Hari ini tambah satu lagi koleksi lensa saya. Lensa yang sempat membuat pusing kepala beberapa hari belakangan ini. Pusing antara beli atau tidak, cash atau gesek alias kredit ha ha ha. Korban kepusingan tersebut adalah terbelinya juga battery grip/vertical grip pada tulisan saya terdahulu.
Berdasarkan review, ulasan, contoh gambar dan tulisan-tulisan di berbagai forum, katanya lensa ini adalah lensa sejuta umat dari jajaran lensa L series nya canon. L stands for Luxury, Luandep (tajem, bhs jawa), dan Luarangggg (alias mahal) he he he. Tapi semahal-mahalnya lensa ini masih bisa dikatakan paling murah di antara jajaran lensa L series lainnya. Saya tidak perlu menyebut berapa harganya karena bisa dicek sendiri di situs-situs toko alat-alat fotografi online.
Selama ini saya hanya bisa membayangkan saja bagaimana bentuk, rasa dan hasil dari lensa ini dari membaca. Setelah lensa saya pegang dan saya pasang di body 400D, ternyata memang benar… jajaran L series memang punya build quality yang sangat bagus. Lensa ini adalah jenis lensa dengan fitur weather-proof, alias tahan cuaca karena didesain dan dibuat dengan sangat kuat. Bahkan, lensa ini bisa dipake berhujan-hujan ria asalkan kamera tetap terlindungi dari percikan air (tapi jangan dicoba ya… human error kadang terasa menyakitkan).

Setelah terpasang pada body, praktis 400D yang selama ini terasa ringan menjadi semakin berat dan mantab dipegang, apalagi ditambah battery/vertical gripnya. Pegangan semakin terasa kokoh. Meskipun tidak ada fasilitas IS (Image Stabilizer) pada lensa ini, namun teknologi USM (Ultrasonic Motor) nya sangat membantu dalam hal kecepatan fokus. Focusing ring juga menambah lagi kemudahan dalam hal mempercepat fokus karena dengan focusing ring ini kita bisa mengatur jarak obyek ke lensa pada saat sebelum fokus dan hal ini sangat meringankan USM-nya sehingga tidak mencari-cari fokus terlalu lama.

Meskipun saya belum mencoba lensa ini pada siang hari dan dengan pasokan cahaya alami matahari, namun sekilas saya coba tanpa flash sudah terlihat jelas kelebihan dari lensa L series ini. Ketajaman warnanya tidak bisa ditandingi oleh lensa kit bawaan 400D (tentu saja dong… 1:10 dari sisi harga ha ha ha).
Semoga dengan hadirnya lensa ini, kesukaan saya terhadap foto landscape menjadi benar-benar terfasilitasi. Dan bagi anda yang ingin mencicipi rasanya lensa L series, lensa ini bisa dijadikan permulaan, tapi kalau dana tidak menjadi masalah, banyak yang menyarankan EF 16-35 dibandingkan dengan 17-40 karena sisi wide nya benar-benar terasa. Namun harga 2x lipat dibandingkan 17-40 itu yang membuat orang mungkin berpikir dua kali dan Canon sangat memahami hal ini sehingga ada lensa transisi antara 16-35 dan 24-70 (kisaran harga sama) yaitu 17-40 (dengan harga yg relatif “lebih terjangkau).
Salam jepret selalu













20 Comments
Wah..emang termasuk paling murah sih harganya..tapi kalo dibanding lensa seri L lainnya he..he…he…kalo dibanding lensa seri EF-S mah baru kelihatan mahalnya
)
Harganya bisa buat beli EOS 1000 D kit..masih dapat kembalian lagi
)
Yah harga mah gak pernah bohong terhadap kualitas…
abiizoelfan Reply:
January 24th, 2011 at 10:21 am
Misi om mau nanya n minta pndapat,
Camera sy 7D pilih lensa 70-200mm. Dlu ato 17-40mm??
