Barusan saya iseng-iseng baca kolom teknologi di detik dot com, ada artikel yang menurut saya sangat menggelitik dan membuat saya terawata. Di situ diulas tentang pelarangan penggunaan flashdisk atau removable media di lingkungan Pentagon (saya yakin semua orang tahu apa itu Pentagon). Pelarangan ini terkait dengan terjadinya serangan cracker dari Rusia yang berhasil menyusup ke jaringan komputer Pentagon.
Salah satu kutipan di dalam artikel tersebut adalah “Hendaknya user tidak mengaktifkan autorun pada Windows, sehingga piranti removable tidak otomatis beroperasi saat terhubung dengan PC”. Ini yang membuat saya tertawa heran. Saya sendiri bahkan sudah lupa kapan terakhir kalinya saya membiarkan settingan autorun di Windows tetap aktif. Seperti yang kita ketahui bersama, peredaran virus lokal di Indonesia ini sangat pesat karena pemanfaatan flashdisk sebagai media penularannya. Hampir bisa dipastikan, semua virus yang berasal dari flashdisk diaktifkan oleh autorun yang kemudian menjangkiti sistem windows.
Nah, Pentagon kan sarangnya orang-orang yang lebih pinter di bidang komputer daripada orang kebanyakan, koq bisa-bisanya mereka melarang penggunaan flashdisk, sementara autorun bisa dinon-aktifkan dengan cara yang cukup sederhana: tinggal jalankan run > ketik gpedit.msc > pada bagian user configuration, pilih administrator templates dan pilih system, tinggal cari autorun di situ trus non-aktifkan (disable).
Benar-benar aneh tapi nyata!!













2 Comments
Sepertinya mereka meminimalkan resiko terkena serangan cracker tersebut..
[Reply]
Lah itu pentagon.sy malah dengar cerita dr teman yg krja diperusahaan asing yg brgerak pada pembangunan jaringan nirkabel.bawa flashdisk lngsung dipecat.padahal laptop dll (non flashdisk)diberi dr perusahaan.lbh aneh tho…
[Reply]