Saat pertama kali membeli sebuah kamera DSLR, mungkin orientasi kita hanya satu: jepret, jepret dan jepret. Kita tidak pernah berfikir untuk mengganti lensa, membeli flash, dan sebagainya. Namun, seiring dengan berkembangnya waktu, bertambahnya jam terbang, berambahnya komunitas dan informasi yang terkait dengan kamera DSLR, orientasi kita sedikit demi sedikit mulai bergeser.
Berdasarkan pengalaman pribadi, yang pertama kali terlintas dalam pikiran kemungkinan besar adalah lensa. Harapannya, dengan mengganti lensa bawaan kamera (lens kit), dengan lensa lain dengan built quality yang lebih bagus, kita bisa memperoleh hasil foto yang “lebih bagus”. Kenapa saya beri tanda petik? Lebih bagus di sini sekali lagi adalah sangat relatif, karena tidak selalu berlaku dimana dengan mengganti lensa bawaan secara otomatis dan serta merta kita bisa mendapatkan hasil yang lebih bagus, karena bagus tidaknya foto tidak saja tergantung pada alat yang dipakai, melainkan juga pada kemampuan seseorang dalam mengambil foto. Dan jujur, dari pengalaman pribadi pula, meski saat ini sudah ada lensa L series (17-40L) yang tertancap pada EOS 400D saya, tetap saja masih ada beberapa teman di FN yang hasil jepretannya jauh lebih bagus daripada saya meski hanya menggunakan lensa bawaan 18-55.
Namun, terlepas dari itu semua, tetap saja dari sisi kualitas gambar, ketajaman warna, dan ketahanan, lensa-lensa seri L masih tetap berada di atas angin dibandingkan lensa kit. Kalau tidak, mengapa Canon bersusah payah mengeluarkan jajaran produk seri L dengan harga yang berkali-kali lipat lebih mahal dibandingkan lensa non L series? Tentu anda bisa menjawabnya sendiri kan?
Nah, kali ini saya ingin membahas tentang pilihan pengganti lensa bawaan atau lensa kit. Lensa bawaan di sini tepatnya adalah seri 18-55 baik dengan IS (450D, 1000D) maupun non-IS (400D). Tujuan utama penggantian lensa ini sebenarnya sederhana: ingin mendapatkan kualitas yang lebih bagus. Tujuan lainnya mungkin saja adalah mendapatkan lensa yang bisa dibawa kemana-mana dan cocok untuk semua suasana atau lebih sering disebut dengan all-round lens atau general purpose lens. Tetapi, untuk tujuan kedua ini aplikasinya mungkin agak lebih susah, karena bagaimanapun juga, tidak ada namanya lensa yang cocok untuk semua suasana. Setiap lensa memiliki karakteristik yang disesuaikan dengan tujuan misalnya lensa ultra wide angle, wide angle, zoom, tele, dan makro.

Dari kiri ke kanan Lensa Canon EF 17-40mm f/4 L USM, Canon EF 24-105mm f/4 L IS USM, Canon EF-S 17-55mm f/2.8 IS USM dan Canon EF 24-70mm f/2.8 L USM
Nah, agar bisa mencapai kedua tujuan tersebut, yang perlu diketahui adalah di kisaran manakah sebenarnya general purpose lens itu bermain? Dari beberapa referensi yang saya baca, lensa general purpose pada dasarnya adalah lensa yang bermain di kisaran focal length antara 28mm -70 mm. Angka ini berlaku untuk lensa kategori full frame (bangsanya seri 1 digit – 5D, 1D, dll). Untuk kamera-kamera yang memiliki crop factor (Field of View Crop Factor) 1,3x dan 1,6x, (seri 2 digit, 3 digit, dan 4 digit) pilihannya akan bergeser dikarenakan pemangkasan pada frame sehingga efektif angka 28mm – 70mm harus dipangkas menjadi sekitar 17mm – 55mm. Nah, pilihan di sini tentu saja agak rumit karena seperti kita ketahui, lensa keluaran canon yang masuk kategori ini hanya 1: Canon EF-S 17-55mm f/2.8 IS USM. Meskipun bukan jajaran lensa Seri L, lensa ini harganya sangat mahal dan bahkan sama dengan jajaran lensa seri L sekelas Canon EF 24-70mm f/2.8 L USM.

lensa dalam keadaan di-zoom maksimal
Nah, sekarang kita persempit saja pembahasan pilihan lensa ini hanya untuk kamera-kamera dengan crop factor. Saat ini, focal length antara 17mm sampai 55mm ini bisa diperoleh dengan lensa-lensa sebagai berikut:
EF 17-40mm f/4.0 L USM
EF-S 17-55mm f/2.8 IS USM
EF-S 17-85mm f/4-5.6 IS USM,
EF 24-70mm f/2.8 L,
EF 24-105mm f/4 L IS USM
EF 28-135mm f/3.5-5.6 IS USM
Untuk lensa third party, ada Tamron 17-50 dan Sigma 17-70 Macro. Namun, kali ini saya tidak akan membahas lensa third party tersebut karena selain belum pernah mencoba menggunakan atau memiliki, bagaimanapun juga lensa first party selalu memberikan jaminan yang lebih dibandingkan third party.
