menikmati mengendarai ATV ini, kita harus membayar Rp 20.000 untuk beberapa jam. Namun kami tidak tidak menyempatkan untuk mencoba karena kondisi hujan dan kesalahan awal karena rencana iseng ini: KAMI TIDAK MEMBAWA PAKAIAN GANTI, ha ha ha ha.

jalanan menuju kebun teh dengan pemandangan gunung Arjuno yang memukau

hamparan kebun teh yang menghijau
Karena kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk berjalan-jalan mengitari kompleks pabrik teh dan perkebunan, kami hanya duduk-duduk di food center menikmati jagung bakar dan bakso saja. Namun saya masih sempat berkeliling dalam kondisi gerimis dan mengabadikan beberapa spot di sekitar pabrik.
Saya sempat berdialog dengan salah seorang penjual bakso di situ dan mengetahui sebnarnya hari minggu bukan hari yang tepat untuk mengunjungi Kebun Teh karena semua karyawan pabrik dan pemetik teh libur. Jam kerja mereka adalah Senin – Sabtu mulai jam pagi sampai jam 2 siang. Mungkin jika nanti ada waktu lagi saya akan menyempatkan ke sana lagi pas hari Sabtu supaya bisa melihat dari dekat proses pemetikan teh dan pemrosesan daun teh di pabrik.

denah lokasi kebun teh
Sebenarnya pada kondisi normal, ada banyak pilihan kegiatan yang bisa kita lakukan untuk berwisata di kebun teh ini. Jika kita pergi ke sana dalam jumlah banyak orang, kita bisa mengikuti outbond, mengendarai kuda atau ATV mengelilingi hamparan kebun teh, melihat proses pemetikan daun teh, pemrosesan teh di pabrik dan juga mencicipi langsung teh racikan pabrik. Di sana juga ada area untuk camping, sehingga kita bisa bermalam dalam tenda dalam suasana alam yang sejuk. Namun semua itu tidak dapat saya alami karena persiapan yang kurang dan liburnya karyawan.

pabrik pengolahan teh

kedai teh dan kopi
Bagi saya, kebun teh ini sangat potensial untuk dijadikan spot wisata alam. Namun masih banyak yang harus dibenahi oleh pemerintah daerah Kabupaten atau dari pihak PT Perkebunan sendiri. Jalan menuju ke kebun teh perlu diperlebar sehingga akses menuju kesana lebih mudah dan lancar. Bagi sebagian orang yang setiap hari disibukkan oleh pekerjaan kantor dan membutuhkan suasana alam untuk melepaskan penat, kebun teh ini sangat cocok dikunjungi.

salah satu sudut taman di kompleks pabrik

kendaraan ATV (All Terrain Vehicle) yang bisa digunakan untuk menelusuri kompleks perkebunan
Bagi penyuka fotografi, kebun teh ini memiliki banyak spot yang bisa diabadikan, jika cuaca mendukung. Hamparan kebun teh yang menghijau, kabut di pagi hari dan potensi adanya Ray of Light yang indah sangat tepat untuk mengasah ilmu fotografi. Dan, bagi pasangan muda-mudi yang ingin menyendiri dan memadu kasih, saya rasa lokasi ini patut dicoba, ha ha ha. Udara sejuk pegunungan sangat cocok dan sehat untuk kesehatan tubuh dan pikiran sehingga stress dan penat setelah beberapa hari bekerja dapat berkurang dan tubuh menjadi segar kembali untuk memulai aktivitas kerja.
Mungkin lain waktu saya bisa kembali ke sana dengan situasi dan kondisi yang lebih menguntungkan.













