Mungkin istilah grounding system sudah tidak asing lagi bagi kalangan yang keseharian bergelut dengan komputer maupun radio komunikasi. Seperti diketahui, grounding system untuk masyarakat umum diaplikasikan pada instalasi kelistrikan (atau sering disebut dengan ARDE). Tujuannya adalah untuk membuang arus jahat yang mengalir di dalam listrik yang dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan komputer maupun radio komunikasi.
Setelah mencari informasi lebih lanjut, ternyata grounding system tidak sesederhana itu. Ada dua macam grounding system yang sebenarnya sudah sangat umum, namun kebetulan saya saja yang baru tahu sekarang. Read More »
Kemaren barang pesanan saya, Radio Komunikasi RIG Yaesu FT-2900R sampai di rumah. Dengan penuh semangat, langsung saja saya buka paket tersebut dan langsung memasangnya di ruangan kamar. Seperti tulisan-tulisan saya terdahulu, beberapa waktu belakangan ini saya sedang kembali menekuni hobi lama, yakni berkomunikasi menggunakan radio komunikasi amatir, dan kebetulan saya akhirnya bisa membeli pesawat RIG ini setelah cukup lama mempertimbangkan pilihan-pilihan yang ada.
Jika dibandingkan dengan pesawat lain yang sejenis (IC-2200H, IC-V8000, Kendwood TM-271), pesawat ini tergolong paling besaar untuk ukuran daya pancar (75 wattt!!!), namun dengan harga yang relatif jauh lebih terjangkau.
Fitur lengkapnya adalah sebagai berikut: Read More »
April 22, 2010 – 11:20 pm
Beberapa hari baru pegang pesawat radio komunikasi, ternyata motivasi untuk membangkitkan ilmu masa lalu yang sempat terpendam semakin besar juga. Akhirnya saya putuskan untuk membeli antena Diamond F22 untuk melengkapi pesawat V68 yang saya beli beberapa minggu yang lalu. Sebelum memutuskan untuk membeli antena ini, saya sempat mengingat-ingat antena yang dulu pernah saya pakai: Ring-O dan Telex yang sekarang tidak tau rimbanya.
Hasil dari baca-baca di Internet dan konsultasi di forum, antara antena Telex versus Diamond bagaikan antena Wajanbolic versus Grid he he he. Seperti tertera di data sheetnya, antena Diamond F22 ini memiliki spesifikasi sebagai berikut Read More »
Beberapa minggu setelah saya memiliki pesawat Radio Icom V68, saya mulai hunting informasi terkiat dengan perijinan maupun organisasi resmi yang menaungi masalah penggunaan radio amatir maupun radio komunikasi. Seperti diketahui bersama, di Indonesia ada dua macam organisasi yakni RAPI dan ORARI. Meski sekilas tampak sama, sebenarnya keduanya berbeda secara cukup signifikan, baik secara aturan maupun operasional kesehariannya.
Nah, berhubung saya juga berpikir bahwa kepemilikan maupun penggunaan radio komunikasi sudah jelas diatur oleh Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, maupun Peraturan Menteri, maka mau tidak mau saya juga harus mengurus perijinan tersebut supaya tidak mendapatkan cap sebagai pemilik radio gelap yang hanya bertujuan mengganggu jalur komunikasi. Read More »
Barusan nemu lewat forum. Salah satu add-ons untuk mozilla firefox yang fungsinya merubah tampilan standard firefox menjadi macem-macem. Tampilan di sini maksudnya semacam themes buat firefox gitu, tapi dengan tombol dan layout masih tetap standar.
Mungkin bagi beberapa orang tampilan bukanlah segalanya, tapi bagi beberapa yang lain, tampilan yang aneh-aneh dan berwarna warni mungkin bisa menambah semangat dalam berselancar di dunia maya.
Sama halnya dengan tampilan desktop windows. Bisa saja orang menggunakan tampilan themes desktop windows standard (blue, green atau silver) tapi beberapa yang lain memilih untuk mengutak-atik tampilan tersebut sesuai dengan selera. Read More »
Iseng-iseng muter-muter di forum, ehhh nemu barang begini … berhubung cocok, ya dibungkus…he he he … bagi sebagian orang mungkin trend ini sudah hampir punah, tapi ternyata setelah saya pantau lebih lanjut. Masih rame juga.
Handy Talkie (HT) Icom V68. Meski tergolong HT jadul … HT ini pernah mengalami masa keemasan jaman tahun 97-98 dulu ….. dulu saya sering pake punya sekolah pas ada acara Diklat Pecinta Alam, survei dan koordinasi OSIS. Read More »
Ceritanya ini adalah proses perjalanan saya dalam memilih tas kamera untuk menampung kamera sesuai dengan kebutuhan saya.
Pertama kali saya beli tas kamera adalah merk Lowepro tipe Apek AW (serinya saya lupa, kalau ga 120 ya 140), yang kala itu sebagai gandengan kamera Canon 400D. Karena waktu itu benar-benar baru dalam dunia fotografi, saya tidak memperkirakan scalability dalam hal kebutuhan / aksesoris pelengkap kamera. Giliran saya beli beberapa lensa tambahan, tas sudah tidak muat lagi. Read More »
March 26, 2010 – 11:09 am
Menggeluti hobi offroad adventure tidak bisa lepas dari pertimbangan keselamatan yang melibatkan sejumlah isu. Hal pertama yang kebanyakan orang pikirkan ketika berbicara masalah keselamatan adalah seorang perlengkapan yang dipakai oleh pengendara. Bagi seorang pemula keselamatan benar-benar dimulai dengan sepeda motor itu sendiri.
Lihat dan perhatikan motor trail Anda. Apakah sudah sesuai dengan Anda? Membeli sebuah motor trail yang tidak sesuai dengan karakter pengemudinya, baik fisik maupun keterampilan bukanlah ide yang bijaksana untuk pemula. Jika anda tidak dapat menahan motor trail anda tanpa bantuan pada posisi duduk, bisa dikatakan bahwa motor trail tersebut terlalu besar. Kalau sudah begitu, cari motor trail yang lebih kecil. Cara yang paling tepat untuk mengetahui apakah motor trail sudah pas dengan karakter tubuh anda adalah ketika berada di tanah yang datar, kedua ujung kedua kaki anda harus dapat menempel di tanah pada waktu yang sama. Sementara itu, seiring dengan waktu, pengendara yang lebih berpengalaman dapat beradaptasi dengan sepeda motor yang lebih besar. Namun, akah lebih baik jika postur anda benar-benar menunjang dan sesuai dengan sepeda motor yang anda gunakan. Apalagi untuk kegiatan off-road adventure dimana kecenderungan mengunakan kedua kaki sebagai tumpuan saat melibas belantara akan sangat penting. Read More »