Antena Diamond F22 – akhirnya datang juga

Beberapa hari baru pegang pesawat radio komunikasi, ternyata motivasi untuk membangkitkan ilmu masa lalu yang sempat terpendam semakin besar juga. Akhirnya saya putuskan untuk membeli antena Diamond F22 untuk melengkapi pesawat V68 yang saya beli beberapa minggu yang lalu. Sebelum memutuskan untuk membeli antena ini, saya sempat mengingat-ingat antena yang dulu pernah saya pakai: Ring-O dan Telex yang sekarang tidak tau rimbanya.

Hasil dari baca-baca di Internet dan konsultasi di forum, antara antena Telex versus Diamond bagaikan antena Wajanbolic versus Grid he he he. Seperti tertera di data sheetnya, antena Diamond F22 ini memiliki spesifikasi sebagai berikut

+ Band(s): 2 m – 2*7/8-wave
+ Gain: 6.7 dB
+ Type: Base vertical
+ Max power: 200 W
+ Impedance: 50 ohms, SO-239 (M)
+ Length: 3.2 m
+ Weight: 1.3 Kg
+ Manufactured: 198x-199x

Pertama saya bayangkan antena ini seperti antena Telex yang terbuat dari bahan aluminium, sehingga lumayan berat, namun setelah melihat barangnya, baru nyadar saya, ternyata bahan yang dipakai antena ini adalah fiberglass. Intinya saja yang terbuat dari kuningan dan base antenanya dari aluminium, sehingga sangat ringat meski dengan panjang 3 meter.

Tadi sore, saya sudah mengundang teman teknisi yang biasa pasang antena dan repeater untuk melihat situasi di lapangan sehingga bisa ditentukan kebutuhan kabel, pipa penyangga dan peralatan lainnya untuk pemasangan besok. Hasilnya sudah fixed, kabel D8 menjadi pilihan untuk pemasangan antena besok, dimana kabel ini “katanya” secara kualitas masih di atas kabel Belden RG8 karena intinya solid/engkel bukan serabut. Setelah mengukur, dibutuhkan panjang kabel 30 meter, 1 pipa ledeng 1 dim, yang rencananya nanti akan dipasang di jemuran lantai 3. Sehingga total dari tanah diperkirakan setara dengan 3 Pipa (+/- 18 meter).

Kenapa saya memilih antena ini? Dari data sheet di atas terlihat jelas, dengan gain sebesar 6.7dB, otomatis antena ini memiliki jangkauan reception dan transmission yang cukup jauh apalagi ditopang dengan ketinggian antena yang memadai. Meskipun sekarang ini repeater sudah menjadi hal yang lazim, namun kebutuhan antena atas untuk direct reception dan transmission masih dirasa sangat perlu. Apalagi ditambah dengan daya keluaran pesawat yang memadai. Namun saat ini dengan daya pancar 5 watt yang keluar dari pesawat Icom V68, saya rasa sudah cukup apalagi ditopang dengan antena sekelas Diamond F22. Siapa tahu, nantinya konstruksi base station ini ada manfaatnya untuk kebutuhan komunikasi baik di lingkungan hobby maupun di lingkungan kantor.

1. Persiapan kupas kabel dan pasang antena.

klik untuk memperbesar

2. Proses perakitan antena

klik untuk memperbesar

3. Proses matching kabel + antena

klik untuk memperbesar

4. Antena menjulang ke angkasa

klik untuk memperbesar

5. Zoom in

klik untuk memperbesar

Mungkin Perlu Dibaca Juga...

1 Star2 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
4,160 views

4 Comments

  1. Didik Kurniawan
    Posted July 17, 2010 at 3:26 pm | Permalink

    F22 nya beli dimana mas, berapa harganya sekarang kira2

  2. Munif
    Posted October 25, 2010 at 6:30 pm | Permalink

    Katanya anten diamond ini tanpa met,langsung pasang sudah met semua frek.apa betul

    eko wah yu.s Reply:

    wah… kalo antena meski built up tetep harus dimatching dengan frekuensi yang dipakai… apalagi yang masih range RAPI / frekuensi bawah…

    antena built up seperti ini matching di 144,000-148,000 Mhz…

    Untuk F23H, Matching di 144,000-174,000

    Biasanya untuk matching yang diubah loading coil-nya….

    Saya sekarang pake F23H, dimacthing di kepala 143xxx … dibantu dengan SWR Tuner, jadi saya tetap bisa main di frekuensi bawah maupun atas antara range 140xxx-149xxx

  3. harta adhi bhirawa
    Posted December 25, 2010 at 9:17 pm | Permalink

    wah pingin punya jg spt panjenengan krn saya pake adiknya(FT 2800 M)

    eko wah yu.s Reply:

    wahm FT2800 juga tidak boleh diremehkan… secara fasilitas 2800 vs 2900 hanya beda di watt saja….

  4. Toni
    Posted March 22, 2011 at 1:05 pm | Permalink

    Saya pake telex lokal,pgn ganti f23,tp nyampe brp hrgnya ya Bro?tks

One Trackback

  1. [...] beberapa lama menggunakan Antena Diamond F22, akhirnya saya berkesempatan mencoba antena lain yakni Diamond F23H. Antena ini 2 tingkat berada di [...]