«

»

Dec 10

Tips membeli kamera dan lensa – baru dan bekas

Banyak fotografer lebih suka membeli kamera atau lensa dalam keadaan baru. Ini adalah suatu hal yang wajar, karena kita akan mendapatkan model terbaru, kondisi peralatan yang prima, dan umumnya mendapatkan masa garansi. Bila budget yang tersedia mencukupi, maka membeli kamera atau lensa dalam keadaan baru mungkin adalah pilihan terbaik.

Tips membeli kamera atau lensa baru:

  1. Tentukan fasilitas kamera yang diperlukan, tipe dan merek yang diinginkan sesuai dalam rentang budget yang tersedia. Untuk mendapatkan gambaran rentang harga, hubungi beberapa toko kamera melalui telepon.
  2. Kunjungi toko kamera dan coba beberapa tipe kamera pilihan anda, untuk merasakan kamera yang akan anda beli. Pemilihan tipe dan merek adalah sangat bersifat personal/pribadi sehingga anda sebaiknya mencoba sendiri semua segi pemilihan yang penting untuk anda (spesifikasi, ergonomi, kontrol, kemudahan pemakaian).
  3. Dapatkan lensa terbaik sesuai budget anda. Lensa adalah bagian kamera yang akan membentuk dan menentukan kualitas hasil foto, sehingga (menurut pendapat saya) lebih penting dari body kamera yang digunakan. Untuk mendapatkan informasi mengenai kualitas lensa, lihat di PhotoZone atau Photodo web site.

Tetapi membeli dalam keadaan bekas pakai/secondhand patut pula dipertimbangkan. Selain harga yang lebih murah, ada beberapa alasan untuk membeli kamera atau lensa dalam keadaan bekas, diantaranya: anda menginginkan kamera atau lensa dengan spesifikasi tertentu tetapi terlalu mahal untuk membeli dalam keadaan baru; atau anda menginginkan backup kamera (untuk digunakan dengan lensa atau film jenis lainnya). Berikut ini adalah panduan untuk membeli kamera atau lensa dalam keadaan bekas (khususnya kamera auto fokus):

Tips membeli kamera bekas:

  1. Periksa keadaan umum kamera, yang akan memberikan gambaran bagaimana pemilik sebelumnya merawat dan menggunakan kamera tersebut. Hindari kamera dengan cacat luar ataupun cacat dalam yang nyata.
  2. Nyalakan kontrol kamera, dan cek apakah seluruh fungsi dan tombol kontrol atau dial kamera berjalan dengan semestinya.
  3. Coba fungsi autofokus dengan sebuah lensa untuk tes, apakah berjalan dengan baik dan akurat.
  4. Lihat dari viewfinder kamera dan pastikan gambar dan viewfinder display (bila ada) terlihat jelas. Sedikit partikel debu atau kotoran umum didapati pada kamera bekas, tetapi adanya cacat/benda asing di viewfinder harus dihindari.
  5. Cek kondisi dan fungsi LCD panel. Cobalah mengganti mode eksposure untuk memastikan setiap mode terdisplay dengan baik.
  6. Cek shutter pada berbagai speed/kecepatan, dari yang tercepat sampai terlambat. Anda seharusnya akan dapat mendengar adanya perbedaan waktu sesuai dengan pengesetan speed shutter pada proses pemotretan.
  7. Lepaskan lensa dan lihat bagian dalam kamera dari arah depan. Cek kondisi kaca/mirror apakah tidak terdapat goresan atau retakan dan apakah kaca membuka/menutup kembali dengan semestinya dalam setiap proses pemotretan. Juga periksa kondisi focusing screen (di bagian atas kaca) apakah dalam kondisi baik dan bebas goresan.
  8. Lihat keadaan mount lensa pada body. Pastikan tidak terdapat distorsi atau kerusakan mount karena benturan, dan seluruh pin atau gear/lever pada mount dalam keadaan baik.
  9. Buka bagian belakang kamera, dan lihat keadaan shutter. Seluruh blade shutter harus dalam keadaan rata dan tanpa goresan. Set kamera pada speed lambat, dan tekan tombol shutter untuk melihat dan memastikan shutter dapat terbuka dalam keadaan penuh. Cek juga kondisi rail film dan pressure-plate, yang harus dalam keadaan bebas dari goresan.
  10. Mintalah bantuan petugas/penjual untuk memasang tes film di dalam body. Cek apakah kamera me-load, wind, dan rewind film dengan semestinya.
  11. Bukalah kompartemen baterai, untuk meyakinkan tidak terdapat kerusakan kontak pin yang disebabkan oleh baterai bocor.
  12. Bila mungkin, mintalah masa garansi (1 atau 3 bulan) dari penjual.

Tips membeli lensa bekas:

  1. Periksa keadaan umum lensa, dan hindari lensa dengan cacat yang nyata. Goyangkan lensa. Tidak terlalu keras, tetapi cukup kuat untuk mendengar dan mendeteksi bila ada elemen gelas di dalam lensa yang tidak terpasang dengan baik atau bahkan terlepas.
  2. Periksa bagian depan dan belakang lensa dengan seksama. Hindari lensa dengan elemen depan/belakang yang tergores, retak, atau pecah kecil/gumpil.
  3. Lihat bagian dalam lensa ke sumber cahaya (misalnya lampu). Sedikit debu merupakan hal yang umum, sedikit jamur (kemungkinan besar) dapat dibersihkan atau diservis. Sebaiknya hindari lensa dengan jamur yang banyak dan tebal, atau mempunyai partikel asing di dalamnya.
  4. Pasang lensa pada kamera (sebaiknya milik anda) dan yakinkan seluruh fungsi kamera dan lensa berjalan dengan semestinya.
  5. Periksa apakah aperture dalam lensa menutup sesuai pengesetan dalam pemotretan. Buka bagian belakang kamera, set dalam mode Bulb, dan tekan tombol shutter. Lakukan tes ini pada seluruh rentang aperture lensa.
  6. Periksa fungsi autofokus pada lensa, apakah berjalan dengan semestinya dan akurat. Periksa manual fokus ring pada lensa. Yakinkan manual fokus ring berfungsi dengan baik, tanpa suara atau sendatan pada mode manual fokus.
  7. Bila lensa tipe zoom, periksa apakah mekanisme zoom lensa berjalan dengan halus dan lancar. Hindari lensa dengan mekanisme zoom yang tersendat-sendat, terlalu keras, atau terlalu kendor.
  8. Periksalah filter thread pada bagian depan lensa, dan yakinkan tidak terdapat kerusakan atau kemacetan. Bila ragu-ragu, lakukan tes dengan memasang sebuah filter pada lensa tersebut.
  9. Bila mungkin, mintalah masa garansi dari penjual.

Disarikan dari pengalaman pribadi, dan beberapa buku referensi tambahan (Canon EOS Systems Guide, Photographer handbook)

Aslinya ditulis oleh Bambang Suroyo, yang dimuat di Fotografer.net

3 comments

  1. fahrul

    mohon kunjungan balik ya gan

  2. yahaya

    artikelygbermanfaat..

  3. tukangpoto

    Tipsnya sangat membantu,mas..makasih ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>