First Trail Adventure – capek juga yah..

Akhir pekan ini saya berkesempatan mencoba kemampuan KLX 150 di medan off-road bersama 4 orang teman penggila motor trail di Malang. Spot yang dituju adalah kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Malang, Jawa Timur. Sebenarnya secara persiapan saya masih jauh dari memadai, dengan tidak adanya boots maupun safety equipment lainnya yang diperlukan untuk beradventure menggunakan motor trail. Namun terlepas itu semua, pengalaman memang tetap menjadi guru yang baik dalam menentukan sikap selanjutnya.

Saya berangkat hari sabtu malam sekitar jam 12.30 lewat Tumpang, Malang, namun yang ditempuh adalah bukan jalur umum yang memang diperuntukkan bagi kendaraan pada umumnya, melainkan benar-benar jalur off-road yang hanya dilewati oleh para pencari kayu atau rumput.

Pengalaman melewati jalur yang licin dan menanjak benar-benar menguras tenaga, apalagi ditambah dinginnya malam yang berkabut. Karena saya benar-benar mempertimbangkan masalah safety, saya tidak mengambil posisi di depan melainkan di tengah pada urutan ketiga atau keempat di antara 5 orang yang menempuh jalur ini.

Beberapa kali teman saya ada yang terjungkal karena kondisi jalan yang licin dan juga menanjak ini. Namun bukan adventure namanya kalau tidak ada tantangan.

Sekitar jam 3.30 pagi kami sampai di pos pantau sebelah selatan gunung Bromo, sebelum pertigaan Bromo-Ranupani-Ngadas. Di situ kami sempatkan untuk menyalakan api unggun untuk menghilangkan rasa dingin yang menusuk tulang. Sambil bertukar pengalaman dan cerita ngalor ngidul tentang pengalaman off-road. Tentu ini sangat bermanfaat bagi saya yang masih pemula ini.

Pagi hari sesudah sunrise, sekitar jam 6.30 kami mulai turun ke arah Bromo menempuh jalur ke arah kiri dari pos pantau, yang selanjutnya turun ke arah lautan pasir. Pengalaman sebenarnya benar-benar terasa di situ, yakni kemampuan mengendalikan motor dalam kecepatan sedang (gigi 2) melewati lautan pasir dengan resiko kendali motor yang meliuk-liuk karena ban selip di pasir.

Kami mampir sebentar di sumber air suci sebelah selatan gunung batok untuk membuka bekal seadanya dan sarapan pagi di situ, sebelum akhirnya meluncur ke arah Cemoro Lawang untuk isi bahan bakar.

Sengaja kami tidak mendekat ke bromo karena memang bukan itu tujuan kami yang utama, sehingaa dari Cemoro Lawang kami langsung banting stir ke arah kiri di sisi utara Bromo, untuk kemudian mengarah ke timur-selatan, pulang melewati pertigaan Ranupani-Bromo-Ngadas lewat jalur konvensional.

Benar-benar melelahkan tetapi sangat puas dengan pengalaman adventure kali ini. Semoga ga kapok, he he he ….

berikut foto-fotonya

IMG_0682 (Small)

IMG_0730 (Small)

IMG_0769 (Small)

IMG_0802 copy

Yang saya sempat sesali, kemaren tidak beran bawa kamera DSLR karena khawatir jalur yang dilewati berbahaya dan resiko jatuh dari sepeda motor sehingga memungkinkan kamera untuk mengalami benturan.

Spot yang saya lewati sebenarnya sangat bagus untuk diabadikan, apalagi menggunakan lensa ultra wide. Mungkin nanti saya akan kembali ke sana melewati jalur konvensional untuk murni tujuan hunting foto.

Mungkin Perlu Dibaca Juga...

1 Star2 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
1,068 views

11 Comments

  1. 4diti4
    Posted October 22, 2009 at 11:08 am | Permalink

    salam kenal mas , pas lagi brosing di si mbah gogel ketemu site mas Eko pemakai KLX 150’s , yah sebagai sesama klx’ers jadi penasaran mas, ajib 3x & manntapzz artikel & fotonya , rencananya tgl 24-25/10 2009 besok saya dan beberapa temen mau beradventure ria dgn rute start daari tumpang – Ranupane – bromo ,nginap di ranupane karena kami dari luar malang, gresik tepatnya so kami minta bantuan mas Bagus dari Tumpang untuk ngawal kita .

    [Reply]

  2. eko wah yu.s
    Posted October 22, 2009 at 11:10 am | Permalink

    @4diti4 … wah… mantab tuh … sayang sekali tgl 24-25 saya ada acara keluarga, kalo tidak pasti saya susul ke tumpang.