Kalo sy pilih 17-40 ap ccok buat camera sy? Ap distorsi nya ga trlalu lebai?
eko wah yu.s Reply:
January 24th, 2011 at 11:01 am
waduh, dua lensa tersebut beda fungsi dan tujuan…
kalo ada cenderung lebih sering foto landscape dan portrait atau foto bersama, lebih baik 17-40 yg didulukan… tapi kalo untuk keperluan candid, tele, maka 70-200 lebih didulukan.
Untuk 17-40, distorsi tidak terasa koq…
ha ha ha .. iya… tapi kalau udah “pernah merasakan” mungkin lain lagi ceritanya…
Jadi mupenk… kapan ya…?
pinjem donk bro.. hehe :p
@sofian, apalagi kalo udah pernah megang dan make… bisa tambah mupeng lagi ha ha ha ha. Dulu saya hanya bisa membayangkan pas orang bilang warna yang dihasilkan oleh lensa L benar-benar renyah…. setelah make sendiri baru tau bedanya ama lensa kit …. meski sama2 masuk PS, ga terlalu banyak yg harus diubah kalo make lensa ini… wkwkwkwkwk
saya juga jadi ikut keracunan lensa ini, Hiduuup L series!!!
eko wah yu.s Reply:
January 25th, 2010 at 2:01 pm
nice… ga bakal nyesel koq pake L .. he he he
Pengen Juga pengen punya lensa kaya gini tapi duit e masih Ceka (jawa) alias blm ada dana.. HAnya bisa bermimpi..
eko wah yu.s Reply:
January 25th, 2010 at 2:02 pm
keep dreaming… sapa tau mimpi jadi kenyataan… he he he
Mas mhn pencerahan, menurut Mas bagus mana 17-40L sama 70-200L
maturnuwun..
eko wah yu.s Reply:
February 1st, 2010 at 3:37 pm
keduanya beda fungsi …
17-40 cenderung untuk keperluan Wide – mid zoom (landscape, event, dll)
70-200 untuk keperluan tele / candid
Pemula mau nanya nih, apa kelebihan lensa 17-40mm ini ketimbang 18-55m, karena secara bodoh2an saja, secara matematis angka 17-40mm berada didalam range 18-55mm (lensa kit) hehehe… jgn diketawain ya… tapi tolong dijelasin
terima kasih atas kebaikannya share ilmu…
eko wah yu.s Reply:
February 12th, 2010 at 12:44 am
secara bodoh2an pula, lensa dengan focal length tetap (fixed lens) macam 14mm, 24mm, 50mm, 85mm, 100mm, 135mm, 200mm kualitas foto yang dihasilkan tidak akan bisa ditandingi oleh lensa zoom…
Demikian pula lensa 17-40L vs. 18-55, secara focal length, rentang focal lebih pendek 17-40 sehingga difraksi lebih kecil. Selain itu diagframa tetap f/4 pada lensa 17-40 juga jauh lebih mantab dibandingkan diagframa variabel 3.5-5.6 pada 18-55.
Secara harga, 17-40 5x lebih mahal dari 18-55, sehingga secara materi bahan pembuatnya pun jelas lebih bagus: mounting 17-40 terbuat dari besi, sedang 18-55 terbuat dari plastik (siap-siap err99 kalo moutingnya sudah mulai longgar.
Kualitas optik pun juga demikian. 17-40 memiliki konstruksi optik 12/9 sedangkan 18-55 hanya 11/9, sehingga kualitas optik yang dihasilkan juga jauh berbeda.
Sehingga, di atas kertas, 18-55 bukan tandingan 17-40 secara teknis.
Terima kasih banyak atas pencerahannya pak Eko Wahyu, penjelasannya sangat jelas dan bahasanya mudah dimengerti oleh pemula spt saya, sekali lagi terima kasih… jadi mulai lebih cerah skrg…
eko wah yu.s Reply:
February 12th, 2010 at 5:05 pm
thanks udah mampir … he he he
pengeeenn…lensa L termurah dan termahal yg saya inginkan…
eko wah yu.s Reply:
February 20th, 2010 at 6:54 pm
hi hi hi … kalo ud make bakalan tau rasanya …
manstab Om, tapi buat ane masih impian itu, belom kesampaian…
betewe…kalo sempet mampir blog ane ya Om
klo pke 1000D, yg wajib yg mana Bang, 50mm ato 17 – 40 L? ato keduanya sama ya?? hehehe, maklum masih nol soal lensa
eko wah yu.s Reply:
April 4th, 2010 at 12:40 pm
50mm vs. 17-40 beda fungsi dan tujuan boss…
kalo mo dipake portrait, 50mm mungkin bisa dipertimbangkan dari sisi harga yang murah.
