Bagi penggian kegiatan adventure otomotif, baik roda empat maupun roda dua, pasti maklum bahwa BBM atau bahan bakar minyak, baik pertamax, bensin, solar, bensin campur, ataupun bahan bakar lainnya pasti merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan tersebut.
Seringkali, saat akan memulai perjalanan selalu didahului dengan check up kendaraan, pengisian BBM dan persiapan peralatan/perlengkapan lainnya. Tidak jarang pula, pengisian BBM harus dilakukan di tengah-tengah perjalananyang notabene jauh dari SPBU atau pedesaan yang warganya menjual BBM.
Nah, saat pengisian baik saat akan memulai perjalanan atau di tengah-tengah perjalanan, peran jirigen (jerry can) sangat vital untuk menampung BBM setelah dibeli dari SPBU. Bagi yang menomorsatukan kualitas disamping penampilan (baca: gengsi), jirigen impor sangat menggiurkan. Namun bagi yang mementingkan fungsi, alangkah mubadzirnya membelanjakan uang ratusan ribu (harga jirigen impor dengan fasilitas fuel spill saver berkisar antara 250 – 600rb), hanya untuk membeli sebuah jirigen plastik untuk menampung BBM.
Nah, berbekal dari browsing di Internet, mengamati jirigen impor milik teman, dan sedikit tantangan untuk memangkas habis biaya pembelian jirigen, saya memutuskan untuk membuat sendiri jirigen dengan fasilitas fuel spill saver.
Apa maksud dari spill saver? Maksudnya di sini adalah saat kita menuangkan BBM ke dalam tanki kendaraan, kita tidak perlu menggunakan corong dan langsung menuang BBM dari tangki tersebut. Nah spill saver di sini bertujuan untuk meminimalkan tumpahan BBM saat kita menuang BBM tersebut.
Alat dan bahan yang diperlukan sangat mudah, murah dan sederhana. Anda bisa mendapatkan alat dan bahan ini di pasar loak, di pasar tradisional atau pengepul barang bekas dan toko bangunan
Bahan yang diperlukan adalah: Jirigen kapasitas terserah (mulai 10 liter – 25 liter), alat pembuangan air bak kamar mandi, karet ban bekas, TBC atau selotip pipa PVC, dan kawat untuk ornamen.
Alat yang dibutuhkan: Bor, Cutter/Pisau.
Langkah pembuatannya adalah sebagai berikut: Tutup jirigen dilubangi seukuran alat penguras bak kamar mandi, lalu alat penguras bak kamar mandi tersebut diberi selotip PVC, dan ditambah seal dengan karet ban bekas.
Setelah selesai proses, tinggal membengkokkan alat penguras kamar mandi tersebut untuk memudahkan proses penuangan BBM ke tangki.
Hanya dengan modal Rp 15.000 untuk jrigen (dapet tutup 2), dan Rp 6.000 untuk alat penguras bak kamar mandi, dengan total uang Rp 21.000 jirigen dengan fasilitas fuel spill saver sudah jadi. Bayangkan dengan jirigen impor seharga ratusan ribu tersebut…..he he he
Happy experimenting.





















2 Comments
experiment yang mbikin ide…. two thumbs up gan….
[Reply]
wow keren pantas dicoba…
atau g ada keinginan buat dipasarkan om hehehe
[Reply]