Dari keenam lensa Canon di atas, secara garis besar dapat dibagi menjadi 2: wide angle (dimulai angka 17mm) dan zoom (dimulai angka 24mm). Dari kedua pembagian ini, sebenarnya kita masih bisa mendapatkan manfaat focal length tersebut untuk semua susana, mulai dari foto pemandangan sampai portrait (hampir semua suasana kecuali makro). Pemilihan ini tentu saja sangat penting bagi kita yang suka travelling, baik kembali ke alam atau wisata kota. Setiap momen bisa diabadikan oleh kedua kategori lensa ini.
Namun, tetap saja kita harus memilih di antara keduanya bukan? Kecuali kalau kita mau membawa lebih dari 1 lensa saat bepergian. Nah kalau sudah seperti ini kita harus memutuskan lebih banyak atau lebih sering mana kita motret pemandangan dengan motret foto bersama, potrait, pesta ulang tahun dll. Kalau kita lebih banyak mengambil foto dengan sisi sudut lebar, maka awalan 17mm adalah yang paling tepat, toh di kisran 40-85mm, kita masih bisa mendapatkan kisaran focal length untuk foto selain pemandangan. Saat ini, saya menggunakan 17-40 sebagai pilihan general purpose lens, meski saya masih harus membawa 55-250mm untuk lenas tele. Idealnya lensa 70-200 L adalah paling tepat tetapi masih belum terbeli.
Namun, ada satu pilihan yang mungkin dapat mewakili semua, selain juga bisa mendapatkan kualitas yang luar biasa. Pilihan ini adalah lensa 24-70L. Karena dengan lensa ini sisi wide angle masih bisa didapat, demikian pula dengan sisi zoom. Alasan pemilihan lensa ini adalah kualitas gambar yang banyak orang bilang sangat bagus dan tajam. Namun lensa ini memiliki satu kelemahan yang kadang sangat dihindari oleh mereka yang suka bepergian dengan kondisi barang bawaan yang sangat miniml. Kelemahan lensa ini adalah: BERAT
Sekedar diketahui, kita hanya bisa mendapatkan gambar yang hampir bisa dikatakan sempurna dari lensa-lensa dengan kisaran focal length yang tidak terlalu besar. Jangan sekali-kali anda berharap mendapatkan kualitas gambar yang bagus dari lensa sapujagad macam 18-200mm. Memang focal length nya sangat besar, tetapi hanya pada focal length tertentu saja kita bisa mendapatkan kualitas gambar yang tajam. Pada focal length lainnya biasanya gambar yang dihasilkan cenderung soft.
Dari sisi budget, lensa 17-85mm dapat dijadikan pilihan dibandingkan 17-40 atau 17-55 meski kualitas gambarnya tidak bisa dibandingkan dengan kedua lensa tersebut. Lensa ini dapat dikatakan mewakili kedua kategori, wide angle bisa didapat, zoom-tele juga bisa didapat pada 85mm. Jika ingin memotret obyek yang lebih dari itu, jangan berharap banyak, lebih baik menggunakan lensa 70-200 sekalian dan ambil obyek pada 200m.
Terlepas dari semua itu, pilihan tetap kembali kepada anda. Sesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan dana. Jangan sampai salah beli sehingga tidak tepat sasaran.













54 Comments
Bro,
Usul, reviewnya dikasih harga dong…
biar kita bisa menimbang-nimbang lensa apa yang sesuai kantong.
Terim kasih
[Reply]
@Rama, terima kasih masukannya..
saya tidak mencantumkan harga pada tulisan ini karena sudah pernah saya ulas pada artikel http://www.ekowahyu.com/stories/dollar-membumbung-tinggi-fotografi-jadi-semakin-mahal/
silahkan cek di sana… naik turunnya ga jauh koq
[Reply]
Kesimpulannya utk foto pemandangan lensa yg mana ?
(Maaf, masih pemula niy, hehe…)
[Reply]
@Aulia..
untuk foto pemandangan, usahakan ambil lensa yang wide. dari pilihan di atas, 17-40L menurut saya paling pas buat pemandangan, apalagi ditambah filter CPL.
Kalo mau yang mahalan dikit, 16-35L bisa jadi pilihan, apalagi dipasang di kamera non-full frame…
tapi sejauh ini, masih banyak yang bilang kalo 17-40L paling pas buat landscape… selaen harganya ga terlalu berat, wide-nya jg dapet.
[Reply]
Oke bung, makasih advicenya sangat membantu.
[Reply]
@Aulia.. senang bisa bantu
[Reply]
Numpang tanya niy, sekarang pasaran 2nd canon 400D + lensa canon 18-55m IS berapa ya?
