Max Payne: dari game ke film

Masih teringat jelas beberapa tahun yang lalu ketika saya memainkan game Max Payne, game yang benar-benar luar biasa di kala itu dengan keunggulan pada efek bullet time seperti halnya yang terjadi di film The Matrix. Pada saat itu hardware komputer masih tidak seperti sekarang ini namun sudah cukup bisa memenuhi keinginan saya untuk memainkan game Max Payne tersebut. Game yang dibuat oleh Rockstar

games ini benar-benar luar biasa, dengan berbagai macam senjata yang ditawarkan untuk dimainkan, peralatan-peralatan canggih di masa itu, dan misi-misi yang rumit dan kadang sulit dipecahkan.

Alur cerita di dalam game ini sangat rumit dan sulit ditebak, dan hampir di semua scene, Max Payne berada pada posisi dijebak alias selalu dijadikan kambing hitam dalam berbagai pembunuhan.

Nah, baru-baru ini, film yang berjudul asma telah direlease. Film ini dibintangi Mark Wahlberg, yang beberapa waktu yang lalu tampil di dalam film kesukaan saya: The Shooter. Film ini menceritakan kisah balas dendam pria yang keluarganya dibantai secara sadis (mirip seperti prolog dalam game nya).

Max Payne adalah seorang polisi di New York. Setelah mendapati keluarganya telah dibantai secara brutal, ia pergi ke tempat seorang informan bernama Trevor Duncan untuk mencari petunjuk siapa yang telah berbuat sedemikian keji terhadap keluarganya.

Di tempat Trevor, Max nyaris terlibat bentrok dengan sekelompok mafia asal Rusia. Namun Natasha Sax (Olga Kurylenko) berhasil melerainya dan segera mengajak Max pergi dari tempat itu. Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke apartemen Max. Kemudian setelah pergi dari apartemen Max, Natasha tiba-tiba dihantui oleh sosok monster bersayap. Tanpa disadari monster itu langsung membantai Natasha dengan sadis.

Keesokan harinya, Max diajak oleh bekas rekannya Alex Balder (Donal Logue) untuk mengunjungi ke sebuah tempat kejadian perkara pembunuhan. Max sangat kaget setelah mengetahui mayat yang termutilasi di tempat itu adalah Natasha. Alex sengaja mengajak Max karena ia menemukan dompet milik Max berada bersama mayat itu. Max pun langsung dijadikan tersangka pembunuhan itu.

Setelah beberapa saat, Alex sadar kalo tato sayap yang terdapat di lengan Natasha mirip dengan tato pembunuh Michelle istri Max. Berkat tato itulah satu demi satu petunjuk pembunuh istri dan anaknya terkuak.

Sang sutradara John Moore berhasil menyuguhkan nuansa kegelapan di film ini. Film yang berhasil mnduduki posisi puncak box office pekan lalu itu benar-benar menampilkan setting kota New York yang kelam dan diselimuti salju. Setting yang terdapat di film tersebut benar-benar menggambarkan versi video gamenya.

Namun sayang sutradara yang tenar lewat film ‘Behind The Enemy Lines’ itu kurang banyak menyuguhkan adegan aksi yang seru di film ini. Untungnya spesial efek slow motion yang terdapat di video gamenya disuguhkan di film ini. Hal itu membuat film ‘Max Payne’ berbeda dengan film aksi lainnya.

Akting Mark Wahlberg sebagai pria depresi cukup memukau di ‘Max Payne’. Alur film ini juga sulit untuk ditebak mirip dengan kebingungan yang saya alami pada saat memainkan gamenya.


sumber: berbagai sumber

Mungkin Perlu Dibaca Juga...

1 Star2 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
2,590 views