20 Comments
Terimakasih ya atas infonya, saya orang Samarinda mau ke Malang bulan ini, semoga saya sempat pergi kesana dan dengan info anda saya dapat merencanakan sesuatunya dengan baik.
[Reply]
@Elly…
jangan kuatir, masih banyak spot lain di kota Malang yang patut dikunjungi.
kebetulan saya masih belum ada waktu untuk menjelajah satu per satu untuk mengabadikan gambarnya..
nanti kalau sudah ada pasti saya tulis.
[Reply]
aku mau jalan2 ke kebun teh tapi aku juga mau menginap disana,tolong kasik tau berapa kalo bermalam disana 1 malam, yang maksudnya menginap disalah satu villa. trimah kasih
[Reply]
@Alex… ada sebuah penginapan tepat di lokasi kebun teh.. kalo villa koq saya ga nemu ya di sana…
kalo untuk tarif, mestinya ga terlalu mahal karena penginapan itu milik perkebunan.
[Reply]
thanks ya atas referensinya.
[Reply]
di Wonosari hotspotnya bisa dipakaibebas nggak yah?
[Reply]
kalo naik len SLKW (sumberporong Lawang Ketindan Wonosari) masuknya gakbayar ke kebun teh :mrgreen”
[Reply]
waktu aku kesana masuknya seorang 11.000 Wan, trus nyoba flyingfoxnya 10.000, penginapan yang paling murah 160.000, pengin nyoba rumah pohon 200.000
[Reply]
aq mau nanya..
kira2 di kebun teh bs dipakai outbound ga??? ada fasilitatornya outbound??
penginapannya ada berapa & per unit nya bisa diisi berapa orang??
bs minta contact personnya..??
thx..
[Reply]
@hendry, tentu saja di situ bisa dipake outbond… ada paket2nya juga.. cuman waktu itu karena lagi hujan sehingga saya tidak mendapatkan informasi yang lengkap.
Coba silahkan ke http://www.agro-ptpn12.com/main/index.php
di situ ada informasi yang lebih lengkap
atau silahkan hubungi kontak berikut:
IPTPN XII (Persero) Bagian Umum/Wisata Agro
Jl. Rajawali 44 Surabaya. Lantai II
Phone : 031-3524893-95 ext 159
email : agro[@]agro-ptpn12.com
Personal : hadhie.jazz[@]gmail.com / hadhie.jazz[@]yahoo.co.id
[Reply]
penginapan di kebun teh harganya brapa ya per kamarnya.
thx
[Reply]
@indah .. tuh mbak hesti kasih informasi ttg penginapan di sana… Rp 160.000 yang paling murah ….
[Reply]
Hai.
Terima kasih atas artikel yang menarik dan bagus ini. Terus terang saya memang lagi cari tempat rekreasi yang murah tapi berkesan buat ajak anak-anak liburan sekolah. Sepertinya Kebun Teh adalah salah satu tujuan saya.
[Reply]
mas tanya,saya dari surabaya, ingin ngisi liburan ke kebun teh lawang,saat liburan isra miroj’sekalian bulan madu ma suami..hehe. Tapi naek kendaraan umum bisa g ya…tolong kasih petunjuknya untuk rute dari bungurasih saya harus naek apa..n turun mana…tx
[Reply]
@mbak evi…
Kalo dari Bungurasih, silahkan naik bus jurusan malang (lebih nyaman kalo PATAS), trus turun Lawang pertigaan Kebun Teh, di situ biasanya ada angkutan atau tukang ojek yang bisa ditanya-tanya seputar transportasi ke Kebun Teh.
Kebetulan saya ke sana naik kendaraan pribadi jadi kurang begitu tahu untuk transportasi umumnya… tapi yang jelas pasti ada.
Terima kasih
[Reply]
Tolong tanya mas, pertigaan kebun teh itu tepatnya dekat mana ya???
Thx
[Reply]
@pak solaiman… pertigaan kebun teh kalo dari arah surabaya yaitu setelah pasar lawang… di sebelah kiri jalan ada billboard besar penunjuk arah ke kebun teh…
[Reply]
kulonuwun..mas mau nanya.kalo dari jogja mau ke malang pake sepur rutenya gmn yaa..atau kl pake bis biasanya bis apa yg VIP.kira-kira dari jogja berapa jam.terimakasih ya..maturnuwun
[Reply]
mas mw nanya…..untuk sewa kamarnya apakah kita harus boking dlu…..?qt harus boking 1 minggu sebelumnya ato kiata dateng bsa langsung boking…
[Reply]
@cici… sepertinya tidak harus booking terlebih dahulu…
karena sesuai dengan ulasan saya pada artikel ini, spot ini belum dimaksimalkan penanganan dan manajemennya. Penginapannya pun sebagian besar masih berupa rumah-rumah dinas perkebunan, meski ada satu penginapan khusus yang memang dirancang sebagai penginapan layaknya sebuah hotel.
[Reply]
2 Trackbacks
[...] masuk, seorang kawan dari sebuah provider pelatihan meminta saya untuk memimpin Outbound Program di Kebun Teh Wonosari, besoknya. Sejenak saya diskusi dengan istri mengenai agenda kami besok dan akhirnya diputuskan [...]
[...] masuk, seorang kawan dari sebuah provider pelatihan meminta saya untuk memimpin Outbound Program di Kebun Teh Wonosari, besoknya. Sejenak saya diskusi dengan istri mengenai agenda kami besok dan akhirnya diputuskan [...]