Lama-lama saya bosan juga niy jeprat-jepret gitu-gitu aja hasilnya, jadi mau di jual aja
Thank’s saran nya…
[Reply]
@aulia… pasaran 400D second tergantung pada kondisi barang, jumlah shutter count, dan garansi. Biasanya sih antara 4.5-5.5jt…
coba cek aja di bursa.fotografer.net di sana banyak yang bisa dijadikan perbandingan.
apa ga sayang kalo dijual? he he he
[Reply]
maaf numpang tanya lg ya, shutter count itu paan?, tahunya gimana? he he he
kalo lensa 18-55mm IS nya kira-kira berapa?
thank’s buanget info nya
[Reply]
@aulia .. shuttter count itu jumlah jepretan kamera sejak dari awal … meski CF ud diformat, kalo count dari camera blon pernah direset akan ketauan, tapi kalo ud pernah direset, biasanya bisa dibawa ke DataScript untuk dicek jumlahnya.
kalo 18-55 IS pasarannya saya kurang tau sebab masih tergolong baru.. kalo yang non-IS sih antara 600rb sampe 700rb …
[Reply]
saya masih belum ngeh cara tahu angka SC nya gimana pak?
thanks
[Reply]
@aulia .. kalau kamera anda belum pernah direset counter nya, anda bisa melihat pada nama file foto terakhir yaitu xxx-xxxxx, angka setelah tanda – menunjukkan jumlah shutter count atau jumlah jepretan foto anda.
[Reply]
ooh gitu toh pak
makasih loh pak, banyak membantu saya yg newbie ini
[Reply]
pak admin, mana yg lebih BAIK/TAJAM hasil dari objek jarak 100 meter antara canon 17-40+zoom maksimum lalu cropping 100% bahkan sampai 400%) vs tamron 18-250 (tanpa cropping/hanya hasil zooming saja).
Kebutuhan sy utk outdoor, anak sy 4th lagi demen2nya outbond (objek jauh). Sy pake 400D+kit mau ganti diantara ke2 lens tadi.
Hatur nuhun pak…
[Reply]
@ervin … wahhhh .. kalo jarak 100 meter lensa s.d 200mm belum tentu mampu menghasilkan obyek yang detil pak…
kalo sekedar masuk frame sih bisa saja cuman mengenai perbesarannya ya belum tentu obyek pada jarak 100m bisa masuk full satu frame..
tetapi untuk kebutuhan outdoor, mungkin pilihan hematnya bisa pake Canon EFS 55-250 dengan tetap mempertahankan lensa kit 18-55.
Tapi kalau pengin lengkap, pilihan 17-40L bisa digunakan untuk wide/landscape (foto pemandangan) dan 70-200 bisa diambil untuk tele/candid atau obyek yang jauh…
saran saja, hindari penggunaan lensa all-round alias sapu jagad macam 18-250 karena tidak pada semua focal length dapat menghasilkan foto yang tajam (sweetspot)…. idealnya sih minimal 2 atau 3 lensa …
[Reply]
Trims buat advice-nya pak. Ohya salah bukan 100 meter tapi 20 meter-an. Sepertinya pilihan di 17-40, brarti di 400D jadi/idem 27-65mm ya pak?
Pertimbangan ke 18-250 biar praktis aja pak, jadi kl anak sy lg asyik flyingfox/nyebur ke sawah sy tinggal cari posisi yg mudah saja trus si zoom yang diberdayakan maju mundur (pemales,kekeke..).
So kalo pake 17-40 brarti kaki yang diberdayakan maju mundur (jadi langsing deh,hihihi).
Ok pak, skrg sy pede dgn L series saja.
best regards,
[Reply]
@ervin .. selain 17-40 mungkin 70-200 f/4 ato f/2.8 sekalian bisa dicoba supaya majunya ga kebanyakan …
dengan jarak 20 meter, kayaknya pada FL 200 bisa deh obyek masuk ke frame secara penuh …
silahkan cek artikel terbaru saya untuk mengetahui perbandingan foto menggunakan lensa 70-200L terkait dengan jarak (http://www.ekowahyu.com/fotografi/focal-length-berapa-meter-jangkauan-yang-dicapai-sebuah-lensa/)
[Reply]
Pak,kalo canon 17-40 F4 bisa menyamai DOF punya misal : tamron 17-50 F2.8 gak?
Seneng jg kl ada momen2 candid dgn DOF yg aduhai.
[Reply]
kalo DoF, atau bokeh, atau background blur, tentu saja tidak bisa seperti f2.8, tetapi untuk hal lainnya saya tetap percaya diri dengna 17-40…
jika seneng bokeh, lensa 135mm f/2 saat ini masih menyandang lensa super ha ha ha (dengan harga yang lumayan pula tentu saja)
tapi, meski cuman f/4, 70-200L saya rasa sangat memuaskan untuk sekedar mendapatkan bokeh tersebut… asal pas saja ngambil gambarnya…
silahkan mampir ke sini untuk lebih jelasnya tentang perbandingan berbagai lensa yang terkait dengan bokeh yang dihasilkan:
http://www.rickdenney.com/bokeh_test.htm
[Reply]
Trims buat advice-nya bro admin.
“pemanasan” di 17-40 deh! smoga gak kebablasan keracunan L series lainnya…
best regards,
[Reply]
pak admin, minggu lalu saya mau beli 17-40 L, eh gak taunya ada penawaran yg 24-105 L, saya coba bandingkan keduanya sepertinya jadi naksir yg 24-105 ini, cuma kurang wide saja di 24-nya tapi lumayan dgn di zoomnya + IS. Saya pikir krn masih punya lensa kit 18-55 yg akan dipake buat di wide. Cuma harganya itu pak, lumayannn(Jadi harus nabung lagi).
Lalu ada lagi 24-70 L, tapi batal karena terlalu mahal+berat+hood-nya yang menurut saya terlalu besar.
Gimana saran pak admin.