Tapi kalo untuk zoom, general purpose, mungkin 17-40 lebih layak…
klu 17-40 sama 16-35 yg bukan L II
tp yg L doang
lebih baik pake yg mana yaaa,….??
eko wah yu.s Reply:
August 3rd, 2010 at 10:04 am
^untuk kualitas kelihatannya tidak beda jauh, bedanya hanya di fungsi saja, 16-35 FL nya lebih lebar lagi. Kalo dipasang di kamera full frame, 16-35 = 10-22 di APSC.
Slamat malam mas, eko..
Sya ada maslah dengan lensa kit sya
di A/F nya apakah bisa bantu, krna tidak bisa dipakai (hanya fokus saja tidak bisa jepret).
Tapi kalao pakai M/F bisa semuanya..
Masalahnya sya tidak bisa pakai M/F.
Trims
eko wah yu.s Reply:
August 3rd, 2010 at 10:04 am
kelihatannya ada kabel fleksibel yang putus sehingga Auto Focusnya ga main.
selamat malam mas eko..
saya masih sangat2 baru dalam dunia foto..
saya baru pake 500d dengan lensa efs 55-250, ef 50mm 1:1.8, ef 18-55…
saya sangat tertarik dengan 17-40.
pertanyaan saya, saya selalu dipengaruhi kalau mau beli lensa harus ada IS-nya karna saya ada masalah dalam handled..
kalau 17-40 tidak ada IS-nya apakah masih cocok dengan saya???
trima kasih sebelumnya ya mas..
eko wah yu.s Reply:
August 3rd, 2010 at 10:06 am
Sebenarnya, lensa dengan tambahan IS akan sangat membantu pada FL panjang (100mm, 200mm, dll) karena pada FL tersebut, shutter speed yang dibutuhkan sangat tinggi sehingga apabila kondisi pencahayaan tidak memungkinkan, maka IS akan sangat membantu dengan mengkompensasi shutter sampe 2-3 stop.
Kalo 17-40, pada FL 40 sekalipun, anda masih dapat menghasilkan gambar yang memadai (meski sedikit shake) pada FL 1/30s.
selamat malam, saya bingung mau beli lensa 17-40 atau tamron 17-50 f2.8 apakah beda image yg dihasilkan keduanya terpaut jauh. sementara saya pake lensa 50 f1.8. lensa kit (18-55) dah gak pernah saya pake (gak ada tajemnya sama sekali)
bro harga lensa canon 1740?
eko wah yu.s Reply:
January 10th, 2011 at 1:17 am
sekitar 6jt-an
mas eko, masih bingung nih,,antara beli yang EF 17-40 ato yang EF-S 15-85mm,,,soalnya kalo pake yang 15-85 kan malah bisa lebih all around,,,wide dapet, long shoot juga dapet,,gimana ya mas, secara harga juga bedanya tipis banget,,thanks,,
eko wah yu.s Reply:
January 20th, 2011 at 3:37 pm
saya sendiri belum pernah mencoba untuk 15-85… tapi dari sisi focal length, layak untuk dicoba… dari sisi built quality saya kurang tahu…
Emang mantap kang nih lensa…
Selama ini aku cuma punya kit 18-55 Plus 70-300. Untuk landscape kayanya aku belum perlu deh.
Oh ya kalo 17-40 L series ini bisa dipakai buat moto model kaga ya? gimana hasilnya ya?
Selamat siang mas eko…
Sabtu kemarin saya baru beli lensa 17-40mm ini…yg mau saya tanya perlu ga saya pake filter uv atau cpl utk protek lensa…karena lensa mahal saya klo sampai baret..thx