    [Reply]

  3. Posted November 17, 2009 at 10:47 am | Permalink

    mas @4diti4 saya pas liat2 gogle ktemu critanya mas wahyu, aku asline SBY tapi kerja di balikpapan. aku suka adventure juga, kmaren tgl 6 nov kami rombongan dari balikpapan ikut acara SABAWANA 4 nigt chalange strt di kepanjen – bromo- ginish mendit malang. skrg motor sya posisi masih di SBY belum dikirim belik ke balikpapan, pengen pake tapi ga ada teman adventure. kebetulan ktemu mas @4diti4 yg domisili di gresik, aku sering di gresik mas mungkin kita bisa ketemu.

    [Reply]

  4. eko wah yu.s
    Posted November 17, 2009 at 11:05 am | Permalink

    @fajar.. .wah mantab bisa ikut sabhawana 4. Kebetulan saya apes karena pas kebetulan acara Sabhawana kemaren saya ada kegiatan Seminar Internasional di Batu sampai hari minggu jadi dengan sangat nelongso tidak bisa ikut, padahal teman2 saya satu grup 11 orang ikut berangkat.

    mas fajar, bisa dshare dong kalo ada foto dokumentasi kegiatan kemaren, he he he

    [Reply]

  5. Not
    Posted November 23, 2009 at 5:01 pm | Permalink

    Met kenal boss…aku tak henti – hentinya liat semua artikel anda,begitu tertariknya aku melihat cara menikmati hidup yang anda lakukan,kebetulan aku juga penggemar Trail,foto,dan dunia Multimedia,yang aku penasaran anda sendiri tinggal di kota mana ?,thanks…

    [Reply]

  6. eko wah yu.s
    Posted November 23, 2009 at 5:08 pm | Permalink

    @Not.. terima kasih sudah mampir..

    silahkan cek email (semoga emailnya benar)…

    thanks

    [Reply]

  7. Not
    Posted November 24, 2009 at 1:48 pm | Permalink

    Thanks responnya mas, kebetulan juga lagi benahi KLX ku,refrensi anda sangat bermanfaat.

    [Reply]

  8. eko wah yu.s
    Posted November 24, 2009 at 2:28 pm | Permalink

    @Not, silahkan kontak no. Hp yang tertera di email saya kemaren, siapa tahu ntar kalo pas kita mo off-road lagi bisa ngajak sampeyan…

    thanks

    [Reply]

  9. 4diti4
    Posted December 1, 2009 at 2:56 pm | Permalink

    Mas Eko izin numpang mau nyamperin mas fajar ,
    Salam kenal juga mas , wah mantap dari balikpapan bisa ikut Sabawana edisi 4 , saya ikut edisi ke 2 th 2007 , saat itu saya ikut kelompok Patrik Malang hampir separuh rute beriringan dengan kelompok dari kalimantan kalo lihat plat nomor dan dialek bicaranya yang sengau , kalo ke Gresik lagi kabari nanti kita ajak naik ke bukit ” Hollywood ” ….

    [Reply]

  10. eko wah yu.s
    Posted December 1, 2009 at 3:20 pm | Permalink

    @4diti4, terima kasih sudah mampir …

    [Reply]

  11. Posted December 3, 2009 at 2:57 pm | Permalink

    bagus-bagus-bagus…

    btw, aku pernah liwat jalurmu iku bos, kedua2nya, jalur berangkat dan pulang.

    jalur berangkatmu iku lewat desa “njeru” atau semacam itulah, dan tembusnya di dusun “njarak ijo”, salah satu bagian desa “ngadas” sing terkenal sebagai tempatnya orang2 tengger dan fokus penelitian arek2 antropologi pedesaan jurusan sejarah.

    aku pernah murni jalan dari tumpang!!! karo konco2 plus 3 pemuda lokal.

    nah, jalur mulihmu iku, lewat mburine bromo, aku yo tahu pisan. aku tempuh mlaku maneh! :) tapi mlaku-e mulai ngadas, duduk tumpang, setelah numpak pickup campur sayuran. mek berdua. dan itulah salah satu saat paling “tantangan”, kejebak hujan malam2 di suhu macam itu dll, dst, dsb, dllajr.

    tapi ya, tetep ae, aku durung tahu numpak motor klx-whatevermu iku hehehe… kapan2 lah nek aku sugih koyok awakmu tak tuku motor ngono :)

    [Reply]

Post a Comment

Your email is never shared. Required fields are marked *

*
*