Setelah mengganti Gir KLX dengan mata 51 dan knalpot AHRS, akhirnya kemaren saya berkesempatan untuk mencoba kemampuan KLX yang telah bertambah power dan torsi ini di medan off-road/adventure yang benar-benar ekstrim.
Kami berangkat sembilan orang, dua pemakai KLX, lainnya didominasi oleh motor trail modifikasian mulai dari Suzuki Satria, Smash, Honda GL Pro, CB, sampai Suzuki TS.
Kondisi cuaca yang hujan semakin menambah parah medan dan otomatis menguras tenaga dan memacu adrenalin. Jalur yang saya lewati didominasi oleh tanah gembur (tanah ladang) dengan kemiringan rata-rata 30-45 derajat. Ada juga trek yang melewati sungai berbatu.
Secara keseluruhan, torsi dan power KLX 150 ini sudah sangat memadai, namun karena masih ada satu lagi komponen yang masih standar, yakni BAN, akhirnya kemampuan KLX ini tidak bisa dengan sempurna melibas trek ekstrim tersebut. Ini disebabkan saat trek menanjak, ban hanya bisa berputar kencang tanpa memiliki traksi ke tanah. Segala upaya sudah saya coba untuk melibas trek tanah gembur yang akhirnya jadi berlumpur karena hujan tersebut, ujung-ujungnya terpaksa KLX harus didorong dan ditarik ha ha ha .
Tapi pengalaman ini benar-benar memuaskan, cukup berdasar untuk memutuskan mengganti Ban belakang dengan “ban pacul”.
berikut foto dan video liputannya.

















8 Comments
pulang2 bawa singkong tuh kayaknya…
[Reply]
@bee … mungkin kalo pas kemaren singkongnya ud gede, kita bakal ga kelaparan ha ha ha …
berhubung masih baru ditanam, kita hanya bisa makan air aja …
[Reply]
Top…….
bikers tenan
[Reply]
Dear Mas Eko
Mas Aku Teguh Seko Kalimantan. Aku lagi ae nduwe mtr KLX 150. tapi sek gawe ati ga sreg kuwi mas. suoro mesin koq rada kasar ya,, ga koyo mtr 4 tak umum e.
Motore sampeyan nganggo oli apa?
[Reply]
Mas Teguh … punya saya juga kasar koq … tapi biarin aja .. toh emang cara pake nya juga kasar he he he …
sampai saat ini masih oli dari dealer karena baru servis 1 kali …. ga taa olinya apa soalnya pas servis saya suruh pegawai saya yg bawa ke dealer…
[Reply]
coba maen ke lombok deh cobain treknya lombok n komunitas trail adventure juga ada
[Reply]
@iban .. terima kasih sudah mampir…
pengin saya ke lombok .. tapi untuk hunting foto .. bukan ngetrail he he he …
[Reply]
@Eko: sebelumnya salam kenal dulu ya. Dengan mengganti gir 51, apakah cukup melepas gir yang lama. atau juga sekalian mengganti tromolnya. terus kalau boleh tahu. keluaran mana girnya dan berapa harganya. makasih ya.
@Teguh: KLX ku juga memakai oli asli dari dealernya. tapi itu saya lakukan sampai service motor yang kedua kalinya. terus karena ada yang menyarankan memakai oli merek LUCAS (amerika), setelah saya coba ternyata bedanya jauh banget dengan oli kawasaki. perbedaan itu bisa terasa saat perpindahan gighi dari rendah ke tinggi dan sebaliknya, itu terasa lebih ringan bahkan tidak terasa. bahkan mesin juga tidak terasa panas.
kemudian kembali saya coba dengan oli kawasaki (karena kebetulan gak punya uang hehehe) itu gigi terasa seret kembali, jadi gak enak dipakainya. akhirnya balik lagi ke LUCAS. soal harga. Rp 120.000,-
[Reply]
eko wah yu.s Reply:
February 23rd, 2010 at 4:16 pm
ganti gir 51 cukup melepas gir lama, tapi anda harus ganti rante kalo gir depan tetep pake mata 14. Kalo pake mata 13 rante lama bisa dipakai. Saya pake merek Rajawali, harga Rp 95.000
[Reply]