Setelah lama menunggu akhirnya sekuel dari Crysis telah bisa saya mainkan: Crysis: Warehead. Sebuah judul yang menggugah selera dan rasa ingin tahu saya. Seperti apakah nantinya alur permainan dari Warhead ini. Sebelumnya saya berharap game ini bakalan seru seperti pendahulunya, tetapi setelah membaca review di salah satu majalah game, yang “agak” menilai secara miring game ini dari sisi gameplay akhirnya saya telah membuktikan sendiri. Yah, game ini sangat singkat untuk dimainkan: Hanya semalam!
Game ini dibangun dengan sistem yang lebih baik dibanding pendahulunya sampai developernya (crytek) mengatakan bahwa jika komputer anda dapat memainkan Crysis dengan sempurna, maka Warehad akan dapat anda mainkan dengan mudah! Memang demikian sih kenyataannya, saya tidak mendapati kesulitan yang berarti meski hanya berbekal dengan AMD X2 4800, 2Gb RAM, VGA 8600GT. Bahkan menurut saya lebih lancar memainkan Warhead daripada Crysis.
Game ini dibangun dengan cerita yang paralel dari game pertama. Di sini kita memainkan karakter Psycho Sykes yang pada saat berpisah di dengan karakter utama di game pertama, Nomad, dia mengikuti Jendral Lee bersama dengan kargonya. Kargo tersebut diperkirakan berisi hulu ledak nuklir (warhead) sehingga menjadi judul dari game ini. Di sini Psycho ditugaskan untuk melacak dan mengambil alih kargo tersebut. Dalam pengejaran, Psycho berhasil menyelamatkan teman lamanya, Sean O’Neill, yang kemudian membantu dia di sepanjang alur cerita game ini dari udara dengan pesawat VTOL-nya. Dalam perjalanannya, Psycho harus menyelesaikan berbagai misi sampai dia mencapai pelabuhan dimana kargo tersebut akan dimasukkan ke dalam kapal selam. Setelah berada di kapal selam, tiba-tiba dia tidak tersadarkan diri dan ketika terbangun, dia sudah dalam penyiksaan Sang Jendral.
Setelah adegan kejar-kejaran dengan Jendral menggunakan hovercraft, yang merupakan aspek paling menyenangkan di dalam game ini dia bertemu dengan tim marinir lainnya. Di situ bersama para marinir, dia bertempur dengan alien-alien dan setelah berhasil mengalahkan mereka, Psycho memasuki kawasan pertambangan di gunung. Nah, pada saat inilah saya sempat tersesat dan berkali-kali terperosok karena kayu-kayu penyangga jalan sudah lapuk dan salah sedikit saja melangkah, maka langsung terperosok ke jurang.
Setelah keluar dari kawasan pertambangan, Psycho ditugaskan untuk mengawal kargo melewati hutan yang terus dikejar oleh tentara-tentara Korea dan juga alien-alien kecil. Nah, endingnya, Psycho menyerang markas tentara Korea dan akhirnya bertempur lagi dengan Alien besar. Sekal lagi, alur cerita yang sangat singkat dan hanya butuh waktu semalam saja untuk menyelesaikannya.
Sebenarnya tidak banyak penambahan hal baru di dalam game ini, hanya ada beberapa penambahan seperti kendaraan lapis baja yang dilengkapi dengan senjata berat, ranjau, dan juga hovercraft. Senjata EMP yang digunakan di game ini juga baru, bukan canon seperti yang ada pada game pertama, tetapi lebih mirip senapan EMP dengan kekuatan yang lebih kuat daripada gauss rifle.
Seperti yang telah saya sampaikan di atas, game ini sebenarnya dapat dikatakan “cukup” ringan dan tidak membutuhkan perangkat komputer yang luar biasa. Persyaratan minimal adalah CPU: 2.8 GHz atau lebih, 1 GB RAM, 15 GB of free space, 256 MB video memory, NVIDIA GeForce 6800 GT/ATI Radeon 9800 Pro, Sound Hardware: DirectX 9.0c compliant card. Saya sendiri bisa memainkan game ini dengan setting medium yang cukup lancar.













8 Comments
Wah klo main di level mainstream segitu mungkin kuat pak, coba klo Enthusiast udah pasti gak akan ngangkat, 4870 1Gb aja keberatan saat From Hell’s Heart, Crysis dan Warhead adalah game dgn high quality image jadi lebih enak di nikmatin pada very high or Enthusiast.
[Reply]
@visi… betul .. yang saya maksud kan di sini bukan game image quality .. tapi gameplay…
kalo ngejar enthusiast mah jangan dibilang.. bisa2 ga makan sebulan ha ha ha
[Reply]
Warhead adalah game terberat no 2 setelah stalker clear sky
Tp sbnrnya lbh enak Crysis ketimbang Warhead, jalan cerita yg terlalu singkat ga enak juga, tp combat jauh lbh enak warhead, tp saya lbh suka crysis sih lebih hutaaaan heheh menunjukkan kualitas grafis papan atas ala Crytek
[Reply]
saya gatau jalan keluar saya terperosok di leveL es tp harus menana lg ya ada yg bisa bantu???
[Reply]
level es yg mana bro? Adapt or perish ya?
[Reply]
jjr enakan crysis lebih berpetualang…
[Reply]
Ane main delta cukup satu hari tamat. Padahal senjatanya udah keren. Cocok sama si Psycho. Sayang gameplaynya terlalu singkat. Yang keren tuh musiknya. Semangat abiz. Apalagi pas terakhir dikeroyok alien mau lawan Exosuit.
[Reply]
cuman mo nanya sob…
graphic setting kamu set semuanya ke enthusiast apa gamer??
dan kalo boleh tau resolusi nya kamu set brapa dan pake AA berapa kali??
soal nya aku maen pake laptop dengan VGA Radeon 5870 semua nya enthusiast, 8x AA, 1600 x 900 cuman dapet sekitar 20 fps…
[Reply]
eko wah yu.s Reply:
May 5th, 2010 at 11:14 am
saya tidak begitu mempersoalkan dengan enthusiast ato bukan… asal bisa main sudah cukup, maklum VGA cuma 8600GT …
[Reply]
One Trackback
[...] versi single playernya memang terasa agak cepat selesai seperti halnya yang saya rasakan pada game Crisys: Warhead, namun versi multiplayer online-nya benar-benar tidak terasa membosankan meskipun map-map yang [...]