Apakah punya pengalaman dengan 24-105 ini atau mending tetap 17-40 saja, mohon pencerahannya pak…
[Reply]
@ervin …
pertanyaan saya kembalikan ke anda.
Mengapa anda naksir 24-105?
Jika di kemudian hari anda tidak ada rencana untuk berganti lensa lagi, saya kira pilihan anda sudah tepat, karena lensa 24-105 ini tergolong all-round lense dan everyday use lens.
Lensa macam ini ditargetkan bagi pengguna yang tidak berkeinginan untuk berganti-ganti lensa dan ingin menggunakan satu lensa untuk semua kebutuhan.
Namun, harap diingat, pemanfaatan lensa ini untuk everyday use baru pas kalau di lensa full-frame karena 24mm nya bener-bener masih mumpuni untuk tujuan landscape photography. Tapi, jika dipasang pada kamera dengan crop factor 1.6, maka 24mm akan menjadi 38,4mm dan tentu saja tidak lagi bisa mewakili sebagai sebuah lensa landscape karena field of view-nya tidak akan luas lagi.
Tambahan lagi, jika memang suatu haru nanti anda berkeinginan untuk membeli lensa tele, hanya lensa 100-400mm ke atas yg bisa memenuhi kebutuhan anda karena dengan sudah memiliki lensa pada FL 105mm, maka membeli lensa 70-200mm saya kira keputusan yang sia-sia alias mubadzir.
Namun, sekali lagi, keputusan tetap saya kembalikan kepada anda. Jika anda lebih sering/banyak moto landscape/pemandangan, FL24 tidak akan banyak membantu. Namun jika anda lebih sering traveling, moto potrait, dan sedikit tele, 24-105 mungkin bisa memenuhi.
[Reply]
“jika anda lebih sering traveling, moto potrait, dan sedikit tele, 24-105 mungkin bisa memenuhi”
Ini dia jawaban yg saya butuhkan, trimakasih untuk pencerahannya pak.
best regards,
[Reply]
Pak admin yg terhormat, saya baru mendalami fotografi, saya juga baru saja membeli camera canon eos 50D dgn lensa tamron 18mm-200mm, setelah membaca artikel ini saya bimbang dgn lensa saya yg pak admin katakan lensa sapu jagad tdk direkomendasikan, mhn saran lensa apa saja yg harus saya miliki utk kebutuhan wide dan tele, oh ya saya tdk masalah dgn harus gonta-ganti lensa(membawa lebih dr 1 lensa). oh ya pak kenapa sih lensa seri L tuh ngetop bgt dan muahal. Terima kasih atas arahanya
[Reply]
@hariyo …
tidak direkomendasikan bukan berarti tidak boleh.
perlu diketahui, kisaran Focal Length lebih dari 5x (max FL / min FL) biasanya akan memunculkan penurunan kualitas optik dan apalagi 11X (200mm/18mm=11X zoom), tentu persoalan ini semakin bertambah besar.
Biasanya sih lensa dengan kisaran focal length seperti ini hanya akan tajam pada aperture dan FL tertentu dan tidak pada semua range mulai 18-200mm
idealnya, untuk memenuhi semua kebutuhan, minimal harus ada 2 lensa: wide-zoom dan tele sehingga persoalan penurunan kualitas optik dapat dikurangi.
untuk 50D, paket hemat lensa 17-85 ditambah dengan 70-200L saya rasa sangat cocok… apalagi jika wide-zoom menggunakan L series macam 17-40 atau 16-35.
Kenapa L series mahal? jawabannya sederhana: build quality dan optical quality tentu saja jauh di atas lensa non-L.
rata2 lensa L sudah weather-proof meski tidak sampai water-proof. Artinya, dari desainnya saja lensa-2 seperti ini sudah dirancang untuk kondisi alam yang ekstrim (panas, debu, dingin).
Kalo anda sudah megang 50D, akan sangat disayangkan jika tidak dilengkapi dengan lensa L karena konon katanya 50D “hanya” bisa memunculkan taringnya jika menggunakan lensa dengan kualitas optik yang tinggi (meski bukan L series).
Sebagai tambahan, karena 50D termasuk memiliki crop factor 1.6x, FL 18mm sebenarnya “masih” agak kurang wide, jadi 17mm atau 16mm saya rasa sangat pas… atau kalo pengin investasi lebih jauh, bisa dipertimbangkan kombinasi sempurna yakni EFS 10-22mm, EF 24-70mm, dan 70-200mm (baik yg f/4 ato f/2.8). Tinggal berhitung saja berapa dana yang dibutuhkan he he he …
[Reply]
terima kasih banyk pak admin atas arahanya, semoga sukses selalu
[Reply]
Pak admin, terimakasih advice-nya, akhirnya saya milih 24-105 L, dan….gak kecewa, tajem, build quality bagus, enak buat traveling. Cuma satu kekurangannya…harganya gak ramah kantong,hehehe
@hariyo …
Benar kata bos admin pak, kalo udah pake XXD baiknya pake “jodohnya” lens canon jg pak, apalagi yg L series. Sekarang saya pake 400D udah puas dgn lens canon jg. Apalagi kalo punya XXD-nya seperti anda, weleh…tambah muantapppp….
