Beberapa hari yang lalu saya didaulat untuk motret acara seminar di kantor. Pada awalnya, saya hanya menggunakan flash internal kamera 400D, namun setelah saya cek hasilnya koq ternyata banyak yang under alias kurang cahaya. Segera saja saya mencari review tentang flash dan akhirnya pilihan jatuh ke flash kelas sedang punya: Canon Speedlite 430 EX II. Sebelumnya saya sempat mempertimbangkan Nissin Di622 sebagai alternatif low-budget third-party flash, namun karena banyak review yang kurang begitu mendukung, akhirnya saya tetap pada pilihan 430 EX II.
Flash ini bisa dibilang cukup mungil, dengan berat total sekitar 330 gram, jauh bila dibandingkan dengan saudaranya 580 EX II yang seberat 375 gram dengan body yang lebih bongsor. Dengan Guide No. 43m pada kisaran focal length 24-105mm, flash ini bisa dibilang cukup untuk kebutuhan pemotretan indoor skala kecil sampai sedang. Recycle time yang dibutuhkan untuk setiap tembakan juga cukup singkat, 3 detik! Saya tidak akan membandingkan dengan 580 EX II karena jelas segalanya jauh di atasnya dengan harga yang juga terpaut lumayan. Flash ini memiliki fitur putaran atas bawah dan kiri kanan (sampe 180 derajat jika diputar ke kiri) sehingga memungkinkan kita untuk menggunakan teknik bouncing light untuk meminimalisir kerasya cahaya flash jika diarahkan secara langsung ke obyek.
Meskipun saya bisa dibilang masih awam sekali dengan teknik dan teknologi flash ini, saya berharap flash ini dapat membantu saya agar lebih cepat dalam mempelajari teknik-teknik fotografi, meskipun hanya sebatas hobby saja.
berikut contoh-2 hasil jepretan dengan berbagai teknik bouncing pada mode P (Program).






























3 Comments
Dimana letak kekuranggan Nissin Di622?
mohon penjelasannya karena saya baru saja merencanakan untuk membelinya
[Reply]
@hendry, kelemahan Nissin adalah:
1. reload time-nya lambat
2. ada beberapa kasus dimana reflektor flash cepet gosong
3. TTL nya ada beberapa kasus yang tidak konsisten.
4. powernya emang gede tapi ada beberapa kasus juga dimana besaran power tersebut juga tidak konsisten.
dari yang pernah saya baca, beberapa orang memilih menjadikan Nissin ini sebagai flash kedua atau sekunder, dengan main flash tetep pake Canon.
[Reply]
Kalau pakai 270 EX, kualitasnya jauh nggak ya?
Beberapa hari yang lalu saya juga pakai 430 EX:
[Reply]
eko wah yu.s Reply:
February 2nd, 2010 at 10:17 pm
270EX kan versi flash canon terbaru yg kecil itu ya? Kalo lihat dari GN-nya sih kayaknya jauh … 27m vs. 43m … jadi jangkauannya pasti beda…
270EX kayaknya paling manteb kalo disandingkan dengang Powershot G10 .. tapi kalo untuk DSLR saya rasa masih kurang …
[Reply]