EF 17-40L – lensa sejuta umat (katanya sih)…

Hari ini tambah satu lagi koleksi lensa saya. Lensa yang sempat membuat pusing kepala beberapa hari belakangan ini. Pusing antara beli atau tidak, cash atau gesek alias kredit ha ha ha. Korban kepusingan tersebut adalah terbelinya juga battery grip/vertical grip pada tulisan saya terdahulu.

Berdasarkan review, ulasan, contoh gambar dan tulisan-tulisan di berbagai forum, katanya lensa ini adalah lensa sejuta umat dari jajaran lensa L series nya canon. L stands for Luxury, Luandep (tajem, bhs jawa), dan Luarangggg (alias mahal) he he he.  Tapi semahal-mahalnya lensa ini masih bisa dikatakan paling murah di antara jajaran lensa L series lainnya. Saya tidak perlu menyebut berapa harganya karena bisa dicek sendiri di situs-situs toko alat-alat fotografi online.

Selama ini saya hanya bisa membayangkan saja bagaimana bentuk, rasa dan hasil dari lensa ini dari membaca. Setelah lensa saya pegang dan saya pasang di body 400D, ternyata memang benar… jajaran L series memang punya build quality yang sangat bagus. Lensa ini adalah jenis lensa dengan fitur weather-proof, alias tahan cuaca karena didesain dan dibuat dengan sangat kuat. Bahkan, lensa ini bisa dipake berhujan-hujan ria asalkan kamera tetap terlindungi dari percikan air (tapi jangan dicoba ya… human error kadang terasa menyakitkan).

17-40_01

Setelah terpasang pada body, praktis 400D yang selama ini terasa ringan menjadi semakin berat dan mantab dipegang, apalagi ditambah battery/vertical gripnya. Pegangan semakin terasa kokoh. Meskipun tidak ada fasilitas IS (Image Stabilizer) pada lensa ini, namun teknologi USM (Ultrasonic Motor) nya sangat membantu dalam hal kecepatan fokus. Focusing ring juga menambah lagi kemudahan dalam hal mempercepat fokus karena dengan focusing ring ini kita bisa mengatur jarak obyek ke lensa pada saat sebelum fokus dan hal ini sangat meringankan USM-nya sehingga tidak mencari-cari fokus terlalu lama.

17-40_03

Meskipun saya belum mencoba lensa ini pada siang hari dan dengan pasokan cahaya alami matahari, namun sekilas saya coba tanpa flash sudah terlihat jelas kelebihan dari lensa L series ini. Ketajaman warnanya tidak bisa ditandingi oleh lensa kit bawaan 400D (tentu saja dong… 1:10 dari sisi harga ha ha ha).

Semoga dengan hadirnya lensa ini, kesukaan saya terhadap foto landscape menjadi benar-benar terfasilitasi. Dan bagi anda yang ingin mencicipi rasanya lensa L series, lensa ini bisa dijadikan permulaan, tapi kalau dana tidak menjadi masalah, banyak yang menyarankan EF 16-35 dibandingkan dengan 17-40 karena sisi wide nya benar-benar terasa. Namun harga 2x lipat dibandingkan 17-40 itu yang membuat orang mungkin berpikir dua kali dan Canon sangat memahami hal ini sehingga ada lensa transisi antara 16-35 dan 24-70 (kisaran harga sama) yaitu 17-40 (dengan harga yg relatif “lebih terjangkau).

Salam jepret selalu

Mungkin Perlu Dibaca Juga...

1 Star2 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
4,369 views

13 Comments

  1. Posted January 8, 2009 at 3:05 pm | Permalink

    Wah..emang termasuk paling murah sih harganya..tapi kalo dibanding lensa seri L lainnya he..he…he…kalo dibanding lensa seri EF-S mah baru kelihatan mahalnya :) )

    Harganya bisa buat beli EOS 1000 D kit..masih dapat kembalian lagi :) )

    Yah harga mah gak pernah bohong terhadap kualitas…

    [Reply]

  2. admin
    Posted January 8, 2009 at 3:26 pm | Permalink

    ha ha ha .. iya… tapi kalau udah “pernah merasakan” mungkin lain lagi ceritanya…

    [Reply]

  3. Posted January 12, 2009 at 6:18 pm | Permalink

    Jadi mupenk… kapan ya…?
    pinjem donk bro.. hehe :p

    [Reply]

  4. admin
    Posted January 12, 2009 at 8:38 pm | Permalink

    @sofian, apalagi kalo udah pernah megang dan make… bisa tambah mupeng lagi ha ha ha ha. Dulu saya hanya bisa membayangkan pas orang bilang warna yang dihasilkan oleh lensa L benar-benar renyah…. setelah make sendiri baru tau bedanya ama lensa kit …. meski sama2 masuk PS, ga terlalu banyak yg harus diubah kalo make lensa ini… wkwkwkwkwk

    [Reply]

  5. ervin
    Posted April 29, 2009 at 5:53 am | Permalink

    saya juga jadi ikut keracunan lensa ini, Hiduuup L series!!!