Sebelumnya saya berencana ambil yg lens sapu jagat seperti 18-200 itu tapi seperti saran bos admin yg akan ada penurunan kualitas dan kalo suatu saat SLR full frame (35mm) udah merakyat (ramah kantong) kita sudah gak bisa pake lagi lensa sapu jagat tadi. Cerita akan berbeda kalo pake lensa EF-L dari sebelumnya.
Maaf kalo jadi tambah bingung…hehe
[Reply]
pak, saya mau tanya soal “minimal 2 lens yang harus dimiliki”. kebetulan saya baru beli EOS50D dg lens kit 17-85 IS USM. mau beli lagi untuk foto panorama dan juga untuk acara outdoor. kira2 lens apa yang cocok buat saya untuk seri L ataupun seri non L?
terima kasih sebelumnya
[Reply]
@christian…
Lensa 17-85 menurut saya sudah cukup bagus untuk permulaan karena secara built qualitynya udah beda dibandingkan 18-55. Selain itu lensa 17-85 bisa mengcover foto wide sampai medium tele.
Jika anda berencana untuk membeli lensa lagi, pertimbangkan dulu kebutuhan anda dan seberapa sering anda akan menggunakan lensa itu nantinya.
Misalnya, anda lebih menyukai dan concern ke foto landscape, mungkin lensa tokina 11-16 atau canon 10-22 bisa jadi pilihan untuk melengkapi 17-85 anda.
Jika anda lebih sering dan menyukai foto candid dan dengan jarak yang agak jauh, lensa 70-200 bisa jadi pilihan yang tepat karena dengan gabungan lensa 17-85 ditambah 70-200, anda memiliki range lensa dnegan focal length 17-200 alias dari wide sampe tele dapet semua.
Kalo saya sendiri sih sudah pernah punya 70-200 dan karena frekuensi pemaiain jarang sekali, akhirnya lensa ini saya jual dan saya belikan 10-22 karena saya mengejar ultra wide untuk landscape.
[Reply]
Mas admin, saya mau nanya nih..Baru2 ini saya membeli 40 D BO..Kira2 lensa apa ya yang harus saya beli..Pgnnya siyh 17-85 IS USM dan 55-250 IS..Menurut Om bagaimana baiknya..?!Thx b4..
[Reply]
Artikelnya menarik dan informatif, salam kenal..
[Reply]
Pak eko, saya newbie dg 1000D, saya blm bisa menentukan arah tujuan fokus saya, apa akan makro, landscape, dll. Saya suka semuanya dan saya belajar mendalami semuanya. Saya hanya memiliki senjata 50mm, 18-55 kit, serta 75-300mm utk semua pembelajaran tsbt.
Saat ini saya pengen beli Ext Tube Kenko yg 3 ring utk belajar makro (pgn tamron 90mm/Canon 65/100mm tp ga punya duit..huckz), apakah ini bs membantu utk belajar makro jk dipasang di 50mm atau 75-300mm? mohon petunjuk juga utk diffuser yg murmer, atau ada cara lain utk memaksimalkan lighting makro?
Untuk kedepannya, saya lagi nabung utk beli yg wide lens, mohon petunjuk dr Pak Eko, lensa dg hrg terjangkau kira2 “3-4jt” aja(non L series/Tamron/Sigma) yg kualitasnya masih mantap.
Terimakasih banyak Pak Eko, artikel anda diatas bener2 membuka wawasan dan menambah pengetahuan kami sebagai kaum newbie..
[Reply]
@oxter….
1. Untuk makro, anda bisa memanfaatkan ext tube dipasang pada lensa 50mm. Kalo masih kurang mantab, anda bisa nyari reverse ring untuk menggabungkan lensa 50mm + 18-55. Namun resiko menggunakan teknik seperti ini adalah full manual fokus.
2. Untuk difuser, anda bisa bereksperimen membuat sendiri, silahkan googling DIY Flash Diffuser… banyak sekali opsi yang bisa dipakai.
3. Untuk wide lense budget segitu, anda bisa melirik Tamron 17-50. Lensa ini sangat bagus dari sisi range widenya dan juga ketajamannya. Namun jika anda sudah terbiasa menggunkan lensa Canon (apalagi pernah mencicipi lensa L), maka anda harus melakukan beberapa pengubahan setingan pada warna untuk meminimalisir efek warm pada Tamron.
[Reply]
salam kenal mas Eko, saya sgk menggunakan canon 50D dgn lens Tamron 18-200, tapi seperti yang mas Eko bilang memang hasil nya sangat tidak memeuaskan, jadi sekarang saya mo nambah nih… malahan udah order sama Focus Nusantara( tapi belum di transfernih )lensa canon 24-105 L IS USM, tapi setelah membaca artikel mas disini saya juga ragu nih dgn pilihan saya itu, soal nya saya sukanya foto lanscape,tapin saya juga hobi foto candit, mohon pencerahan nya mas, lensa yang cocok dg bajet saya sekitar 11 jutaan. trima kasih…
[Reply]
@benni ….
lensa 24-105 adalah salah satu lensa yg ingin saya beli (mungkin untuk terakhir kalinya) …
saya ud pake 17-40L, 70-200f/4L akhirnya saya jual semua karena masih terasa kurang lebar dan 70-200 ujung2nya jarang kepake.
