Dicapac WP610 untuk Canon Powershot G10 – solusi alternatif untuk motret sambil berhujan-hujan ria

WARNING: Tulisan ini bukan advetorial, penulis tidak mendapatkan keuntungan finansial apapun dari produsen pemilik merk dagang. Tulisan ini hanya untuk berbagi pengalaman dalam menapaki indahnya hidup.

Berbekal beberapa kali pengalaman offroad saat musim hujan seperti ini, saya sempat pusing memikirkan cara bagaimana supaya momen-momen berjibaku dengan lumpur saat hujan bisa terabadikan dengan baik dan berkualitas. Seperti diketahui, kamera saya, Canon Powershot G10 bukanlah kamera tahan air ataupun underwater camera (kamera untuk nyelam) sehingga akan fatal akibatnya jika sampai terkena air.

Sempat terlintas menggunakan HP Samsung B2100 untuk mengabadikannya, tetapi ini melanggar kodrat saya yang anti menggunakan kamera HP untuk motret (bukan apa-apa, hanya ga begitu suka hasilnya). Bahkan pun sempat terlintas untuk memasukkan kamera ke dalam tas kantung plastik, tapi ini tidak mungkin dilakukan karena pada saat kamera dinyalakan, lensa akan ter-zoom keluar sehingga apabila tertekan oleh kantung plastik, maka bisa fatal juga yaitu melemahkan mekanis/motor lensa. Read More »

Budayakan Lagi Bike for Health – selingan selain off-road

Setelah lama tidak menyentuh sepeda, akhirnya kemaren minggu saya berkesempatan lagi untuk menggerakkan otot paha dan betis dengan bersepeda cross country.

Track kali ini cukup lumayan berat, selain karena sudah lama absen, elevasi total dari titik start mencapai 156m. Meski total track cuma 18km, cukup terasa juga pengaruhnya di otot paha dan betis, he he he.

Saya sebenarnya berencana menempuh track yang biasa yakni ke daerah sisi selatan Kota Malang, namun karena kebetulan ada teman yang mengajak untuk menjajal track di Malang sebelah timur, daerah Jabung, akhirnya saya ikut juga. Dari Kota Malang, sepeda diangkut mobil pikap menuju Jabung dan mulai start di daerah Kesatrian Linud di Jabung. Read More »

Wordpress Thread Comment – ternyata enak juga ya …

Setelah beberapa hari absen tidak menyambangi blog, ternyata kebanjiran komentar he he he ..

Baca sana-sini dari Internet, akhirnya saya memutuskan untuk memasang plugins wordpress thread comment untuk memudahkan manajemen komentar dan memberikan respon langsung terhadap setiap komentar yang otomatis dapat meningkatkan interaksi antara pembaca dan saya.

Plugins ini sangat membantu jika komentar muncul dalam waktu yang bersamaan, sehingga balasan terhadap setiap komentar bisa diberikan secara langsung terhadap komentar tersebut, dan bukan pada halaman paling bawah (scroll-down). Read More »

Mengatasi Kelemahan KLX 150s – mesin brebet/mati saat melindas kubangan air

Ini adalah salah satu kelemahan KLX 150s yang baru saja saya temui kemaren pas off-road hari Sabtu.

Medan sebenarnya tidak terlalu ekstrim, beberapa kali melewati sungai yang tidak terlalu dalam dan kubangan air yang hanya setinggi mata kaki. Tetapi apesnya kenapa 3 KLX 150 semuanya mati mesin atau setidak-tidaknya brebet mesinnya dan harus diam dulu sambil puter-puter gas supaya bisa normal lagi???

Kalo sekedar nyebur sungai sebatas air ndak nyampe dengkul dalam kondisi jalan ga kenceng sih mesin ga bakal mati… tapi meski cuman melindas kubangan air sedalam mata kaki, kalo air sampe nyiprat ke bawah tangki.. SAYA JAMIN KLX PASTI MATI .. ato minimal BREBET BREBET kaya mogok kemasukan air… PADAHAL TIDAK ADA AIR YANG MASUK, baik ke knalpot atopun ke busi ato ke karburator. Beberapa kali teman sudah mencoba menguras bak penampungan karburator tetapi nihil hasilnya. Read More »

Bikin Sendiri Motorcycle Mount GPS Garmin Oregon 300 – mudah, murah, mantab….