    [Reply]

    eko wah yu.s Reply:

    nice… ga bakal nyesel koq pake L .. he he he

    [Reply]

  6. rahma Hidayat seno aji
    Posted January 19, 2010 at 12:41 pm | Permalink

    Pengen Juga pengen punya lensa kaya gini tapi duit e masih Ceka (jawa) alias blm ada dana.. HAnya bisa bermimpi..

    [Reply]

    eko wah yu.s Reply:

    keep dreaming… sapa tau mimpi jadi kenyataan… he he he

    [Reply]

  7. Posted February 1, 2010 at 11:29 am | Permalink

    Mas mhn pencerahan, menurut Mas bagus mana 17-40L sama 70-200L
    maturnuwun..

    [Reply]

    eko wah yu.s Reply:

    keduanya beda fungsi …

    17-40 cenderung untuk keperluan Wide – mid zoom (landscape, event, dll)

    70-200 untuk keperluan tele / candid

    [Reply]

  8. Franky
    Posted February 11, 2010 at 3:51 pm | Permalink

    Pemula mau nanya nih, apa kelebihan lensa 17-40mm ini ketimbang 18-55m, karena secara bodoh2an saja, secara matematis angka 17-40mm berada didalam range 18-55mm (lensa kit) hehehe… jgn diketawain ya… tapi tolong dijelasin :) terima kasih atas kebaikannya share ilmu…

    [Reply]

    eko wah yu.s Reply:

    secara bodoh2an pula, lensa dengan focal length tetap (fixed lens) macam 14mm, 24mm, 50mm, 85mm, 100mm, 135mm, 200mm kualitas foto yang dihasilkan tidak akan bisa ditandingi oleh lensa zoom…

    Demikian pula lensa 17-40L vs. 18-55, secara focal length, rentang focal lebih pendek 17-40 sehingga difraksi lebih kecil. Selain itu diagframa tetap f/4 pada lensa 17-40 juga jauh lebih mantab dibandingkan diagframa variabel 3.5-5.6 pada 18-55.

    Secara harga, 17-40 5x lebih mahal dari 18-55, sehingga secara materi bahan pembuatnya pun jelas lebih bagus: mounting 17-40 terbuat dari besi, sedang 18-55 terbuat dari plastik (siap-siap err99 kalo moutingnya sudah mulai longgar.

    Kualitas optik pun juga demikian. 17-40 memiliki konstruksi optik 12/9 sedangkan 18-55 hanya 11/9, sehingga kualitas optik yang dihasilkan juga jauh berbeda.

    Sehingga, di atas kertas, 18-55 bukan tandingan 17-40 secara teknis.

    [Reply]

  9. Franky
    Posted February 12, 2010 at 10:51 am | Permalink

    Terima kasih banyak atas pencerahannya pak Eko Wahyu, penjelasannya sangat jelas dan bahasanya mudah dimengerti oleh pemula spt saya, sekali lagi terima kasih… jadi mulai lebih cerah skrg… :)

    [Reply]

    eko wah yu.s Reply:

    thanks udah mampir … he he he

    [Reply]

  10. adhies
    Posted February 20, 2010 at 6:09 pm | Permalink

    pengeeenn…lensa L termurah dan termahal yg saya inginkan…

    [Reply]

    eko wah yu.s Reply:

    hi hi hi … kalo ud make bakalan tau rasanya …

    [Reply]

  11. Posted February 21, 2010 at 11:47 am | Permalink

    manstab Om, tapi buat ane masih impian itu, belom kesampaian…

    betewe…kalo sempet mampir blog ane ya Om

    [Reply]

  12. riko
    Posted April 3, 2010 at 3:51 pm | Permalink

    klo pke 1000D, yg wajib yg mana Bang, 50mm ato 17 – 40 L? ato keduanya sama ya?? hehehe, maklum masih nol soal lensa

    [Reply]

    eko wah yu.s Reply:

    50mm vs. 17-40 beda fungsi dan tujuan boss…

    kalo mo dipake portrait, 50mm mungkin bisa dipertimbangkan dari sisi harga yang murah.

    Tapi kalo untuk zoom, general purpose, mungkin 17-40 lebih layak…

    [Reply]

  13. indra
    Posted May 1, 2010 at 8:33 pm | Permalink

    klu 17-40 sama 16-35 yg bukan L II
    tp yg L doang
    lebih baik pake yg mana yaaa,….??

    [Reply]

Post a Comment

Your email is never shared. Required fields are marked *

*
*