Kenapa saya milih 24-105? Saat ini saya sudah ada lensa ultra wide, EFS 10-22 yg luar biasa untuk landscape … nah, saya masih butuh lensa untuk penggunaan normal, mulai dari liputan, dokumentasi, dan candid… tapi saya ga mau lensa tele… (karena frekuensi pemakaian yg sangat jarang).
Jadi, kalo anda memutuskan untuk beli 24-105 memang sudah tepat, karena jangkauan focal length yang menurut saya sangat pas.
Saya sudah beli lensa 28-105 untuk komparasi FL 105nya … menurut saya sangat memadai, meski 28mm nya terasa tanggung kalo untuk liputan (masih sering harus mundur lagi untuk jepret foto).
Jadi, kalo anda mo beli 24-105, siap2 saja untuk melirik lensa ultra wide jika masih suka foto landscape (minimal tamron 17-50 lah .. atau kalo mampu EFS 10-22 atau tokina 12-24).
semoga membantu
[Reply]
nanya lagi ya pak eko…(jgn bosen jawabnya yah, maklum, newbie nih)
utk Tamron yg 17-50mm f1.8 banyak info di milist ttg bad copy good copy. walau ragu2 karena dari segi fisik dan dicoba sekali dua kali tidak akan kelihatan bedanya, saya memutuskan utk beli baru sekalian (mengingat beli 2nd terutama lwt milist sangat sulit terjamin hasilnya). apa pak eko bisa jelasin mslh good copy bad copy ini? saya pake yg tamron ini utk hunting, sejauh ini baik2 saja dan alhmdlh selalu puas baik ketajaman, bokeh di f1.8, maupun wide nya.
Untuk moto model, apakah benar dg canon 85mm f1.8 hasilnya sangat tajam dan detail? apa beda mendasar antara 50mm dan 85mm selain dr jaraknya saja? mengingat f nya sama di 1.8
terimakasih banyak pak
[Reply]
tamron cukup bagus lah … bad copy nya biasanya di warna sama back/front focus…
kalo 50mm vs. 85mm … yg 85mm ud FTM alias full time manual focus … (ada jendela focus yg bisa diputer2 meski ud auto focus)…
secara hasil emang jauh lah karena 85mm konstruksi lensanya beda dg 50mm … 900rb vs. 3.5jt he he he
[Reply]
malam pa eko.. saya mau tanya.. saya mau beli canon 50D.
saya bingung lebih baik membeli yang body only atau yang kit?
karena skg harga yang kit 11jt,sedangkan BO 8,4jt.. pa eko bilang lama kelamaan kalau udah beli kamera,lama kelamaan pengertian tentang foto dan lensa akan bertambah ,maka akan ingin mengganti lensa..sedangkan lensa 24-105 harga nya kan tidak murah..bagaimana menurut suhu??
lebih baik membeli yg kit dgn lensa 18-55 atau body only dan saya beli lensa 24-105? makasie banget buat jawabannya…
[Reply]
@bernard, maaf baru balas.. abis liburan 4 hari.
Untuk pemakaian awal, saya rasa lensa kit sangat memadai. Nanti pada saatnya jika skill fotografi dan tuntutan akan hasil yang lebih memuaskan sudah mulai muncul itu tandanya anda sudah mulai bisa menyatu dengan kamera sehingga kemungkinan dorongan akan ganti lensa semakin besar.
sampai sekarang saya masih belum bisa beli yg 24-105 karena puncaknya sudah saya peroleh yaitu lensa ultra wide 10-22. Mungkin jika nanti benar-benar ada dana berlebih baru saya memikirkan lagi untuk beli lensa.
Silahkan beli saja yg kit.. sambil menyelami perlahan-lahan sampai batas maksimal kemampuan kamera + lensa tersebut.
terima kasih
[Reply]
Met Malam Pak Eko…
Mohon pencerahan sedikit neh, kalo saya memakai EOS 1000D dg rencana saya lepas lensa KIT : 18-55 dan akan diganti dg 17-40 (plus CPL…prior ke landscape) tapi sementara tanpa lensa tele dulu (pinginnya seh 55-250)…apakah dg 1 lensa ini sudah cukup memadai utk belajar nge-jepret atau cukup 18-55 aja dulu yach…?
Dan 1 hal lagi..mohon penilaian anda…
Stlh saya baca review anda, jadinya saya malah pingin (alias keracunan dahh…)utk set pasukan lensa sbb:
- EF 17-40mm F4.0 L USM or EF-S 18-55mm F3.5-5.6 IS
- EF-S 55-250mm F4.5-6 IS
- EF 50mm F1.8 II
- CPL + UV
- B2M adapter atau M2M ring –> utk belajar makro
krn terus terang, total max. budget : 13 jt….
Atau beli 500D + Kit 18-55 mm aja yach ?….
Really need your advice…Thanks before…
[Reply]
eko wah yu.s Reply:
February 22nd, 2010 at 5:08 pm
wahh .. kalo 17-40 sih bukan cukup lagi .. tapi amat sangat cukup … apalagi ditambah CPL … maknyussss…
kalo untuk planning jangka panjang mending gini aja …
17-40, disambung nanti 70-200 .. plus 50mm …
kecuali anda sangat condong ke landscape, maka kombinasi 10-22 dengan 24-105 akan lebih maknyuss…
kalo saya mending pake 1000D plus lensa L daripada pake 500D tapi lensa kit he he he …
[Reply]
really appreciate buat advice-nya, Boss…two thumbs up and says Thanks !!!
