Hari ini tadi kebetulan saya berkesempatan mengantar saudara yang akan berangkat haji di Kota Nganjuk. Tahun sebelumnya saya juga berkesempatan mengantar Nenek.
Tahun lalu, saya membawa Canon 400D dengan lensa 17-40 untuk meliput acara di alun-alun Kota Nganjuk. Namun kali ini saya tidak membawa kamera DSLR Canon 50D sebagai senjata dikarenakan pengalaman tahun lalu yang kurang begitu mendukung. Para pengantar jamaah haji sangat banyak jumlahnya dan berjubel memenuhi alun-alun sehingga saya harus mengangkat tinggi-tinggi kamera DSLR agar tidak tersenggol atau bertabrakan dengan sesama pengantar.
Kali ini saya cukup membawa Canon Powershot G10 sebagai senjata karena saya rasa sudah lebih dari cukup untuk meliput acara ini.
Dengan kekuatan zoom optik dan digital yang memadai, dan lensa ekuivalen dengan 28mm, resolusi 14,7 mega pixel, dan mode full manual, DIGIC 4 Image Processor dengan face and motion detectionnya, saya sudah bisa mengcover suasana pemberangkatan haji. Karena kamera ini ukurannya cukup kecil, saya tidak begitu repot saat harus berdesak-desakan dengan para pengantar lainnya.
Namun, meski hanya membawa kamera prosumer, oleh petugas keamanan saya tetap diperbolehkan mendekat ke lokasi pemberangkatan meski tidak seleluasa tahun lalu saat membawa DSLR (mungkin dikira wartawan ya, he he he).

Secara keseluruhan, kamera prosumer seharga 5jt an rupiah ini sangat pas banget sebagai backup kamera DSLR atau sebagai kamera darurat saat meliput acara dalam kondisi yang kurang memungkinkan menggunakan DSLR.
Berikut adalah contoh hasil foto-foto saya menggunakan Canon G10. Untuk foto-foto kegiatan pemberangkatan jamaah haji menyusul.

















2 Comments
Hasil bidikannya mana Bro?
[Reply]
@sarip…
Untuk hasil foto landscape nanti akan saya upload. Untuk hasil lainnya, anda bisa cek foto-2 motor trail kawasaki KLX. Semua foto diambil menggunakan Canon G10.
[Reply]
One Trackback
[...] Skip to content HomePhoto GalleryContact UsAbout Search « Canon Powershot G10 – si mungil yang powerfull [...]