Gunung Mujur – sejenak melepas penat dan suntuk

Hari minggu (21/2) kemaren sedikit agak berbeda dibanding hari-hari yang lain (apalagi weekdays). Setelah sempat ragu-ragu menentukan pilihan antara bersepeda atau hunting foto / offroad ke gunung bromo lagi, pilihan terakhir malah justru off-road ke Gunung Mujur. Kali ini rencana setengah dadakan muncul karena teman yang rencananya akan offroad ke bromo kebetulan berhalangan karena tugas dinas, meski rencana sudah hampir matang sejak hari Rabu.

Tambahan lagi, ada teman baru yang kebetulan juga berkenalan lewat blog saya, yang dengan semangat 45 menggebu-gebu ingin merasakan dashyatnya menggaruk lumpur, meski hanya dengan kondisi motor KLX standar dan berbekal “Ban Tahu” alias ban standar KLX.

Demi menge-golkan keinginan yang menggebu-gebu tersebut, sekaligus melepas penat dan suntuk setelah sempat klimpungan karena pekerjaan pada hari-hari sebelumnya, saya memutuskan untuk mengontak beberapa teman saya yang kemungkinan bisa diajak offroad karena sudah jelas jadwal CHEELA sudah rutin tiap 2 minggu sekali dan tidak mungkin untuk mendadak berangkat offroad kecuali Leader menentukan lain.

Setelah beberapa kali sms, akhirnya saya dapat kabar gembira karena ada 1 teman yang kebetulan juga ingin off-road (dan bahkan dia sering offroad sendirian kalo kebetulan ga ada teman). Langsung saja kita susun rencana dan tujuan kali ini adalah Gunung Mujur, lewat jalur Karanglo depan ITN, masuk ke Gunung Mujur lalu Finish di Kebun Teh.

Nah, karena ada temen baru yang tentu saja sama sekali masih belum pernah menyentuh lumpur, tentu saja perjalanan ini penuh dengan tawa karena beberapa kali dan bisa dibilang sering sekali, teman baru kita ini harus mencium tanah karena kondisi medan yang sangat licin (tanah liat) dan hanya berbekal ban standar, apalagi waktu perjalanan turun/pulang, dengan kondisi lowbatt alias tenaga sudah terkuras habis, tambah seru lagi dan sering lagi mencium tanah, ha ha ha ….

Tapi meski demikian, saya sangat salut dengan semangatnya, apalagi kalo kebetulan trek lurus dan tidak licin, saya sebagai sweeper malah sering tertinggal jauh. Tampaknya dia keenakan kejar-kejaran sama ZN, yang memang sudah lama bermain dengan lumpur.

Terlepas dari capek, pegel-pegel, dan otot-otot yang kaku, Minggu kemarin benar-benar istimewa…

(klik gambar untuk tampilan lebih besar)

start agak kesiangan karena motor ZN harus ganti rantai dulu

klik untuk perbesar

pose setelah jatuh pertama…


Jalan naik om… bukan ke kanan, nabrak tebing ntar…


Springbed di rumah sih kalah empuk dengan yang ini ….

Kecil-kecil gini KLX berat juga ya …


Sejenak melupakan keyboard, mouse, kertas, pulpen, dan KANTOR he he he


Hijau … sejauh mata memandang…


Maknyussss…


Sampai rumah tinggal mikirin nyucinya …

Bagi yang yang punya GPS, tracklog bisa didownload lewat link di bawah ini

Download Tracklog Gunung Mujur

Next week… libur dulu … ganti meluangkan waktu bersama keluarga tercinta, dan si kecil yang tambah menggemaskan karena saking ngalemnya sama Mamanya…he he he

Mungkin Perlu Dibaca Juga...

1 Star2 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
986 views

3 Comments

  1. benny
    Posted February 23, 2010 at 8:07 am | Permalink

    Seru, mas….
    thanks to all

    [Reply]

    eko wah yu.s Reply:

    suipp … asal ga kapok aja, he he he he

    [Reply]

  2. rurouni
    Posted February 25, 2010 at 2:55 pm | Permalink

    Gunung Mujur…I’ve been there so long ago, when was on Senior High School. Kangen…bagaimana baunya sekarang ya?? kebetulan gunung itu diatas rumahku…jadi dengan gerombolan maen kesana. Dari baca filter aku jump kesini…tukang jalan juga rupanya…Salam kenal…

    keep explore the journey of life

    [Reply]

    eko wah yu.s Reply:

    salam kenal juga… he he he

    [Reply]

  3. Not
    Posted February 25, 2010 at 10:12 pm | Permalink

    tunggu kakiku sembuh ya Bos, ntar aku ikutan…he he he

    [Reply]

    eko wah yu.s Reply:

    beres bosss, he he he

    [Reply]

Post a Comment

Your email is never shared. Required fields are marked *

*
*