* mau minum obat anti racun dulu ahh… hihihi..
[Reply]
Met Malam lagi Pak Eko…
Sorry…Tolong bisa advice lagi, bagaimana antara EF 17-40mm f/4.0 L USM vs EF-S 15-85mm f/3.5-5.6 IS USM ?
Secara 17-40 kan L series dan 15-85 non L…tapi di beberapa review kok 15-85 scr overall lebih unggul ya…
harga juga bisa dibilang hampir sama…
Again, Thanks a lot before, Boss..
[Reply]
eko wah yu.s Reply:
February 23rd, 2010 at 7:16 am
kalo melihat sekilas hasil ISO 12233 Chart 100% Crop Comparison di the-digital-picture.com memang tampaknya 15-85 lebih tajam daripada 17-40, tapi untuk tonal dan lainnya saya belum cek.
Coba nanti saya riset dulu dan mungkin bisa dapet kesimpulan dari itu.
thanks
[Reply]
mau minta saran pak,sy skrg pake 450D,kalo untuk allround+yg cocok buat traveling itu 17-45 atau 55-250??
[Reply]
eko wah yu.s Reply:
March 19th, 2010 at 4:41 pm
17-40 vs. 55-250 beda fungsi boss…
17-40 cenderung ke landscape > portarit sementara 55-250 portrait ke tele (candid juga bisa)..
nah kalo allround yang mantab buat traveling, saya sarankan 24-105 … kalo budget ga nutut, ambil 28-105 atau 28-135, lensa kit tetep dipake
[Reply]
Billy Reply:
March 20th, 2010 at 7:14 am
Oke bos makasih. .
[Reply]
Sorry mau tanya lg. . .
pendapat anda tentang 18-200 gmn??
[Reply]
eko wah yu.s Reply:
March 22nd, 2010 at 2:58 pm
secara personal saya kurang begitu sreg dengan lensa ber-focal length panjang karena dari sisi kualitas pasti akan tidak bisa maksimal dan hanya tajam di FL tertentu saja…
tapi untuk kebutuhan all-round dan travelling cocok lah dilirik…
[Reply]
permisi pak….
mau tanya nih,
saya pemula dalam hal photografi
saya mau ambil DSLR body only dan langsung saya belikan lensa 17-85
apakah pilihan saya tepat pak??
terima kasih
[Reply]
eko wah yu.s Reply:
April 5th, 2010 at 7:34 pm
secara Focal Length, 17-85 merupakan replacement lens yang paling pas buat lensa kit… yakni dia bisa main di wide dan juga zoom-tele… (bisa untuk landscape maupun portrait fotografi).
Cuman ada yang sedikit mengganjal pada lensa ini, yakni banyak kasus yang mengeluhkan IS-nya yang rentan macet…
Dari sisi kualitas optik pun sudah lumayan, dan dari sisi focus juga sudah lumayan karena dia dibekali USM.
Asalkan dapet good copy, lensa ini layak untuk dipertimbangkan.
[Reply]
Halloo..
Numpang tanya Mas Eko, sy kbtulan pake 1000D + Lensa KIT 18-55 IS, pengen nambah Lensa utk keperluan liputan/wedding Lensa yg Murmer tp bagus apa ya? Budget 3 jutaan…Makasih tuk Advisenya, Salam
[Reply]
eko wah yu.s Reply:
April 26th, 2010 at 2:07 pm
55-250 ato 28-135 IS ….
[Reply]
Makasih Mas Advice kmaren…ngerepotin lg. Kalo Sigma for Canon APO 70-300mm F/4-5.6 DG MACRO itu kira2 bisa jadi referensi ga utk Macro n Tele buat 1000D…Mohon petunjuk (Plus & Minus) nya lensa ini..Salam
[Reply]
eko wah yu.s Reply:
April 27th, 2010 at 9:24 am
secara fungsi lensa ini sudah bisa untuk makro … tapi secara hasil mungkin tidak bisa menyamai lensa makro sebenarnya (Canon 60mm, Canon 100mm, Sigma 105mm, dll)
[Reply]
Pak Eko, saya mau minta saran.
Saya pemula. Kamera saya EOS 450D.
Saat ini saya sudah punya lensa kit (18-55), 50mm, dan 70-200 mm.
Waktu mau beli yg 70-200 rada ragu2 karena berat banget bok! Akhirnya dibeli juga. Saking beratnya, kalo mau motret yg simple, jadi malas dibawa (makanya Pak Eko jual lensa 70-200 ya…). Suka minder, baru pemula kok bawa lensa gede banget. Jadinya saya bawa kit atau yg 50mm. Tapi hasilnya gak memuaskan. Jadi mempertimbangkan beli lensa lagi.
nah, kalau saya suka potret orang dan pemandangan saat travelling (hanya bawa 1 lensa saja), sebaiknya saya beli lensa yg mana, yg praktis dan cocok? Saat ini saya cuma mau beli 1 lensa saja.
EF 17-40mm f/4.0 L USM
EF-S 17-55mm f/2.8 IS USM
EF-S 17-85mm f/4-5.6 IS USM,
EF 24-70mm f/2.8 L,
EF 24-105mm f/4 L IS USM
EF 28-135mm f/3.5-5.6 IS USM
Terimakasih atas saran2. Artikel Pak Eko banyak membantu saya.
