Hari Rabu kemarin akhirnya rencana untuk berkunjung ke Bromo terlaksana juga. Perjalanan di mulai pada jam 12.30 dini hari dari kota Malang menuju ke Bromo lewat jalur Nongkojajar, Pasuruan. Rute ini diambil karena merupakan rute yang pendek, di samping kondisi medan yang lebih memungkinkan untuk ditempuh daripada lewat rute Probolinggo yang hanya terbatas sampai kawasan perhotelan saja, setelah itu harus naik Jeep untuk menuju ke Penanjakan.
Perjalanan Malang Pananjakan yang ditempuh dini hari membuat kami tidak bisa menikmati pemandangan di kawasan tengger, namun hal positifnya adalah kami tidak terlalu direpotkan dengan kondisi jalan yang naik turun dan hanya berpatokan pada sorot lampu dan rambu-rambu saja. Lama perjalanan relatif singkat, hanya 1,5-2 jam dari Malang sampai di pos jaga pintu masuk kawasan Bromo. kami sampai di sana sekitar jam 2.30 pagi.
Saat pertama kali sampai di Pananjakan, suhu udara masih relatif dapat diatasi tanpa pakaian dobel, hanya di kisaran 25 derajat celcius. Namun, menginjak pagi hari sekitar jam 3-4 pagi suhu udara sudah mencapai 18-15 derajat celcius, sampai2 jaket dan tas basah semua. Ini menyebabkan saya tidak berani mengeluarkan kamera sampai momen menunggu sunrise tinggal beberapa menit saja.
Pengalaman ini saya rasa patut untuk diulangi lagi di masa mendatang, mengingat kurangnya persiapan dan minimnya pengetahuan tentang kondisi di sana, meskipun Puncak Mahameru sudah pernah saya datangi. Hal lain yang saya sesali adalah saya hanya membawa pulang sekitar 200-an foto, yang saya rasa sangat kurang untuk mengabadikan keindahan view di sana. Namun, lain kali pengalam seperti ini saya jadikan dasar untuk tampil lebih prima dan membawa pulang lebih banyak foto dari sana.
beberapa foto yang sempat saya ambil:

waiting for sunrise

bromo di pagi hari

sang pemalu

here I come

pura

gunung batok
Yah… mungkin di lain waktu akan lebih banyak pengalaman menyenangkan yang diperoleh dari Bromo….
Tunggu saatnya nanti













12 Comments
Foto bagus – bagus, indah sekali pemandangannya.Tua – tua gini rasanya ingin juga petualangan kayak gitu. Mungkin bisa lebih yakin dan makin dekat pada kekuasaan Allah yang tak terbatas ini. kapan ya ada kesempatan, he,he, he…..
mantap … pen-cahayaannya
more posting
Lho gambarku kok ga’ono Wan, he…he…
wOw….JempReTannya CooL n KeLiatan NaTuraL bRomonya…..eH sayang d sisi jeLeknya
coBa Tebak apa tuh Maz…..?
Jepretan Terakhir……….ada 2 cowok yang sOk cooL
wHa22 peAce
@sam.. he he he he
@tak taw… ya dikit nampang kan boleh he he he
sam inod aremania : hai gaya thok foto gambar yang lain mana kok itu thok mau jadi caleg ta, kita coba hunting ke sendang biru 24 jam. Berani?
@–> kang bener itu foto original atau udah di sobek2/didempul2? kalau ya hebat, kalau ada waktu coba shering kita hunting ke pantai biar mak nyuuus.
@one-t .. ya original duonggg… ha ha ha cuman dikasih watermark aja…
ya tar nek ada waktu longgar ke sempu lagi …
sam… jalur mlg-nongkojajar-tosari-pananjakan bagus utk dilewati mobil pribadi ga?
kondisi jalan gmn?
nuwus..
Sam ureh, waktu sy ke sana 2 mobil, 1 xenia, 1 kijang. Jalan mulus sampe penanjakan, cuma naik turun & banyak tikungan tajam. Baru dari pananjakan turun kr bromo jalan agak rusak dan menurun tajam. Tapi tetap bisa dilewati mobil biasa asal driver bisa kontrol rem & engine break. Kalo cuma rem kasian kampasnya, bisa kepanasan.
Mas, aku baca milih jalur Malang nangkojajar dan lebih mudah . Ini bisa dilewatin motor ?
AKu juga mau rencana ke bromo dr JKT cuma naik motor berdua istri, nah rencananya mau startnya dari malang.. mau explore malang dulu karna belum pernah
bisa kasih tahu rutenya ga tuh yang dari Malang – Pananjakan.. detailnya lewat mana? apakah lewat lautan pasir juga?
Ditunggu ya, makasih banget lo mas.
@Yufi …
kalo mobil aja bisa lewat, tentu motor akan jauh lebih mudah lagi (dan lebih dekat dibandingkan jalur probolinggo).
Kalo dari Malang, jalurnya adalah:
Malang > Singosari > Lawang > Purwodadi (belok kanan) > Nongkojajar > Bromo …
Memasuki Ngadas, anda harus sering2 tanya ke Penduduk setempat karena ada beberapa pertigaan/perempatan yang tidak ada penunjuk arah.
Selamat berpetualang.