Ceritanya ini adalah proses perjalanan saya dalam memilih tas kamera untuk menampung kamera sesuai dengan kebutuhan saya.
Pertama kali saya beli tas kamera adalah merk Lowepro tipe Apek AW (serinya saya lupa, kalau ga 120 ya 140), yang kala itu sebagai gandengan kamera Canon 400D. Karena waktu itu benar-benar baru dalam dunia fotografi, saya tidak memperkirakan scalability dalam hal kebutuhan / aksesoris pelengkap kamera. Giliran saya beli beberapa lensa tambahan, tas sudah tidak muat lagi.
Selanjutnya saya melirik produk lokal, Eiger. Kali ini masih berupa tas slempang. Cukup untuk mengakomodasi 1 kamera 400D, 1 lensa 50mm dan 1 lensa 55-250mm. Saya waktu itu berfikir wah ini sudah pas.. 1 tas bisa menampung semuanya. Padahal tetap saja di sini saya masih belum mempertimbangkan aspek scalability. Begitu sering ikut acara-acara hunting foto, ditambah beli aksesoris sana sini macam tripod, filter, battrei grip, dll., akhirnya tas slempang Eiger ini tidak lagi bisa menampung.
Meliriklah lagi ke tas kamera eiger model backpack. Pas banget, semua bisa masuk, bahkan laptop juga masuk. Tenteng sana tenteng sini… pundak cepet pegel, punggung sakit, dan capek banget bawa tas ini. Seperti mungkin sudah diketahui, dalam kondisi kosong pun tas eiger ini sudah berat, apalagi ditambah lensa 70-200L, 17-40L, tripod, eksternal flash, dan perlengkapan lain… Tambah berat dan semakin menyiksa. Apalagi kamera sudah ganti 50D (yang bodynya jauh lebih besar dan berat dibanding 400D).
Akhirnya, saya kembali mempertimbangkan untuk melirik produk Lowepro dengan pertimbangan sisi durability dan kualitas bahan yang meski tampak rugged tapi dari sisi bobot cukup ringan. Terbelilah Lowepro Flipside 400AW. Cukup ringan dengan komposisi peralatan yang relatif sama dengan saat menggunakan tas Eiger. Tas ini cukup nyaman pula di pinggul dan punggung. Untuk hunting blusukan ke hutan juga tidak begitu menyiksa, karena kontur tas yang nempel banget dengan tubuh (mirip konstruksi tas carrier). Secara keseluruhan, tas ini sangat memuaskan, bahkan sampai saat ini belum tergantikan oleh backpack lainnya.
Namun, akhir-akhir ini rutinitas hunting foto secara all out sudah sangat jarang saya lakukan. Lebih seringnya cenderung ke light hunting. Hunting sambil rekreasi, atau hunting foto sambil berkegiatan di alam bebas. Dengan kondisi seperti ini, tas Flipside 400AW tadi tidak lagi bisa menemani saya secara maksimal. Pertimbangannya sederhana: tidak mungkin saya membawa 2 tas backpack (tas kamera dan tas carrier atau daypack, atau mungkin hydrapack) pada saat yang bersamaan. Nah, atas pertimbangan itulah, setelah konsultasi dengan teman-teman, dan mencari referensi di Internet, akhirnya saya membeli lagi tas tambahan: Lowepro Top Load Zoom 1.
Tas Lowepro Top Load Zoom 1 ini sangat fleksibel jika digunakan untuk light traveller photography, bahkan sebagai peralatan untuk kegiatan outdoor atau ekstrim outdoor (offroad, paralayang, panjat tebing, dll). Kenapa bisa demikian? selain bentuk aslinya sebagai tas slempang, tas ini juga bisa dipakai di depan dada dengan tambahan strap di bagian samping. Sehingga untuk kegiatan yang sekiranya melibatkan banyak pergerakan tubuh, dijamin tidak goyang-goyang. Singkatnya, saat punggung menenteng tas carrier, dada menopang kamera, jadi saat ada momen yang pas, tidak repot membongkar kamera dari dalam tas.
Di dalam tas ini, saya memasukkan hanya 1 kamera EOS 50D, ditambah 1 lensa EFS 10-22. Itu saja. Karena setelah sekian lama bereksperimen gonta-ganti lensa, kelihatannya pilihan sudah bulat untuk lebih cenderung mengeksplorasi ultra wide lens saja. Bagian saku depan bisa diisi filter, atau mungkin 1 lensa tambahan yang tidak terlalu besar (bisa 50mm, bisa 28-105). Jika memang dirasa perlu untuk membawa lensa tambahan, terutama lensa tele, lebih baik untuk membeli lens pouch, yang nantinya bisa diikat di strap samping, atau mungkin di tas carrier, tas lainnya.
Pendek kata, meski agak ribet, kadang memang kita perlu kombinasi peralatan/perlengkapan yang bisa pas dan sesuai dengan kebutuhan kita. Dan yang pasti harus diingat, tidak ada namanya peralatan/perlengkapan yang All-In-One… semuanya punya peruntukan sendiri-sendiri. Dan biasanya segala sesuatu yang All-In-One tidak bisa maksimal dari sisi hasil.
Maksud saya menulis ini adalah, jika para pembaca mungkin ingin terjun ke hobby fotografi, silahkan pertimbangkan sejak awal, aliran apa, jalur mana, dan kebutuhan fotografi seperti apa yang akan anda ambil, sehingga dalam hal penentuan keputusan terkait pembelian tas, anda bisa jauh lebih jeli dan tidak terlalu sering membeli banyak peralatan/perlengkapan yang kurang sesuai dengan kebutuhan.
Perhatikan juga, pemahaman antara KEBUTUHAN VS. KEINGINAN… he he he he













2 Comments
Pak de
saya kpengen pny DSLR dan pilihan saya jatuh pada canon eos 450D,
karna teman saya bnyk yg pake canon,sprti kata pak de,,
saya mw tanya lensa ap yg cocok untuk saya??
Saya suka foto pmandangan(wide) dan juga candid shoot(tele),,
dan brapa kisaran harga ny??
wah mantaph nih postingannya, moga2 bisa dijadikan sebagai modal menang di eksklusifimaginaction.com, lumayan gratis jalan2 ke Jepang hehehe
One Trackback
[...] sangat terinspirasi dari tulisan dari great_ww mengenai pemakaian tas yang simpel tidak merepotkan tidak membuat badan pegel dan remuk redam. [...]