[Reply]
eko wah yu.s Reply:
May 3rd, 2010 at 9:45 pm
Kalo saya condong ke 24-105 … secara FL, wide dapet, tele juga dapet …
Kalo 24-70, emang lensa ini terkenal ketajaman dan bokehnya, tapi secara FL sangat terbatas, sehingga cenderung untuk portrait saja (CMIIW)
Kalo 17-40, overlap dengan lensa 18-55, 50m dan 70-200 anda sehingga anda sudah bisa merasakan jangkauan FLnya.
Idelanya sih 24-70 digandeng sama 70-200 tapi kan akhirnya harus bawa lensa 2 …
[Reply]
luciana adriyanto Reply:
May 4th, 2010 at 9:17 am
ok deh, terimakasih sarannya. saya akan menabung dengan giat supaya bisa beli 24-105
oya, saya ada mau nanya soal filter polarizing. pindah ke postingan yg cpl ya …
[Reply]
Met Malam Pak Eko and sorry neh mohon pencerahan lagi…
Dengan kombinasi sbb berikut :
Canon 1000D + EF 70-200mm f4 L USM + Canon Teleconverter 1.4x II atau yg 2x
Apakah fungsi autofokus-nya di lensa tsb akan tidak bekerja (alias fokusnya jadi manual) ?
Thanks be4…
[Reply]
eko wah yu.s Reply:
June 3rd, 2010 at 2:11 am
kalo pake Canon tele converter fokusnya akan jalan … (original canon lho)
[Reply]
pak eko numpang tanya dong, itu 17-40 kan ga ada IS nya; gambarnya jadi gampang goyang dong? (compared sama 17-85 yang ada IS nya)
maklum masih belajar jadi tangannya belum stabil
[Reply]
eko wah yu.s Reply:
June 15th, 2010 at 12:53 am
asal shutter speednya pas (minimal 1/FL), maka tidak akan goyang.
[Reply]
mas Eko,menarik dan bermanfaat sekali informasi disini utk menambah wawasan.. saat ini saya memiliki camera Canon 500D+kit lens dan baru saja beli 70-200L utk keperluan photo hewan dari jarak jauh. seandainya saya nanti juga beli lensa 24-70L (Gen Purpose lens) dan 10-22S (wide lens) apakah sdh merupakan kombinasi yg tepat seandainya nanti ganti body ke 7D..
[Reply]
mas sekarang sy punya kamera 450d, lensa kit 18-55mm, 50 mm, 55-250mm, saya pengen hasil lbh maksimal rencana mau nambah atau ganti lensa seri L dan ganti kamera 7d, mohon masukanya tepat beli kamera atau lensa dulu, kalaupun beli lensa, lensa apa yg tepat dan hasil yg bagus.(sy suka foto landscape, portrait, human interest, pre wed…) tolong masukannya mas…mksh
[Reply]
eko wah yu.s Reply:
July 13th, 2010 at 1:49 pm
Kamera ga perlu ganti. 450D sudah sangat memadai.
Mending alokasikan dana untuk lensa 24-70L dulu, lensa lebih berumur panjang dibanding kamera.
[Reply]
mas..sy firdaus, sy bingung mau beli lensa yg mana dulu 24-70L/24-105L atau mungkin 17-40L…camera sy 450d, dan apakah lensa tsb compatible dgn 450d??…mksh
[Reply]
eko wah yu.s Reply:
July 14th, 2010 at 12:10 am
ketiga lensa tersebut kompatibel dengan 450D.
anda sebelumnya kan sudah punya 3 lensa, jadi mungkin lebih rekomen 27-70 untuk lensa andalannya.
kecuali anda mo fokus hanya ke 2 lensa, mungkin EFS 10-22 + 24-105L bisa dijadikan pilihan.
[Reply]
firdaus muhamad Reply:
July 14th, 2010 at 10:10 am
sblmnya mksh masukanya sgt membantu, rencana lensa sy upgrate tp pelan2, dan sy pengen beli lensa lg mungkin untuk seterusnya…mungkin pilihannya :
1. canon 16-35, 24-70, 70-200 dan lensa fix 50mm yg uda sy punya
2. canon 10-20, 24-105, 135 fix dan lensa fix 50mm yg uda sy punya
3. canon 17-40, 24-70, 70-200 dan lensa fix 50 mm yg uda sy punya
4. canon 17-40, 24-103, 135 fix dan kensa fix 50mm yg uda sy punya
dari keempat pilihan tsb mas eko rekom yg mana??…mksh mas
[Reply]
eko wah yu.s Reply:
July 16th, 2010 at 10:22 am
1. canon 16-35, 24-70, 70-200 dan lensa fix 50mm yg uda sy punya
INI YANG PALING MANTAB… he he he he 50mm-nya ganti 85 f/1.2 sekalian
Mas tanya ya. Lensa 17 85 katanya ISnya sk macet. Gimana caranya supaya merawat lensa ini supaya awet
[Reply]
eko wah yu.s Reply:
July 16th, 2010 at 10:17 am
jangan terlalu sering ZOOM … usahakan ZOOM saat persiapan saja …
[Reply]