Beberapa hari yang lalu, pasca liburan di Bali yang sedikit kebingungan karena memanfaatkan GPS di Blackberry, akhirnya saya memutuskan untuk membeli GPS beneran, yakni Garmin Oregon 300. Tujuan utama memilih perangkat ini adalah sebagai teman perjalanan dalam aktivitas off-road menggunakan KLX 150s, sehingga saya bisa melacak rute perjalanan dan membaginya dengan sesama pengguna GPS lain jika ada yang tertarik untuk menempuh rute yang sama.

Nah, saat tiba giliran menggunakan GPS ini di motor trail, saya awalnya kebingungan, bagaimana caranya supaya bisa memasang alat GPS ini ke handlebar motor saya. Setelah sempat browsing di Internet, dan melihat desain motorcycle mounting untuk GPS, akhirnya saya memutuskan untuk membuat sendiri motorcycle mounting versi bengkel. Read More »

Ponsel Tahan Air – akhirnya ketemu lagi …

Saya paling suka berkegiatan outdoor, baik dalam hal fotografi, sepeda, otomotif, maupun adventure naik gunung. Oleh karena itu, sejak dulu saya selalu berburu ponsel yang bisa memfasilitasi hobi saya ini.

Jaman dulu ada ponsel Siemens M35, ME45, Sony Erricson R310 dan R250, lalu Nokia 5210, dan beberapa ponsel lainnya. Saya sempat menggunakan Siemens M35 dan Nokia 5210. Namun akhirnya ponsel-ponsel itu saya lengserkan karena dirasa sudah out of date.

Pada saat melibas hutan dan sungai saat ber-offroad ria menggunakan motor trail, saat ini saya harus selalu membawa dry bag untuk menampung Blackberry Bold dan kamera Canon G10 agar saat nyebur ke sungai maupun saat kondisi hujan tidak terjadi masalah. Namun saya rasa kondisi seperti ini kurang begitu nyaman dan saya harus mencari dan mencari lagi ponsel yang bisa memfasilitas kegiatan saya ini. Read More »

Brimob Trail Adventure 2009 – ajang uji nyali & ketahanan fisik

Akhirnya bisa juga menyempatkan diri untuk menulis tentang liputan acara Brimob Trail Adventure 2009.

Ini adalah event yang sangat ditunggu-tunggu oleh para penggila motor trail dan off-roader roda dua di kota malang dan mungkin seluruh indonesia dengan dibuktikan oleh membludaknya peserta yang mencapai lebih dari 500 orang.

Acara ini merupakan rangkaian acara peringatan HUT Brimob ke 64 yang sejak jauh hari sudah dilakukan persiapan yang cukup matang sampai dengan hari H pelaksanaannya, sehingga acara ini bisa dibilang sangat sukses, jauh jika dibandingkan dengan event Sabhawana 4 beberapa bulan yang lalu (banyak yang bilang event Sabhawana terkesan amburadul dan jauh dari harapan peserta). Read More »

Pantai Papuma Jember – serasa di jaman kerajaan dulu

Sebenarnya tulisan ini agak telat dari waktu kejadian, tapi katanya lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, he he he.

Kali ini saya ingin berbagi tentang keindahan Pantai Papuma di Jember, Jawa Timur. Di kalangan fotografer, terutama hobyst, pantai ini merupakan spot fotografi yang sangat indah, baik untuk landscape maupun human interest.

Saat itu, saya hunting bersama rekan-rekan FN, dengan peserta sekitar 24 orang. Asal pesertanya bermacam-macam: ada yang dari Jakarta, Lampung, dan mayoritas sekitaran Jawa Timur.

Bagi yang belum pernah ke sana, Pantai Papuma terletak di pesisir selatan Jawa Timur, Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan, kira-kira 45km ke arah selatan kota Jember. Jalan menuju kesana sudah cukup baik, namun untuk kendaraan umum saya masih kurang tahu, apakah ada angkutan khusus ke arah sana atau harus carter. Read More »